ADRIELL

ADRIELL
ADRIELL Episode 19


__ADS_3

Dua hari ini kami tidak ke kampus. Kami habiskan waktu untuk mengatur strategi untuk melawan musuh pereman yang sudah dijanjikan itu.


Tepat singan ini Adriell, Tinton,  Adipati  beserta  geng brandalnya total kami 11 orang.  Jumlah ini tergolong sangat berguna apa lagi nota bane kami bisa bela diri.


Ini tidak seperti perang lebih mirip seperti taruran, banyak orang membawah pisau, palu, pemukul dari besi dan juga balok.


" Serang....  " seru geng lawan.


" Serang....  " bang Pras mengumandan  keras menggelegar memberi intruksi.


Perkelahian dimulai dengan dia memukulku dengan tinjuan aku tangkis dengan keras saat dia masih fokus padaku ini kesempatan aku menghantam perutnya dengan tinjuan tanganku yang satu lagi beberapa kali sampai dia terjatuh terkapar di tanah.


Karena mau mempercepat pekelahian ini aku naik ke palungan papan lalu melompat ke arahnya menerjang lehernya dengan kaki lalu mendarat dengan sempurna sedangkan sang lawan terkapar.  Tidak hanya satu yang aku kalahkan, sudah lebih dari 15 orang dan pekelahian ini di menangkan oleh kami.


Orang lawan banyak tapi kalau dalam skill benar-benar seperti bukan pereman lebih apik bang Pras 4 kali lipat.


" Makasih Riell udah bantu gue " bang Pras mengulurkan tangan tanda terimakasih


" Ingat bang janji abang jangan buat gue ikut campur urusan preman lagi kalau abang ikar janji gue gak segan-segan bunuh lo bang " menatap dengan tatapan tidak suka bukan karena Adriell tidak suka membantu orang tapi dia sadar dunia gelap seperti preman, mafia ataupun gemster itu sangat luas sekali mencelupkan diri jangan harap keluar dengan utuh.


Iya sebagai contoh temannya sendiri Kris. Adriell saja masih berusaha untuk menghadapi teror-teror yang dihadapi sahabatnya itu.


" Padahal gue mau tawari lo masuk geng gue dan menawari lo pangkat yang cukup tinggi disini tapi sepertinya langsung ditolak mentah-mentah " bang Pras tertawa keras.


" Gue gak tertari,  ingat ajah janji lo bang " kami pergi meninggalkan kediaman markas preman itu.


" Bagus itu Riell, kita hanya ongkang-ongkang kaki ada yang nganter uang ke kita " seru Tinton.


" Kalau lo mau silangkan gabung gue gak mau ikut gituan " menatap Tinton tajam


" Heiii...  Gue becanda,  mana ada waktu gue ngurusi itu. Gue kan masih kuliah dan juga masih asik main sama cewek - cewek gue " menyenggol bahu Adriell sambil tersenyum konyol.


" Makanya jangan main-main lo kalau ngomong " Adipati memukul bahu Tinton dengan kuat hingga mereka bertiga berjalan beriringan.


Sampai di beskem Kris sudah duduk di sofa menunggu kami.


" Bagaimana,  menang? " kami duduk didekatnya.


" Seharusnya kalian ajak gue, langsung gue tembak mereka " tambah Kris yang melihat kami tidak ada jawaban sama sekali.


" Menembak bangaimana, bergerak saja masih kaku tanganmu itu " Adipati mengejek.


" Awas kau,  nanti kalau gue sudah sembuh by one saja " Kris merasa tidak senang.


Adriell beranjak dari kursi mengambil jaket beserta kunci mobil.


" Mau kemana Riell " Adipati penasaran.


" Gue mau putus sama Chasye " mereka bertiga langsung bengong mencerna kata-kataku.


" Serius lo mau putus sama Chasye, gue yakin ini akan jadi berita yang boming " Tinton mulai mengeluarkan senyum piciknya.

__ADS_1


" Beneran lo mau putus,  pasti setelah ini akan banyak yang ngejar lo lagi " Adipati menambahkan pendapat.


" Apa lo udah suka sama yang lain " Kris seakan paling melo bicara tentang perasaan.


