2 Hati 1 Cinta

2 Hati 1 Cinta
12. salah faham


__ADS_3

"Sayang tumben jam segini sudah bangun." Tanya Isti yang sedang berkutat dengan laptop di pangkuannya.


"Iyah mih, Clara ikutan lomba solo karier di sekolah, doain biar Clara menang yah."


"Amin sayang." Isti tersenyum melihat anaknya yang kembali rajin dan aktif di sekolahnya.


"Memang acaranya jam berapa sayang, sekarang masih jam 3 subuh loh."


"Iyah Clara mau tahajud dulu." Jawab Clara seraya meminum air putih di dapur.


Saat Clara keluar dari dapur, dia mengernyitkan keningnya melihat Isti yang bengong menatap Clara dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Sayang, kamu gak mimpi kan?" Tanya Isti


"Hah mimpi mih?"


"Kamu sadar kan?"


"Ya kali Clara tidur sambil jalan mih."


"Hah syukurlah kalo begitu, habisnya mamih aneh aja gitu liat kamu tiba-tiba shalat tahajud, yang lima waktu aja kamu jarang banget."


Clara memutar bola matanya malas.


"Mamih ih, liat anaknya jadi anak baik kok malah di omel."


"Enggak-enggak, mamih cuman kaget sekaligus seneng aja."


"Ini juga berkat kak Adam kok mih, dia telfon Clara terus nyuruh Clara solat tahajud sekalian ngasih tau tata cara nya, katanya biar nanti pas lomba aku di mudahkan sama Allah buat menangin lombanya." Terangnya dengan mata berbinar mengingat betapa sungguh-sungguh nya Adam ingin membangunkan nya untuk bertahajud.


.


.


.


"Assalamualaikum warahmatullah...


Assalamualaikum warahmatullah...


Aduh lupa lagi, syahadat nya begimana yah, telfon aja kali yah."


"Assalamualaikum"


"Walaikumsalam"


"Halo"


"Halo kak"


"Kenapa"


"Kak, Clara udah selesai solat tahajud nya, tapi Clara lupa bacaan syahadat nya."


Terdengar suara kekehan di sebrang sana.


"Ohh itu saya kira ada apa, bacaannya


Ashadualla ila ha illa-"

__ADS_1


"Ih bukan itu kak."


"Katanya syahadat ya itu yang namanya syahadat Clar."


"Ihh, yang ada mang uloh uloh nya itu loh kak."


"Mang uloh? Sejak kapan mang uloh ikut tahajud sama kakak?"


"Ihh kak Clara serius."


"Mang uloh apa Clara, saya gak ngerti."


"Ihh, itu loh yang sering kakak ucapin."


"Astaghfirullahal adzim?"


"Nah itu astagfirullah."


"Itu namanya istighfar Clara, bukan syahadat."


"Itulah pokonya."


"Yasudah dilanjutkan tahajud nya."


"Iyah kak, makasih, dadah."


"Assalamualaikum bukan dadah."


"Walaikumsalam bukan marah-marah."


Selesai dengan panggilannya, Clara melanjutkan berdzikir sampai adzan subuh tiba, setelah shalat subuh, Clara sesegera mungkin mandi dan bersiap dengam seragam sekolahnya, karena lomba memang di adakan dengan kostum sekolah masing-masing.


"Halo."


"Halo sayang."


"Iyah"


"Kamu lomba jam 7 kan?"


"Iyah."


"Aku otw jam 6 kerumah kamu yah."


"Gausah raf, aku di antar mamih."


"Ya udah kalo gitu, hati-hati di jalan."


"Iyah"


.


.


.


"Clara udah siap sayang?" Tanya Isti melihat anak kesayangan nya sudah rapih.


"Udah mih."

__ADS_1


"Loh kok mobilnya gak mau jalan yah." Ucap Isti seraya terus menstater mobilnya namun tetap tak menyala.


"Gimana dong mih, kalo Clara telat gimana."


"Sabar ya sayang, bentar mamih minta bantuan dulu."


5 menit kemudian...


"Assalamualaikum tante."


"Walaikumsalam."


"Clara kamu berangkat sama Adam yah, daripada kamu kesiangan nanti gimana."


Melihat waktu yang menunjukkan tinggal setengah jam lagi perlombaan akan dimulai, tidak ada waktu lagi untuk menunggu montir datang.


"Yaudah mih Clara berangkat, dad- assalamualaikum maksud nya."


"Walaikumsalam, hati-hati sayang."


Melihat ada perubahan pada diri anaknya, Isti sangat yakin, dia tidak salah memilih Adam untuk menjadi pendamping hidup bagi Clara nantinya.


Di dalam mobil sudah ada Ayu, ternyata Ayu menepati janjinya untuk menyemangati Clara.


Dua puluh menit waktu yang mereka tempuh hingga sampai di SMA SMART 2.


Adam dan Clara masuk beriringan kedalam aula tempat perlombaan berlangsung.


Sementara Ayu sudah lebih dulu memisahkan diri di parkiran karena katanya dia harus ke toilet.


Sesampainya di dalam, Clara dan Adam berhadapan dengan Rafi, Sera, Sia dan Alika.


Terdapat kilatan marah di mata Rafi.


Adam menyadari itu, saat dirinya hendak menjelaskan, tiba-tiba dirinya dipanggil ke sumber suara dan meninggalkan Clara yang siap di intimidasi.


"Jadi sejak kapan mamih kamu berubah jadi si Ardiansyah."


Tanya Rafi dengan dinginnya.


Semarah apapun Rafi, dia tidak pernah berani membentak Clara. Rafi sangat menyayangi Clara.


"Kamu ngomong apaan sih Raf, tadi tuh mobil mamih mogok, makanya kak Adam yang mamih suruh nganter aku."


"Wow, udah punya panggilan sayang ternyata yah,"


Merah sudah wajah Rafi menahan marahnya, dia tahan sekuat tenaga untuk tidak membentak gadisnya.


"Aku gak berdua Raf, tadi aku sama a-"


"Cukup! Jadi ini alasan kamu jauhin aku HAH?"


Runtuh sudah kesabaran Rafi.


"Kamu bentak aku Raf."


Lirih Clara dengan suara gemetarnya menahan tangis.


Rafi tak menggubris.

__ADS_1


"Jahat kamu raf." Ucap Clara seraya mendorong bahu Rafi hingga badan Rafi membentur meja dan membuatnya menjatuhkan sesuatu di saku jaketnya.


__ADS_2