ADRIELL

ADRIELL
ADRIELL Episode 9


__ADS_3

Setelah aku keluar dari mobil itu dia langsung pergi ke rumah “ astaga aku lupa  tanya  namanya, tapi pacarnya memanggilnya Riell mungkin itu namanya iya “ 


Dia orang yang baik semakin kesini aku semakin menemukan orang - orang baik syukurlah keberuntunganku semenjak aku bertemu dengan pangeran penolong hal - hal yang baik  saja yang terjadi tidak seperti dulu sudah diejek jelek, miskin juga dihianati dengan teman sekaligus dimanfaatkan sudah kurasakan asam pahitnya hidup dikota besar ini.


 “ Sudah pulang saja kau bersenang - senang Riell gimana bodynya  apa gak kalah dengan dua tuan puterimu yang biasa “ seru Adipati gaya mengejek


“ Adipati jangan loe lupakan tuan puteri


sahnya  “ tambah Kris 


“ Kalian ini sudah mirip cewek saja sibuk


sekali, sayangnya gue sama sekali belum menyentuhnya sehelai rambutpun “


“Kayanya ada yang main peran palahwan - palahwanan “  balas Adipati 


“ Kita lihat ajah nanti. Oh iya gimana pertandingan itu ? “


“ Mereka setuju, nanti malam jam 22:00


di bundaran “  tambah Kris 


“ Bagus kalau pertandingan  dijalanan itu serahkan ke gue  “ menatap Kris dan Adipati


“Seandaikan mereka susah bernego gak masalah kita main kekerasan Riell “  sambung Adipati 


“ Gue malas berurusan dengan kepolisian,


seminim mungkin kita buat mudah ajah “ .


Temanku diantara mereka berbertiga aku lebih dekat dengan Kris  dan  Adipati  sedangkan Tinton sebenarnya aku sangat bertolak belakang namun dia teman dekatnya Adipati iya sebagai orang yag terbuka iya aku anggap dia temanku juga.



Malam ini tepat di bundaran tempat yang dijanjikan kami berempat sudah ada ditempat iya gue, Kris, Adipati


dan Tinton 


“ Ternyata  kalian tidak kenal takut “ ternyata kami disambut dengan kata - kata yang menyebalkan yang memandang orang lebih rendah dari dirinya


“ Tentu, bukannya ini hal yang menyenangkan “ menatapnya menantang


“ Berapa berani loe taruhan ? “


“ Gue ngikut berapa ajah yag loe mau “ 

__ADS_1


“ Kalau gue mau kaki loe gimana “ makin menjengkelkan ajah nih orang gue harus tahan emosi


“ Anjing loe,, ini gak manusia gila !”  seru Adipati yang emosi 


“ Gimana kalau kita minta dua matanya Riell “ Kris mengatakan dengan  nada santai 


“ Gue mau main bersih Kris, lagi pula duit


lebih mengiurkan karena gue gak butuh matanya “  


“ Sial loe ngeremehi gue “ bodoh dia yang memancing emosi mala dia yang kemakan dengan emosinya sendiri


“ Loe beruntung ****, setidaknya mata loe


selamat kali ini “ tambah Tinton dengan enteng 


“ Gue mau 2 M  setimpalkan dengan


harga kaki gue “


“ Oke “ .


Pertandingan  dimulai seperti biasa gue fokus untuk balapan dengan tepat aku tancap gas kali ini masih gue yang memimpin karena itu terkadang aku ganggu jalannya dengan berbelok ke arah mobilnya yang membuat dia


"Ohhhh,,, ternyata yang menantang aku hanya bocah ingusan dan gue menang  “


Hore,,, prok,,, prokk,,,, “ suara gemuruh


penonton dia pun menyusul sampai finis  


“ Sesuai perjanjian loe 2 M “ 


“ Oke “


“ Ini no rek 3788921 “ tambah Kris 


“ Nih tanda transfernya “ menunjuhkan ponselnya yang terterah tanda transfer berhasil


“ Oke, urusan kita selesai “


“ Kan gue udah ngomong loe beruntung cuma 2 M yang hilang bukan mata loe “ bisik Tinton ke musuh kita  lalu kami pergi.


