
"Sayang kamu habis nangis?" Tanya Isti melihat Clara dengan mata sembab.
"Ngga kok mih, tadi Clara cuman kelilipan aja." Bohong Clara.
"Yaudah kalo gitu kita langsung pulang aja yah, soalnya malam ini Ayu mau kerumah." Ucap Isti membuat Clara senang.
"Loh mih bukannya Ayu sebulanan lagi yah di Prancis?" Tanya Clara bingung namun tetap bahagia.
"Dia bela-belain dateng ke Indonesia lebih cepat karena pengen hadir di acara spesial kamu." Jelas Isti.
"Hari spesial?" Beo Clara masih belum mengerti.
Karena seingatnya, hari ini bukan ulang tahunnya, hari spesial maksud nya apa yah.
Tapi yaudah deh yang penting rasa sakit hatinya akan berkurang setelah bertemu dengan sahabatnya itu.
.
.
.
Satu jam yang lalu, Clara sudah sampai di rumahnya.
Kini Clara sedang menggunakan pakaian terbaik nya, sebenarnya itu permintaan Isti, Isti bilang akan ada tamu spesial untuk clara.
Clara yang tak sabar bertemu Ayu hanya manggut-manggut saja.
__ADS_1
Sekarang sudah berkumpul diruang tamu, ada Dewi, Bima, dan Isti semuanya sedang menunggu kehadiran Ayu dan Adam.
"Assalamualaikum." Salam suara pria dari arah pintu.
"Walaikumsalam." Jawab yang ada didalam ruangan serempak.
"Clara." Panggil seseorang dibelakang Rafi.
"Kamu Ayu sahabat ku?" Tanya Clara tak percaya melihat sahabatnya kini terbalut gamis lebar berwarna baby pink, jilbab besar dengan warna senada di tambah cadar hitam menutupi wajahnya kecuali kedua bola matanya.
"Iya Clar, kamu apa kabar." Tanya Ayu dengan suara lembutnya.
"Ba-baik." Jawab Clara gugup sekaligus minder melihat pakaian Ayu yang serba tertutup.
Berbeda dengan dirinya yang tengah menggunakan gaun putih selutut tanpa lengan.
Setelah semuanya terduduk, Bima berdehem mengisyaratkan agar yang ada disana terfokus padanya.
"Ya sebelumnya terimakasih Bu Isti sudah mengijinkan saya beserta keluarga berkunjung kemari, maksud dan tujuan saya kesini adalah untuk melamar Clara supaya menjadi istri dari putra saya Adam." Jelas Bima membuat Clara bengong seketika.
"Hah? Maksudnya?." Tanya Clara kebingungan.
"Clara Anastasya Bara Agung, saya Adam Nasution Ardiansyah ingin mengkhitbah kamu, apakah kamu bersedia menjadi pendamping hidup saya?" Ucap Adam sungguh-sungguh.
"Ma- maaf mih, om, bunda, Clara masih bingung Clara gak bisa jawab sekarang." Jawab Clara seraya pergi menuju kamarnya dan di susul Ayu.
.
__ADS_1
.
.
"Clar, kamu gapapa?" Tanya Ayu melihat Clara bengong di balkon kamarnya.
"Aku bingung yu." Lirih Clara pelan namun masih bisa di dengar Ayu.
"Bingung kenapa?" Tanya Ayu santai.
"Sama lamaran Adam tadi."
"Loh kenapa harus bingung sih, Allah kan selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya." Terang Ayu setenang mungkin.
"Maksudnya?" Tanya Clara mengernyitkan keningnya.
"Clar, bukan maskud aku buat puji-puji kakak aku yah, insyaallah laki-laki baik itu laki-laki yang datang, bersama keluarganya berniat baik untuk meminang kamu, bukan untuk mengajak maksiat, insyaallah Clar dia bisa jaga kamu."
Clara mengangguk menyetujui ucapan Ayu.
"Lebih baik kamu shalat istikharah aja yah, siapa tau Allah sudah mempersiapkan jawaban yang terbaik buat kamu." Usul Ayu.
"Tapi Yu, aku gak bisa, aku gak pernah shalat istikharah." Ucap Clara sedikit pelan karena malu.
Ayu tersenyum mendengar ucapan sahabat nya itu.
"Aku bakal ajarin kamu, Sekarang kamu ke air ngambil wudhu abis itu aku ajarin kamu shalat istikharah yah."
__ADS_1
Terang Ayu yang di angguki kembali oleh Clara.