
Hari ini teman-teman Clara dibuat bingung oleh Clara yang tiba-tiba seperti menjauh.
Bayangkan saja, Clara yang biasanya duduk di pojokan memilih duduk di bangku paling depan dengan alasan 'supaya lebih cepat keluar saat bel istirahat.'
Setelah bel istirahat, Clara sama sekali tidak pergi kekantin, melainkan menyendiri di perpustakaan.
"Sii, Clara kemana? Kok ga bareng." Tanya Sera pada Sia.
"Gue kira dia ama lo." Jawab Sia yang sedang mabar mobile legend dengan Alika.
"Engga kok, tadi gue abis rapat OSIS, makanya gue kira Clara ama lo pada."
Terang Sera membuat Sia dan Alika menghentikan kegiatannya.
"Dia kemana ya, coba lo telfon." Titah Sia pada Alika.
"Gak di angkat." Sahut Alika.
"Coba telfon Rafi, siapa tau lagi sama dia." Usul Alika.
"Gak kok." Jawab Sera membuat Sia mengernyitkan dahinya.
"Kok lo percaya diri gitu si Rafi gak lagi sama Clara." Tanya Sia curiga.
"Mak-maksud gue, tadikan gue rapat OSIS sama dia juga." Jawab Sera menyembunyikan kegugupannya.
"Nah itu Rafi." Ujar Alika menunjuk Rafi yang baru saja masuk area kantin.
"Raf." Panggil Sia.
"Apaan, Clara mana?" Sahut Rafi yang langsung menanyakan kekasihnya.
"Justru kita mau nanya sama lo, Clara kemana, gue kira dia lagi sama lo." Ucap Sia.
"Eng-enggak ko tadi gue abis kumpul sama anak basket." Jawab Rafi.
"Loh kata Sera lo abis rapat OSIS bareng dia." Ucap Alika membuat Sia dan Rafi menatap Sera.
"Ohh iyah maksud nya abis rapat OSIS gue langsung kumpul sama anak basket." Sergah Rafi yang diangguki Alika.
Namun Sia merasa ada keganjilan di antara Sera dan Rafi.
'kok gue ngerasa gelagat mereka aneh yah, gue harus cari tau.' batin Sia.
Rafi merasa tatapan curiga dari Sia segera mencari topik untuk mencairkan suasana.
"Eh yaudah kalo gitu gue cari Clara dulu, ntar kalo dah ketemu gue kabarin kalian." Ucap Rafi seraya pergi meninggalkan kantin.
__ADS_1
Merasa bosan dengan suasana perpustakaan, Clara memilih memasuki ruangan seni dan dengan asal memetik senar gitar.
Sampai akhirnya petikan asal itu berubah menjadi alunan indah ditambah dengan suara merdunya.
*Mencintai dalam sepi
Dan rasa sabar mana lagi
Yang harus kupendam dalam
Mengagumi dirimu
Melihatmu genggam tangannya
Nyaman didalam pelukannya
Yang mampu membuatku
Tersadar dan sedikit menepi
Kau yang pernah
Singgah disini
Dan cerita yang dulu
Kau ingatkan kembali
Tuk mengenang lagi
Biarlah kenangan kita
Pupus di hati
Tak ada waktu kembali
Untuk mengulang lagi
Mengenang dirimu diawal dulu
Ku tahu dirimu dulu
Hanya meluangkan waktu
Sekedar melepas kisah sedihmu
Mencintai dalam sepi
__ADS_1
Dan rasa sabar mana lagi
Yang harus kupendam dalam
Mengagumi dirimu
Melihatmu genggam tangannya
Nyaman didalam pelukannya
Yang mampu membuatku
Tersadar dan sedikit menepi
Tak ada waktu kembali
Untuk mengulang lagi
Mengenang dirimu diawal dulu
Ku tahu dirimu dulu
Hanya meluangkan waktu
Sekedar melepas kisah sedihmu
Mencintai dalam sepi
Dan rasa sabar mana lagi
Yang harus kupendam dalam
Mengagumi dirimu.
Melihatmu genggam tangannya
Nyaman didalam pelukannya
Yang mampu membuatku
Tersadar, dan sedikit menepi
Mencintamu dalam sepi
Dan rasa sabar mana lagi
Yang harus kupendam dalam
__ADS_1
Mengagumi dirimu*.
Di bait terakhir, tak terasa Clara menjatuhkan air matanya.