
"Kamu bentak aku Raf."
Lirih Clara dengan suara gemetarnya menahan tangis.
Rafi tak menggubris.
"Jahat kamu raf." Ucap Clara seraya mendorong bahu Rafi hingga badan Rafi membentur meja dan membuatnya menjatuhkan sesuatu di saku jaketnya.
"Loh itu bukannya surat punya Sera yah?" Tanya Alika memungut surat itu dan..
"Testpack" ucap Clara kaget.
"Raf, bisa di jelasin?" Tanya Clara berusaha setenang mungkin walau air matanya sudah berderai deras.
"Raf jawab Raf." Ucap Clara mengguncang tubuh Rafi yang sama sekali tidak berkutik.
Sia, Sera dan Alika sangat iba melihat temannya bisa serapuh itu.
Kini pandangan Clara tertuju pada Sera.
"Sera, lo bisa jelasin ini semua sama gue?"
Tanya Clara dengan tatapan tajam membuat Sera menunduk, sungguh takut.
"Sory Clar, gue gu-"
"Cukup Ser, cukup gue tau punya sahabat yang nyatanya nikung di belakang, lo selalu perhatiin hubungan gue karena ternyata lo ngincer Rafi kan."
Sia dan Alika hanya tak percaya apa yang di alami sahabat nya sekarang.
" Ser, gue ga nyangka lo bisa sejahat ini sama Clara, dia itu sahabat lo, apa jangan-jangan gosip yang beredar bahwa lo mantan dari Rafi itu bener?"
Sia mulai tersulut emosi nya melihat sahabat nya terluka.
"Apa, lo mantan Rafi?" Tanya Clara benar-benar sudah terisak-isak.
__ADS_1
"Gue pacaran sama Rafi itu waktu kita kelas 1 SMP, itupun cuman beberapa minggu, gaada sangkut pautnya sama masalah ini." Jelas Sera merasa di hakimi.
"Cukup Ser, gue rasa persahabatan kita sampai disini." Putus Clara melenggang pergi menuju stand nya.
"Assalamualaikum."
"Walaikumsalam."
Tepat dengan kepergian Clara, tibalah gadis bercadar masuk menghampiri mereka.
"Sia.."
Panggil gadis itu.
"Iyah, anda siapa yah?" Tanya sera sedikit bingung, dia mengenal suaranya namun tidak dengan tampang nya.
"Ini aku Ayu, sahabatmu."
"Ayu, apa kabar. kamu udah berubah maaf aku gak ngenalin kamu."
Tanya Ayu membuat yang lain merespon tanda tanya.
Rafi, Sera dan Alika sudah mengetahui tentang Ayu yang menjadi sahabat Sia dan Clara.
"Kamu udah ketemu Clara?"
"Udah, malah tadi aku berangkat bareng sama dia."
Jawaban Ayu membuat Rafi memandang nya penuh tanya.
"Lo serius pergi bareng Clara?"
Tanya rafi penasaran.
"Iyah, tadinya aku bareng sama kakak aku bang Adam, waktu aku mau kesini tiba-tiba mamih nya Clara minta aku buat berangkat bareng sama Clara, katanya mobil mamih Clara mogok, jadinya kita bertiga pergi bareng deh."
__ADS_1
DEG.
"Lo denger sendiri kan Raf, puas lo udah ngebentak Clara hah?"
Kini emosi Sia sudah benar-benar membludak.
"Ayo Yu kita susul Clara, dia pasti butuh sosok kita, Sa.ha.bat. nya." Ucap Sia penuh penekanan di kata 'sahabat' dengan maksud menyindir Sera.
"Alika, lo tunggu di sini aja , jagain tuh si ****** jangan sampe di ngerusak mood sahabat gue Clara."
Murka sudah Sia.
"Oke, gue jagain si Sia, itung-itung belajar jagain ibu hamil wkwk."
Ucap Alika membuat Sera menangis.
"Gue gak sehina itu lik, kalian semua salah faham." Lirih Sera ditengah tangisannya.
"Ser, gue mau kejar dulu Clara, gue mau jelasin ke dia, lo tunggu disini."
Pamit Rafi yang di angguki Sera.
Di stand, Clara sudah ada di pelukkan Ayu dan Sia.
"Gue salah percaya sama dia, gue salah, kalo aja gue dari awal gak nerima cinta dia, mungkin akhirnya gaakan terlalu sakit kaya gini."
Sia dan Ayu sama-sama bungkam, mereka merasa pilu mendengar ucapan putus asa Clara.
"Assalamualaikum."
"Walaikumsalam."
"Bang,"
Sapa Ayu melihat Adam memasuki stand.
__ADS_1