2 Hati 1 Cinta

2 Hati 1 Cinta
19. Donor darah


__ADS_3

1 MINGGU KEMUDIAN...


"Assalamualaikum calon tulang rusukku, insya Allah.amin."


Ucap Adam tulus seraya tersenyum melihat Clara yang sudah terbaring  koma selama satu minggu.


Setiap hari tidak pernah ada yang meninggal kan ruangan Clara tanpa seseorang yang menjaganya.


Setiap pagi Isti dan Bima yang bagian menjaga Clara.


Dan setiap jam pulang sekolah, Sera,Sia,Alika dan juga Rafi yang akan menggantikan Isti dan Bima yang harus pergi bekerja.


Sera, Sia dan Alika biasanya akan pulang setiap jam 3 sore. Sementara Rafi akan menunggu sampai jam 5 atau 6 sore sampai Adam pulang mengajar, dan mengganti nya menjaga Clara sampai Bara dan Isti pulang bekerja.


Masalah antara Rafi, Sera, Sia dan juga Alika telah terselesaikan. Mereka tinggal menunggu Clara bangun dan menjelaskan berita bahagianya.


Kebetulan hari ini adalah hari minggu, Bara dan Isti libur bekerja dan memilih untuk menemani anak semata wayangnya.


Begitu juga dengan Rafi, Adam juga ketiga sahabat Clara.


Bahkan Ayu rela pulang pergi Prancis Indonesia demi menemani sahabat kecilnya itu. Tak lupa Amel dan Renata ikut serta didalamnya.


Kini mereka sedang berkumpul diruangan Clara.

__ADS_1


"Sayang, bangun nak kamu gak kangen sama mamih, kamu pasti seneng kalo lihat mamih sama papih udah kembali bersatu sayang."


Lirih Isti yang sudah sangat rapuh melihat Clara yang sama sekali tidak ada kemajuan.


"Asya bangun yah, kamu tau gak, mamih dan papih kamu udah ngijinin kita pacaran. Kamu pasti seneng kan."


Memang Isti dan Bara sudah mengijinkan Rafi mendekati Clara.


Mereka tidak mau menyesal untuk yang kedua kalinya hanya karena ego mereka sendiri. Biarlah keputusan ada di tangan Clara.


Adam juga tidak henti-hentinya meminta yang terbaik pada pengatur takdir hambanya, dia ridha jika nanti setelah Clara sadar dan memilih kembali pada Rafi dan menolak khitbahannya.


Tiba-tiba suasana haru berubah menjadi tegang karena tubuh Clara yang kejang-kejang.


"Dokter tolong dok.." teriak Isti histeris.


Akhirnya dokter dan 3 suster datang untuk menangani Clara dan meminta semua yang menjenguk menunggu diluar ruangan.


"Dengan keluarga Nn. Clara." Panggil sang dokter setelah keluar ruangan Clara.


"Kami orang tuanya dok."


Sahut Bara seraya merangkul Isti.

__ADS_1


"Baik pak, bu, kepala bagian belakang Nn. Clara kembali mengeluarkan banyak darah dan itu menyebabkan Nn. Clara kehilangan banyak darah dan tentunya harus segera mendapatkan donor darah yang cepat."


Terang sang dokter.


"Kalau begitu segera lakukan dok."


"Maaf pak, golongan darah yang di miliki anak bapa adalah golongan darah AB+ dan disini sangat langka, kemungkinan hanya anggota keluarga yang memiliki golongan darah yang sama dengan pasien."


"Kalau begitu periksa kami berdua dok, siapa tau kami cocok."


Tawar Isti yang di angguki Bara.


"Baik bu, tapi segera mungkin mencari cadangan nya, karena pasien membutuhkan donor darah sebanyak 6 kantong dan itu tidak mungkin diambil dari satu orang orang saja."


"Bagaimana dok, apakah darah kami cocok dengan Clara." Tanya Isti pada sang dokter yang keluar dari ruangan laboratorium.


"Maaf, hanya darah pak Bara saja yang cocok dengan Clara."


Ucap dokter itu dengan wajah sendunya.


"Kalau begitu ambil saja darah saya sebanyak yang dibutuhkan." Tawar Bara.


"Tapi pak, darah pak Bara tidak bisa di donorkan pada pasien karena dalam tubuh pak Bara terdapat beberapa efek

__ADS_1


radiasi dari alat radioterapi untuk pengobatan kanker. Karena bapa dulunya pernah mengidap penyakit


Kanker paru-paru dan takut nya juga nanti malah berpengaruh buruk untuk kesehatan Nn. Clara" jelas sang dokter membuat yang mendengarnya merinding dan kebingungan.


__ADS_2