" Kris...  Kenapa lemah sekali lo, bukan masalah perasaan ini gue udah ngomong bagi gue cinta itu abstrak gue belum tau itu tentang cinta " pergi menglonglos  pergi.


" Lo nanyai perasaan sama Adriell mana lah dia percaya tentang begituan " Adipati mulai nyiyir tapi itu memang nyata.


-------------


Chatan dengan Chasye.


Adriell


" Dimana? "


Chasye


" Rumah? "


Adriell


" Gak kampus? "


Chasye


" Gue mau nenangi diri dulu "


Adriell


" Ayo ketemuan, ada yang mau gue omongi sama lo. Gue kirim alamatnya "


Chasye


" Oke gue akan kesana "


.


Tepatlah mereka ada disebuah cafe yang cukup terkenal.


" Apa yang lo mau omongi " Chasye menyedot minuman caramel chocolate favoritnya.


" Ayo kita putus " santai dalam satu nafas bernada datar tapi sukses membuat Chasye terbatuk - batuk.


" Uhuuukkkk....  Uhuuuuukkk...  " Adriell segera menepuk-nepuk punggungnya agar proses keseleknya tidak begitu menyakitkan.


" Kok tiba ke gini " Chasye terlihat raut muka marah.


" Sudahlah yang terbaik, lagi pula ini hubungan bukan hal serius ini didasari dengan hubungan sama-sama mendapat keuntungan,  iya udah gue permisi ada urusan " mau beranjak dari kursi tempat duduknya.


" Lo gak bisa gini Riell " suara Chasye membentak

__ADS_1


" Chasye,  lepasi gue. Jujur gue gak ada  perasaan apa-apa sama lo dari awal kita pacaran ini hanya sebuah kesepakatan " kali ini Adriell benar-benar meninggalkan chasye tanpa menoleh.


" Jahat lo Adriel....  Jahat.... "


Dari saat itulah hubungan keduanya benar-benar berakhir hingga keesokkannya  mereka sama sekali tidak tegur sama.


Berita mereka putus juga sudah menjadi trending top di kampus.


Dulu yang menjadi penggemar Chasye yang cantik itu kembali mengejar Chasye.


Tak jauh berbeda dengan Adriell sudah banyak cewek yang mengampirinya memberi kado, makanan, bahkan surat.


Di kampus.


" Wau...  Banyak banget nih hadia di meja lo Riell" Adipati mengambil salah satu kado dari tumpukan kado cantik terbungkus bermacam-macam warna ada di atas mejanya.


" Lo mau...  Ambil ajah " Adriell tidak menggubris dan langsung duduk di kursi.


" Kalau makanan sih gue mau kalau yang lain gak lah " Adipati meletakkan kado itu membali.


Tak lama mereka bercengkrama datanglah gadis yang tiga hari lalu menolak berbincang-bincang padanya.


" Riell...  " dengan sigap teman-temannya beranjak meninggalkan mereka berdua.


Adriell melihat gadis itu masih dengan duduk dia masih marah karena seakan harga dirinya di injak-injak gadis itu.


" Riell.... " dengan lirih berusaha agar Adriell dapat membalas panggilannya itu.


" Iya ada apa? " masih cuek dan dingin


" Maafi aku kemarin,  aku salah cueki kamu, aku ada masalah makanya gak mau di ganggu".


" Cuma itu " dengan tatapan tidak suka.


" Saling memaafkan itu baik loh " merasa bersalah


" Gue bukan orang baik " masih cuek


" gak.... Lo orang baik " dengan nada semangat Adriell menatap gadis itu.


" Dia bisa saja membuat suasana hatiku membaik padahal aku sangat kesal padanya karena dia cueki gue " membatin Adriell


" Gue maafi lo ada syaratnya " masih cemberut


" Iya udah apa, kalau aku bisa aku usahai penuhi "


Adriell menggerakan jari telunjuk dan tengan menggoyakan menandakan kemari atau lebih mendekat.


Jola tau maksud Adriell dia mendekat lalu Adriell berbisik di telinga gadis itu.


- Happy Reading -

__ADS_1


__ADS_2