2 Hati 1 Cinta

2 Hati 1 Cinta
7. Sodara


__ADS_3

"kok berenti di sini pak?" Tanya Clara menyadari mobil Adam berhenti disebuah mesjid pinggir jalan.


"Ayo ikut." Ajak Adam.


"Katanya mau solat dirumah gue"


Tanya Clara kebingungan.


" Udah ayo ikut, saya jamin setelah ini hati kamu akan kembali tenang." Ucap Adam dengan senyum tulusnya.


"Kamu bisa wudhu kan?" Tanya Adam setelah mereka memasuki area masjid.


"Gatau juga, terakhir gue wudhu waktu praktek keagamaan kelas 10." Jawabnya cuek.


"Astaghfirullah Clara Clara." Miris Adam mendengar nya


"Yasudah ayo saya ajarkan." Lanjut Adam.


Setelah berwudhu, Clara dan Adam memasuki masjid dan siap dengan Clara yang menggunakan mukena juga adam yang menggunakan sarung.


"Kita berjamaah." Ucap Adam langsung berdiri satu saf lebih depan dari Clara.


"Allahu Akbar...


.


.


.


"Assalamualaikum warahmatullah..


Assalamualaikum warahmatullah..


"Anjayy bener nih hati gue kembali membaik abis solat."


Girang Clara.


"Berdoa bukan mengumpat." Tegur Adam.


"Ck iya-iya."


Clara pun menengadah kan kedua tangannya dan menutup matanya.


'Ya Allah, maafin Clara kalo Clara jarang solat, abisnya temen-temen Clara pada geblek semua gaada yang ngingetin Clara solat, ya Allah sembuhin hatinya Clara yah, hati Clara sakit liat Rafi selingkuh sama Sera.'


Doa nya dalam hati lalu mengusap kan kedua telapak tangannya ke mukanya.


" Yu pak kita pulang," ajak Clara.

__ADS_1


"Yuk."


Saat di dalam mobil Clara terus menunjukkan senyumannya, entah apa yang merasuki Clara.


"Pa adam." Panggil Clara.


"Jangan panggil saya bapa, ini bukan lingkungan sekolah." Sahut Adam yang fokus menyalakan mesin mobilnya.


"Terus panggil apa dong, om aja kali yah."


"Saya masih muda, kita hanya berbeda dua tahun."


"Terus apa dong ih, kakak aja kalo gitu, Clara kan gak punya kakak."


"Iyah terserah kamu." Setuju Adam dengan senyuman bahagia nya.


Dia merasa bingung dan senang, Clara tiba-tiba mengubah panggilan 'gue' nya dengan sebutan nama.


"Ohiyah kak adam."


Panggil Clara teringat akan pertanyaan yang ingin ia ajukan sedari tadi.


"Hem." Sahut Adam.


"Kok kak Adam baik banget sama Clara, padahal kan kak adam baru sebentar kenal sama Clara."


Tanya clara.


"Sodara?" Beo Clara mengulang kata yang tak ia percayai.


"Iyah, sodara seiman, senegara dan seagama." Jelas Adam dengan senyuman mautnya.


"Iya terserah kak Adam aja, yang jelas makasih ya kak, udah ngajakin Clara solat." Ucap Clara tulus.


"Iya sama-sama." Jawab Adam tak kalah tulus.


.


.


.


"Clara bangun sayang."


"Aduh mih apaan sih ganggu aja."


"Ih kamu nih, ini udah jam 6 15 nanti kamu telat ke sekolah loh." Ucap Isti yang mulai frustasi membangun kan anak semata wayangnya.


"Lagian mamih tumben bangunin Clara, biasanya juga bibi."

__ADS_1


Ujar Clara dengan suara khas bangun tidurnya.


"Mamih lagi cuti, udah sana mandi, Adam nungguin tuh di bawah." Jawab Isti dengan senyumannya.


"Hah ?! Adam?? Kok dia kesini mih." Tanya Clara dengan kesadaran yang sudah sepenuhnya.


"Iyah, tadi dia nganterin bundanya kesini buat ketemu mamih, terus katanya mau berangkat bareng kamu biar sekalian."


Terang Isti.


"Ohh yaudah Clara mandi dulu."


.


.


.


"Yu kak." Ajak Clara ketika sampai di dekat ruang tamu.


" Gak sarapan dulu sayang?" Tanya Isti yang sedang mengoleskan selai coklat di roti polosnya.


"Clara pengen roti buatan mamih aja." Jawab Clara sedikit manja.


"Eh ada calon mantu." Ucap seseorang paruh baya yang keluar dari dapur membawa dua piring nasi goreng.


"Eh bunda Dewi, Clara kira siapa "


Sapa Clara yang langsung berhamburan ke pelukan Dewi mengabaikan panggilan aneh dari Dewi.


"Oh iyah bun, Ayu mana, kok gak ikut sih." Tanya Clara celingukan mencari teman curhatnya itu.


"Ayu masih di Prancis, rencananya dia pulang satu bulan lagi setelah ujian Nasional selesai."


Clara memang sudah mengenal Dewi sejak Clara masuk SMP di Indonesia karena sebelumnya Clara tinggal di London dengan keluarganya pertemanan nya dengan Ayu membuat Clara tak sungkan memanggil Dewi dengan sebutan bunda.


Saat pertama kali pindah ke Indonesia, Clara hanya mempunyai teman Ayu adik dari Adam dan juga Sia anak dari teman mamihnya, namun Ayu melanjutkan pendidikan SMA nya di Prancis.


Clara tidak tau kalau Adam adalah anak dari Dewi, karena Adam juga baru pindah ke Indonesia bulan kemarin.


Tanpa Clara ketahui, Adam merupakan CEO perusahaan Ardiansyah grup.


Adam mengambil profesi guru itu karena kemauannya sendiri saat dirinya didesak oleh Dewi dan Bima ayah Adam untuk segera menikah.


Saat itu Dewi selalu menunjukkan foto-foto anak-anak dari teman-teman arisannya, dan selalu di tolak Adam dengan alasan kurang srek.


Tapi berbeda saat Dewi menunjukkan foto Clara, Adam merasa penasaran dan tertarik pada Clara.


Saat mengetahui Clara sekolah di sekolahan milik kakeknya Adam, Adam menawarkan diri untuk menjadi guru disana dan berniat mendekati Clara.

__ADS_1


Ya rencananya hanya diketahui oleh Adam, Dewi, Isti, Bima dan juga Ayu.


__ADS_2