2 Hati 1 Cinta

2 Hati 1 Cinta
9. sia curiga


__ADS_3

Hari ini teman-teman Clara dibuat bingung oleh Clara yang tiba-tiba seperti menjauh.


Bayangkan saja, Clara yang biasanya duduk di pojokan memilih duduk di bangku paling depan dengan alasan 'supaya lebih cepat keluar saat bel istirahat.'


Setelah bel istirahat, Clara sama sekali tidak pergi kekantin, melainkan menyendiri di perpustakaan.


"Sii, Clara kemana? Kok ga bareng." Tanya Sera pada Sia.


"Gue kira dia ama lo." Jawab Sia yang sedang mabar mobile legend dengan Alika.


"Engga kok, tadi gue abis rapat OSIS, makanya gue kira Clara ama lo pada."


Terang Sera membuat Sia dan Alika menghentikan kegiatannya.


"Dia kemana ya, coba lo telfon." Titah Sia pada Alika.


"Gak di angkat." Sahut Alika.


"Coba telfon Rafi, siapa tau lagi sama dia." Usul Alika.


"Gak kok." Jawab Sera membuat Sia mengernyitkan dahinya.


"Kok lo percaya diri gitu si Rafi gak lagi sama Clara." Tanya Sia curiga.


"Mak-maksud gue, tadikan gue rapat OSIS sama dia juga." Jawab Sera menyembunyikan kegugupannya.


"Nah itu Rafi." Ujar Alika menunjuk Rafi yang baru saja masuk area kantin.


"Raf." Panggil Sia.


"Apaan, Clara mana?" Sahut Rafi yang langsung menanyakan kekasihnya.


"Justru kita mau nanya sama lo, Clara kemana, gue kira dia lagi sama lo." Ucap Sia.


"Eng-enggak ko tadi gue abis kumpul sama anak basket." Jawab Rafi.


"Loh kata Sera lo abis rapat OSIS bareng dia." Ucap Alika membuat Sia dan Rafi menatap Sera.


"Ohh iyah maksud nya abis rapat OSIS gue langsung kumpul sama anak basket." Sergah Rafi yang diangguki Alika.


Namun Sia merasa ada keganjilan di antara Sera dan Rafi.


'kok gue ngerasa gelagat mereka aneh yah, gue harus cari tau.' batin Sia.


Rafi merasa tatapan curiga dari Sia segera mencari topik untuk mencairkan suasana.


"Eh yaudah kalo gitu gue cari Clara dulu, ntar kalo dah ketemu gue kabarin kalian." Ucap Rafi seraya pergi meninggalkan kantin.

__ADS_1


Merasa bosan dengan suasana perpustakaan, Clara memilih memasuki ruangan seni dan dengan asal memetik senar gitar.


Sampai akhirnya petikan asal itu berubah menjadi alunan indah ditambah dengan suara merdunya.


*Mencintai dalam sepi


Dan rasa sabar mana lagi


Yang harus kupendam dalam


Mengagumi dirimu


Melihatmu genggam tangannya


Nyaman didalam pelukannya


Yang mampu membuatku


Tersadar dan sedikit menepi


Kau yang pernah


Singgah disini


Dan cerita yang dulu


Kau ingatkan kembali


Tuk mengenang lagi


Biarlah kenangan kita


Pupus di hati


Tak ada waktu kembali


Untuk mengulang lagi


Mengenang dirimu diawal dulu


Ku tahu dirimu dulu


Hanya meluangkan waktu


Sekedar melepas kisah sedihmu


Mencintai dalam sepi

__ADS_1


Dan rasa sabar mana lagi


Yang harus kupendam dalam


Mengagumi dirimu


Melihatmu genggam tangannya


Nyaman didalam pelukannya


Yang mampu membuatku


Tersadar dan sedikit menepi


Tak ada waktu kembali


Untuk mengulang lagi


Mengenang dirimu diawal dulu


Ku tahu dirimu dulu


Hanya meluangkan waktu


Sekedar melepas kisah sedihmu


Mencintai dalam sepi


Dan rasa sabar mana lagi


Yang harus kupendam dalam


Mengagumi dirimu.


Melihatmu genggam tangannya


Nyaman didalam pelukannya


Yang mampu membuatku


Tersadar, dan sedikit menepi


Mencintamu dalam sepi


Dan rasa sabar mana lagi


Yang harus kupendam dalam

__ADS_1


Mengagumi dirimu*.


Di bait terakhir, tak terasa Clara menjatuhkan air matanya.


__ADS_2