
SREETT...
Suara decitan kursi yang di tarik Clara membuat Isti mamih Clara meliriknya.
"Kemarin dari mana kamu?"
Tanya Isti to the point.
"Apaan si kepo banget."
Jawab Clara cuek.
PRANG.
Isti menggebrak meja makan membuat Clara terlonjak kaget.
"Kamu itu mami sekolahin biar jadi orang yang berpendidikan, ini malah gaada sopan-sopannya. Kamu ini lagi ngomong sama mami, orang tua kamu jaga bicara kamu dong."
Jelas panjang lebar Isti membuat Clara merasa jengah di pagi hari.
"Udah ngomelnya?"
Tanya Clara seraya bangkit dari duduknya.
"Clara berangkat."
Pamitnya meninggalkan maminya yang terlihat kesal.
Hari ini Clara memilih berangkat menggunakan motor sport nya yang berwarna merah.
Karena merasa waktu sudah menunjukkan pukul 07.10, itu artinya 5 menit lagi bel masuk akan berbunyi.
Clara melajukan motornya di atas rata-rata.
Sebenarnya Clara tidak takut akan terlambat, karena itu sudah menjadi pekerjaan setiap masuk sekolah.
Hanya saja Clara ingin cepat-cepat pergi menghindari omelan maminya yang panjang kali lebar.
.
.
.
07.45
Clara memutar balik motornya menuju area belakang sekolah.
Setelah memarkirkan motornya di sebuah lapangan dekat warung tempat Clara dan teman-temannya berkumpul, Clara meloncati tebing sekolah yang di bantu tangga kayu yang sedikit rapuh.
HAP.
"Akhirnya masuk juga."
Ujarnya setelah selesai meloncati tebing itu.
,
"Heh mau kemana kamu?"
Suara bariton itu menghentikan langkah Clara. "Eh pak kumis."
Kata Clara dengan cengirannya.
Ternyata pak kumis si guru killer yang berhasil menangkap basah Clara.
"Habis loncat dari tebing ya kamu"
__ADS_1
Kata si pak kumis dengan kembang kempis perut buncitnya itu.
" Wah bapak sejak kapan jadi peramal, bisa tau saya abis ngapain aja."
Gurau Clara.
"Eh dasar wanita bar-bar kamu ini, ayo ikut Saya keruangan BK."
Titah pak kumis.
"Ah males pak, langsung aja deh di hukum."
"Yasudah ayo ikut Saya ke lapangan."
Putus pak kumis.
.
.
.
"Kamu berdiri menghadap bendera sampai bel istirahat berbunyi."
Titah pak kumis.
"Dih gak modis banget sih pak ngasih hukuman kok niru sinetron-sinetron."
"Ohh kurang modis yah, yasudah sekarang kamu beri hormat dan jangan bergerak sampai bel istirahat, paham?!"
" Eh kok gitu sih pak "
" Udah gak usah banyak nawar kamu, mau Saya tambah lagi hukuman nya?."
"Ck yaudah iyah iyah..."
.
.
.
KRING...KRING**...
"Ah akhirnya kelar juga nih hukuman."
Ujar Clara meregangkan otot-otot lengannya.
"Woy monyet"
Seru suara cempreng dari belakang.
"Euh apaan sih lu, malu-maluin aja."
Jawab Clara jengah dengan sifat kekanak-kanakan Alika.
"Heheh sorry sorry bep, lagian bt gue gaada lu di kelas ."
"Yaudah kita ngerokok aja yu dibelakang."Ajak Sia yang diangguki Alika, Clara dan, Sera.
.
.
.
Baru saja Clara menghembuskan asap rokoknya, tiba-tiba ada yang merebut batang rokok yang Clara pegang.
__ADS_1
"Lagi ngapain kalian disini."
Kata seseorang itu.
"Eh nih om om ada lagi di mari, ngapain sih om betah banget gangguin gue."
Ujar Clara.
"Heh monyong lu ati-ati kalo ngomong, dia guru matematika baru di kelas kita."
Bisik Sera pada Clara.
"Ohh ini guru baru yang suka tebar pesona sama murid-muridnya."
Ucap Clara seraya menatap guru itu dari atas sampai bawah.
"Iyah, Saya Adam Nasution Ardiansyah. Guru matematika disini, kenapa? Ada masalah? Atau jangan-jangan kamu yang terpesona sama Saya."
Kata Adam yang katanya guru matematika itu.
"Waduh, berani juga nih guru gila. Heh lo kepedean tau gak, gantengan cowok gue kemana-mana."
Sentak Clara yang langsung mendapat gelengan tak sanggup dari teman-temannya.
" Clara ikut keruangan saya sekarang."
Titah Adam seraya berbalik badan dan meninggalkan Clara and the geng.
.
.
.
"Clara kemarin kamu kemana."
Tanya Adam setelah melihat Clara duduk di hadapannya.
"Kepo banget sih jadi guru." Ucap Clara cuek.
"Clara bicara yang sopan dengan Saya, Saya ini guru disini."
Karena tersulut emosi, Adam sedikit menaikkan nada bicaranya.
Clara yang sedikit kaget hanya melotot tak percaya.
"Ma-maaf saya tidak sengaja membentak kamu." Kata Adam yang menyadari perubahan raut wajah Clara.
"No problem, gue kemaren bolos. Kenapa emangnya."
"Tolong belajar dengan serius Clara, kamu ini sudah kelas tiga dan sebentar lagi akan menghadapi ujian. Saya dengar-dengar kamu ingin melanjutkan pendidikan di Korea bukan?" Ucap adam dengan tatapan meneduhkan siapapun yang melihatnya.
"So tau lu, udah deh kalo gaada hal penting yang mau di bahas, mendingan gue balik ke kelas aja." Kata Clara seraya bangkit dari tempat duduknya namun ditahan oleh Adam.
"Ck apa lagi sih pa."
Tanya Clara yang mulai kesal dengan Adam.
"Kamu harus berubah Clara, jangan sampai Saya menemukan kamu merokok lagi." Perintah Adam penuh penekanan.
"Lo tuh apa-apa an sih, sodara bukan abang juga bukan, gausah ngatur-ngatur deh lu." Kali ini Clara benar-benar bangkit dari tempat duduknya.
Saat tangan nya mulai menyentuh knop pintu ruangan Adam.
"Sekarang saya memang bukan siapa-siapa kamu, tapi suatu saat saya akan menjadi seseorang yang tidak akan menjadi siapa-siapa lagi buat kamu."
Kata Adam membuat Clara merasa benar-benar tidak karuan.
__ADS_1
"Dasar guru gila."
Umpat Clara dan berlari dari ruangan Adam menuju taman belakang sekolah.