2 Hati 1 Cinta

2 Hati 1 Cinta
21. Papih gak selingkuh


__ADS_3

"Donor darah nya sudah di lakukan dengan baik, mungkin beberapa jam lagi Clara akan sadar."


"Baik terima kasih dok."


.


.


.


"Engh..ha-us.." lirih Clara.


Refleks Isti memberikan minum pada anaknya.


"Alhamdulillah sayang kamu sudah bangun nak." Ucap Isti penuh syukur.


"Ma-mih."


"Iyah sayang."


Isti memeluk anak semata wayangnya.


"Kok Clara bisa ada disini mih?" Tanya Clara sudah dengan posisi duduk di kasurnya.

__ADS_1


Hanya ada Isti disini, karena yang lainnya harus pulang terlebih dahulu.


"Kamu kecelakaan sayang, dan kamu sudah koma selama satu minggu lebih tapi Alhamdulillah ada Rafi dan Adam yang mendonorkan darah untuk kamu dan akhirnya membantu kamu cepat sadar " terang isti seraya menyisir rambut Clara.


"Kecelakaan?" Beo Clara.


"Iyah sayang, kamu menolong tante Renata yang hampir tertabrak truk."


"Tante Renata selingkuhan papih mih?" Tanya Clara sedikit emosi.


"Sstt tenang dulu sayang, tante Renata sudah menjelaskan semuanya sama mamih, ini cuman kesalah fahaman sayang.."


Ucap Isti setenang mungkin takut terjadi apa-apa pada anaknya.


Jelas Isti panjang lebar sampai tak terasa waktu menunjukkan pukul 3 sore.


"Assalamualaikum tante.."


Ucapan salam beriringan dengan ketukan pintu dari luar membuat Clara dan Isti menoleh ke arahnya.


Ternyata sudah ada Rafi, Adam, Sera, Sia, Alika, dan Amel.


"Tante, tante pulang dulu aja, biar kita yang jagain Clara." Tawar Sia yang di angguki Isti.

__ADS_1


"Sayang mamih pulang dulu yah."


Pamit Isti lalu melenggang meninggalkan ruangan Clara.


"Clar.." panggil Amel yang di balas deheman oleh Clara.


"Clara aku minta maaf atas kesalahan aku selama ini, aku udah sering jahatin kamu, bahkan aku tega ngerusak hubungan pertemanan." Tersirat ketulusan disetiap penuturan Amel.


"Maksud kamu?" Tanya Clara mengernyitkan keningnya.


"Jadi sebenarnya surat sama testpack itu punya aku, tapi itu semua palsu, aku sempet jebak Rafi di acara perayaan kemenangan tim basketnya Rafi waktu di bukit, tapi sebenarnya kita gak pernah ngapa-ngapain kok, semuanya palsu niat aku cuman bikin kamu hancur itu aja, tapi Alhamdulillah aku di sadarin sekarang kalo apa yang aku lakuin itu salah."


Jelas Amel penuh kesungguhan.


"Terus kenapa aku pernah liat Sera sama Rafi ketemuan di cafe terus bonceng an." Tanya Clara masih kebingungan.


"Terus kenapa aku pernah liat Sera sama Rafi ketemuan di cafe terus bonceng an." Tanya Clara masih kebingungan.


"Jadi gini Clar, aku waktu itu gak sengaja denger keributan Rafi sama Amel di lorong sekolah yang ngebahas tentang kehamilan mereka."


Kini Sera bersuara menjelaskan.


"Iyah, dan saat itu, aku minta tolong sama Sera buat merahasiakan dulu semua nya sebelum ada bukti yang sebenarnya, aku gagalin nemenin kamu ke toko alat musik karena aku diminta Amel untuk periksa ke dokter kandungan, saat itu aku percaya karena aku juga lagi cari bukti."

__ADS_1


__ADS_2