2 Hati 1 Cinta

2 Hati 1 Cinta
20. Berkorban


__ADS_3

"Bagaimana dok, apakah darah kami cocok dengan Clara." Tanya Isti pada sang dokter yang keluar dari ruangan laboratorium.


"Maaf, hanya darah pak Bara saja yang cocok dengan Clara."


Ucap dokter itu dengan wajah sendunya.


"Kalau begitu ambil saja darah saya sebanyak yang dibutuhkan." Tawar Bara.


"Tapi pak, darah pak Bara tidak bisa di donorkan pada pasien karena dalam tubuh pak Bara terdapat beberapa efek


radiasi dari alat radioterapi untuk pengobatan kanker. Karena bapa dulunya pernah mengidap penyakit


Kanker paru-paru dan takut nya juga nanti malah berpengaruh buruk untuk kesehatan Nn. Clara" jelas sang dokter membuat yang mendengarnya merinding dan kebingungan.


"Kalau begitu periksa darah saya dok siapa tau cocok." Tawar Rafi.


"Saya juga dok, siapa tau ada keajaiban dari Allah." Turut Adam yang mendapat ucapan amin dari yang lainnya.


.


.


.


"Tante jangan terus menangis lebih baik kita semua shalat berjamaah, kita berdoa sama Allah, bagaimana pun, Allah lah yang memberikan penyakit dan Allah pula yang akan menyembuhkan penyakit itu. Kita gak boleh berhenti untuk berdoa, sesungguhnya kita tidak akan merasakan kecewa ketika kita berdoa kepada- Nya." Ucap Adam setenang mungkin.

__ADS_1


" Sebentar lagi ayah dan bunda Adam sampai, jadi mereka akan menjaga Clara, kita solat berjamaah yah." Lanjut Adam yang diangguki semuanya.


.


.


.


Selepas shalat Dzuhur, mereka kembali keruangan rawat Clara, sudah ada dokter dan kedua orang tua Adam disana menampilkan senyuman yang menyiratkan arti bahagia disana.


"Alhamdulillah pak, bu semuanya. Darah Adam dan Rafi cocok dengan golongan darah Clara."


Ucap dokter membuat yang mendengar nya mengucap syukur Alhamdulillah.


"Adam, Rafi semoga pengorbanan kalian menjadi amal pahala yang berlimpah untuk kalian yah." Ujar Bara berterima kasih kepada Adam dan Rafi.


"Donor darah nya sudah di lakukan dengan baik, mungkin beberapa jam lagi Clara akan sadar."


"Baik terima kasih dok."


.


.


.

__ADS_1


"Engh..ha-us.." lirih Clara.


Refleks Isti memberikan minum pada anaknya.


"Alhamdulillah sayang kamu sudah bangun nak." Ucap Isti penuh syukur.


"Ma-mih."


"Iyah sayang."


Isti memeluk anak semata wayangnya.


"Kok Clara bisa ada disini mih?" Tanya Clara sudah dengan posisi duduk di kasurnya.


Hanya ada Isti disini, karena yang lainnya harus pulang terlebih dahulu.


"Kamu kecelakaan sayang, dan kamu sudah koma selama satu minggu lebih tapi Alhamdulillah ada Rafi dan Adam yang mendonorkan darah untuk kamu dan akhirnya membantu kamu cepat sadar " terang isti seraya menyisir rambut Clara.


"Kecelakaan?" Beo Clara.


"Iyah sayang, kamu menolong tante Renata yang hampir tertabrak truk."


"Tante Renata selingkuhan papih mih?" Tanya Clara sedikit emosi.


"Sstt tenang dulu sayang, tante Renata sudah menjelaskan semuanya sama mamih, ini cuman kesalah fahaman sayang.."

__ADS_1


Ucap Isti setenang mungkin takut terjadi apa-apa pada anaknya.


"Iyah sayang, jadi tante Renata itu adalah mamahnya Amel musuh bebuyutan kamu, Amel mengganggu kamu itu karena dendam tante Renata yang menyangka kalau suaminya Boy meninggal karena di tabrak mamih, padahal Boy sendiri yang menabrakkan dirinya ke mobil mamih, karena merasa kecewa dengan tante Renata yang selingkuh. Dan papih sama sekali gak selingkuh sayang, papih terpaksa mengikuti setiap kemauan tante Renata karena tante Renata mengancam akan melaporkan mamih ke polisi kalau papih gak menuruti kemauannya...."


__ADS_2