Malam ini saksi pesta kami merayakan kemenangan sekarang yag duduk di bar hanya aku dan Tinton sedangka yang lain yang duduk minum dengan perempuannya


“ Kenapa loe minta 2 M sedangkan loe bisa mencokel dua matanya,  apa loe takut ! “ 

__ADS_1


“ Gue gak takut tapi untuk minggu ini gue mau main bersih udah banyak masalah yang tercium ke sosial itu akan menjadi masalah yang ribet lebih ribet dari dapati mata brengsek tadi “ selagi mengeguk alkhol


“Oke setidaknya alasan loe gak buat gue kecewa, loe memang pantas jadi Rival gue


dan semoga suatu saat kita bisa satu pertandingan meskipun nyawa taruhannya gue gak akan menyesal “


“ Gue juga gak keberatan “ mata kami bertemu yang satu sama lain memancarkan penuh percaya diri. Gue akui Tinton memang benar - benar pembalapan yang gak bisa diremehkan makanya dia sangat percaya gue pasti menang sebelum bertanding namun aku tak mengerti sifat Tinton yag sebenarnya mungkin karena aku tidak terlalu dekat dengan dia.


“ Loe udah lama kenal sama Tinton “ seru Kris santai membuka pembicaraan ditengah meraka berdua berpesta


“ Udah sejak kami SMA, kenapa emangnya  ? “  tangan Kris melambaik menggerakan seakan mengatakan kalian pergi dan semua cewek yang tadi menemani Kris minum pergi


dari ruangan VIP ini


“ Kalian juga bisa pergi “ aku juga mengusir yang lain 


“ Loe kan tau kita nganggap Tinton teman


karena dia teman dekat dengan loe, gue harap dia gak menikam kita dari belakang “  Kris berkata serius


“ Gak mungkin itu, gue tau Tinton “ 


“ Gak mungkin sama loe tapi mungkin sama gue dan Adriell  tapi jika dia nikam gue sama Adriell jangan salahi gue peluruh ditangan gue menembus otaknya “ meragakan dengan tangan yang di arahkan ke kepala seakan sedang menembak kepala.


“ Kalian berdua sudah selesai berpesta ? kenapa disini sudah sepi saja ?” aku datang bersama Tinton namun disana hanya ada mereka berdua dan beberapa minuman dimeja


“ Hallo,, suruh gadis - gadis yang biasa ke ruangan VIP 911” aku menutup telponku


“ Ayolah kenapa kalian gak memaggil gadis - gadis kalian juga “ duduk dengan santai beberapa saat datang segerombol


gadis - gadis iya 2 diantara mereka adalah gadisku dan yag lainnya milik Tinton


gue akui dia juga juragannya para cewek - cewek ini.


“ Hay... sayang - sayangku udah lama kita gak bertemu “  diantara mereka berdua salah satu langsung mendarat di pangkuan gue dan langsung mencium bibir gue iya gue sebagai cowok pasti cepat mengkuti.


Sedangkan yang satunya duduk di samping gue dan berniat menuangkan alkohol namun dengan cepat tanganku yang bebas memeluk pinggang ramping dan menariknya agar duduk menempel denganku selagi gue masih kissing dengan yang dihadapan gue tangan gue juga lancar merabah dada besar gadis yang ada di sampingku karena perlakuanku dan Tinton akhirnya mereka berdua mengundang gadis - gadis mereka sekarang kami berpesta sampai pagi.


Pagi itu aku bangun di kamar hotel tapi jangan pikirannya cabulnya aku belum mainnya sejauh itu aku terlalu mabuk jadi aku sudah memesan hotel didekat bar ini dan sekarang aku di hotel ini


sendiri yang lainnya juga ada dihotel ini dengan kamar masing - masing berserta


urusan mereka. 


“ Kepala gue sakit baget, gila banyak baget gue minum gue gak sanggup kali ini dengan kondisi gue ke gini “ aku kembali rebahan mencoba memejamkan mataku di empunya kasur hotel.

__ADS_1


__ADS_2