
“ Riel...... Riell,,,,,,,, “ suara bising
memanggil namaku dan aku sangat mengenal suara itu tidak penting aku balas.
Ini adalah pekerjaan yang lebih menarik tepat ada dihadapanku. Aku sedang mendekap perempuan yang cantik dan seksi kami masih asik berciuman semakin panas lidah berputar dan sekali - sekali aku
meraba pantatnya iya sangat sesuai seleraku bulat seperti buah melon.
“ Krekk “ bunyi pintu dibuka tanpa ada ketokkan, mereka melihat aktifitas kami dengan bengong terlihat air liur menetes, dengan malas aku hentikan itu semua lalu menghadap mereka
“ Sayang pergi dulu keluar nanti kita lanjutkan “ bisikku
dengan pelan di dekat telinganya tentunya dia pergi dan membenarkan
penampilannya yang cukup berantakan karena perbuatan kami tadi.
“ Kalian memang paling pintar kalau disuruh mengganggu, awas saja kalau tidak penting “ mataku menjelit dengan kedua temanku yang bodoh ini tanganku mengambil rokok yang ada di atas meja dan menyalakannya
berniat untuk menghisapnya
“ Ini penting bro, penikmat loe itu bisa nunggu kok “ si cowok dengan perawakan tinggi ini menjelaskan dengan sangat antusias
“ Loe di tantang geng Wira “ aku masih menanggapi berita itu dengan santai
“ Apa urusannya gue sama geng, gue gak tertarik sama geng itu “ masih menikmati rokokku
__ADS_1
“ Masalahnya mereka yang tertarik sama loe “ jelas temanku yang tidak banyak bicara tapi kecerdasannya
melebihi kami
“ Maksud loe Kris ? “ dia yang tadi berdiri kini duduk dengan santai dan di ikuti dengan kami tidak tau kenapa kalau dia yang menyampaikan informasi, aku sangat tertarik dengan informasi itu
“ Coba loe pikir area loe sering balapan adalah area kekuasaannya dan loe populer atas kemenangan loe pastinya kepopuleran loe ini yang memancing geng itu karena mereka merasa loe jadi ancaman mereka “ iya dia memang penjelas yang cermat mau otak sekurang apapun kalau dia yang menjelaskan kita langsung mengerti
“ Ahhhh apa sih anjing - anjing menggonggong itu “ suasana hatiku yang baik dengan seketika tersecemar
“ Itu situasi yang buruk Riell” Adipati memberi tahu sesuatu yang sudah jelas
“ kita gak bisa ngelawan dia Riell ? .... kita disini gak bergeng, Cuma kita berempat lebih baik mundur dengan teratur “ jelas cowok cerdas ini tapi aku tidak terima dengan kata - kata mundur teratur, aku bukan pecundang.
“ Kalau mereka berencana menyerang kita, sebisa kita pancing mereka ke pertempuran jalanan bukan aduh tinju “ hanya saran ini yang bisa aku lakukan kali ini
Mood gue bener-bener rusak karena kabar sialan itu “ Tok,,,, tok,,,, “
“ Masuk “ cewek cantik dan seksi masuk dan tetap berdiri mungkin dia tau aura emosiku dan tidak mendekat dia tau posisinya bila tuannya memberi perintah dia akan menurutinya
“ Lebih baik kau pergi, aku lagi tidak berminat ini uangmu “ suasana hatiku semakin kacau, aku meletakan uang di meja yang ada dihadapanku
“ Baiklah “ jawabnya lirih dia mengambil uangku.
Dia salah satu wanita simpananku yang dikenal orang dengan wanita ******.
__ADS_1
Kalau aku lagi mau aku memesannya jangan salah tak semua cewek bisa di jejali padaku sejauh ini hanya dua yang selalu melayaniku dia dan satu lagi mereka sangat menurut padaku aku lebih suka cewek penurut dari pada pebangkang.
Aku adalah mahasiswa Tekni sekarang sudah semester 5 tapi bagiku kuliah adalah sambilanku memenuhi kewajibanku untuk berbakti dengan orang tua
Kesibukanku adalah seorang pembalap jalan maupun pembalapan
berlaga karena hal ini aku cukup kaya iya gila ajah sekali balapan orang bisa taruhan 3 M bayangkan kalau gue terus menang gue paling kaya kali itulah alasan gue enggan pergi dari balapan dan kalau sudah berurusan dengan balapan hatiku sangat tenang dan senang.
Kalau masalah mobil mudah karena jujur ajah orang tuaku pebisnis sukses dan mobil sport keluaran terbaru bukan apa-apa bagi mereka tapi aku juga berpikir nilaiku tak setinggi itu.
Hidup gue tambah sempurna dikalangan sosial karena aku mempunya 3 teman tampan dan kaya serta pacar yang gak kalah cantik bagai artis semua kenal dia yang bernama Jovita Chasye tapi gue sama sekali gak ada perasaan dengannya semuanya hanya demi menutupi kedok dan menunjukan kami ini adalah pasangan sempurna iya pencitraan di kalangan sosial.
“ krek,,,,,”bunyi pintu dibuka dengan sangat jelas dan suara lengkingan yang amat aku benci merusak gendang telingaku membuat suasana menjadi tidak kodusip.
Terdengar gema semakin keras setelah dia masuk dan ada dihadapanku
“Adriell,,,,, loe kenapa gak ke kampus, dan chat gue gak loe balas “ cuma karena ini dia memghampiri aku sampai sini, aku bangkit dari tempat duduk dan mendekatinya mencoba menahan amarahku
“ Gue lagi malas ke kampus “ kata - kata mencoba tetap perhatian pada cewek yang ada didepan gue ini, mataku mengarah meja kecil dekat pintu berharap dia mengerti apa maksed gue
“ Itu hp gue lagi mati “ dia duduk dengan seenaknya iya dia dari golongan anak orang kaya kami sama - sama berwatak keras kepala, egois, tidak mau ngalah dan sikap ngatur itulah yang membuat aku berpikir seharusnya dia bukan jadi pacarku tapi jadi duplikatku dalam versi cewek.
Tapi bagaimana lagi, walaupun kegini - gini dia pacar gue, mau itu serius mau itu becanda sekali gue sepakat pacaran iya gue akan jalani sebagai pacar.
Tapi jika pacaran dengan Chasye iya hanya formalitas dia tidak perna melarang - larang aku jangan ini jangan itu ataupun cemburu bukan mainan dia.
__ADS_1
Dia duduk dengan langsung menyenderkan seluruh kakinya dikursi, aku mengambil minuman kaleng sebagai tuan rumah yang baik.
" Minum nih, loe pasti haus teriak - teriak " dia tertawa dan mengambil minuman itu, dia ngerasa aku sindir tapi dia orangnya tak mudah sakit hati atau baperan.