
Waktu menunjukkan pukul setengah sebelas malam.
Clara sudah mengganti pakaiannya menjadi gaun tidur favoritnya.
TOK...TOK...
"assalamu'alaikum Clara.."
"Ish siapa sih malem-malem ganggu tidur orang aja." Gerutu Clara merasa terganggu.
Padahal dirinya sudah hampir 2 jam membulak-balikkan tubuhnya. Namun matanya sama sekali tidak mau berkompromi.
Karena tiap dirinya mencoba menutup mata selalu saja terbayang-bayang wajah Adam dan Rafi.
TOK..TOK..TOK..
Suara ketukan pintu kembali terdengar.
"Sebentar."
Teriak Clara lalu membuka pintu kamarnya dan menampilkan sosok Ayu yang menggunakan gamis tidurnya.
"Assalamualaikum Clar, aku pengen nginep disini boleh?" Tanya Ayu yang mendapat anggukan semangat dari Clara.
"Walaikumsalam, boleh lah malah kalo bisa tiap hari lo nginep disini."
Ucap Clara girang lalu menarik Ayu ke arah ranjang king size nya.
"Kamu kok jam segini belum tidur? Pasti keganggu sama suara ketukan pintu aku tadi yah?" Tanya Ayu tak enak, entah kenapa dirinya ingin terus berdekatan dengan sahabat kecil nya itu.
"Engga kok yu, gue emang belum tidur dari tadi."
"Loh kenapa? Sakit lagi kepalanya? Mau aku anter kerumah sakit sekarang?" Cerca Ayu dengan berbagai pertanyaan nya.
"Engga yu, gue cuman lagi bingung aja."
Jujur Clara.
"Bingung? Bingung kenapa?"
__ADS_1
"Bingung antara milih Rafi atau Adam."
Jawab Clara malu-malu.
"Gausah malu cerita sama aku, lagian apa yang bikin kamu bingung buat nentuin pilihan kamu?"
Clara menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan nya kasar.
"Ya gue bingung aja gitu, kalo gue pilih Rafi, gue ngerasa ada yang salah walaupun sebenarnya jujur aja gue masih sayang banget sama Rafi tapi gak dipungkiri juga kalo gue nyimpen perasaan sama abang lo, cuman gimana ya, menurut gue kak Adam itu terlalu Masya Allah buat gue yang astagfirullah." Ucap Clara panjang lebar lalu menunduk lemah.
Hingga tepukkan pada pundaknya membuat Clara mendongkak.
" Jangan terlalu merendahkan diri sendiri Clara, manusia itu diciptakan dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Kalo kamu bingung kaya gini, lebih baik kamu shalat istikharah. Minta petunjuk yang terbaik dari Allah yah." Ayu memberi semangat pada sahabat nya itu.
Clara tersenyum haru, beruntung nya ia dipertemukan dan di dekatkan dengan orang-orang baik ketika zaman sudah semakin tua.
Benar kata Ayu, Clara harus meminta petunjuk pada Allah.
Clara bangun perlahan dari tidurnya tak ingin Ayu terbangun dari tidurnya, waktu menunjukkan pukul setengah satu malam, Clara berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat istikharah.
"Assalamualaikum warahmatullah...
Assalamualaikum warahmatullah...
Astaghfirullah haladzim..
Astaghfirullah haladzim..
Astaghfirullah haladzim..
Ya Allah, maafkan hamba yang selalu melalaikan kewajiban yang kau berikan.
Istiqomah kan hati hamba selalu di jalan mu ya Allah.
Bimbing hamba untuk menuju surgamu, bantu hamba untuk menentukan pilihan yang terbaik bagi masa depan hamba.
Saat ini hamba sedang menjaga dua hati, namun hamba harus memberi satu cinta hamba kepada salah satu hati yang hamba jaga ya Allah. Jangan biarkan hamba menyakiti salah satu hati mereka dengan keputusan hamba nantinya.
Berikan yang terbaik bagi hamba ya Allah. Amin, amin yarobbal a'lamin."
__ADS_1
Clara meneteskan air matanya di akhir kalimat doa istikharah nya.
Ayu yang terbangun dari tidurnya ikut menangis haru mendengar doa tulus dari Clara. Dia berdoa kepada Allah agar selalu menjaga sahabat nya itu.
"Astaghfirullah, aws sakit.."
Ayu dikejutkan dengan rintihan dari Clara.
"Astaghfirullah Clara kamu kenapa?"
Panik Ayu lalu menghampiri Clara yang memijit-mijit pelipisnya.
"Gatau yu, kepala gue sakit banget." Rintih Clara menahan sakit tidak hanya di kepalanya tapi juga hampir disekujur tubuhnya seperti dihantam sesuatu yang sangat keras.
"Ya Allah, ayo bangun Clara." Ucap Ayu memapah Clara menuju kasurnya.
Namun baru dua langkah berjalan, kaki Clara melemas dan tubuhnya terhuyung.
"Astaghfirullah Clara, kamu gak kuat jalan?"
Untung saja Ayu dengan sigap menangkap nya sehingga Clara tidak terjatuh ke lantai.
"Aku juga gak tau yu, kedua kaki aku gak bertenaga sama sekali. Aku benar-benar ga bisa gerakin kaki aku."
Lirih Clara mulai terisak.
"Tante, om tolong.." teriak Ayu meminta bantuan.
Untung Isti dan Bara baru selesai melaksanakan solat tahajjud.
"Astaghfirullah Clara kamu kenapa sayang."
Histeris Isti seraya berlari menghampiri Clara yang di bopong oleh Ayu.
"Kita bawa kerumah sakit." Seru Bara langsung menggendong Clara ala bridal style.
"Ayu ikut om tante."
"Ayo sayang."
__ADS_1