
Karena permintaan Adriell, Jola harus ikut Adriell ke baskemnya.
Diperjalanan menujuh beskem Adriell
" Di rumah masih ada bahan makanan yang akan di masakkan? " bertanyak pada Adriell yang masih sibuk menyetir.
" Iya mana gue tau lah, gue gak pernah menyentuhnya " dengan santai
" Serius " merasa heran karena terakhir Jola berkunjung sudah banyak bahan makanan apakah bahan itu akan menjadi sampah dengan percuma.
" Baiklah, ayo kita ke pasar dulu "
Adriell tidak menjawab tapi melaju ke arah pasar sesuai permintaan gadis itu.
Mereka memarkirkan mobilnya dan terpaksa harus berjalan kaki untuk masuk ke arah pedalaman.
Keadaan jalanan becek dan kadang ada tanah gempur bewarna hitam serta ada bau-bua amis, busuk, aroma bumbu dan lain-lain bercampur jadi satu tidak bisa di jelaskan.
" Kenapa kita tidak ke supermarket saja " memperhatikan sepatunya yang sudah ternodai dengan lumpur serta air coklat yang bergenang.
" Kalau disana harganya 3 kali lipat dan juga kurang segar " berjalan didepan tidak peduli dengan Adriell.
" Astaga sepatuku... Ini juga pasar kenapa jalanannya gini, lihat ajah kalau gue jadi presiden gue buat nih pasar jadi pasar elit " membatin Adriell.
Adriell mengekor di belakang membawah bahan-bahan yang dibeli dan membayarnya itulah tugasnya.
Jola berhenti ke salah satu tempat manisan yang menjual jajanan pasar yang kebanyakan tradisional seperti cenil, donat gula yang kecil-kecil, lapis, lemet, dan banyak lagi.
Jola membeli cukup banyak donat dan yang lain.
Saat berjalan kearah parkiran Jola menikmati jajanannya.
" Kau sanggup makan itu " dengan perasaan ngeri.
" Kenpa ini enak loh, mau coba " Adriell langsung menggeleng.
Saat di dalam mobil
" Ayo coba enak tau, ini makanan ciri khas daerah saya " menyodorkan cenil ke arah Adriell.
" Tapi tempatnya tadi "
" Aku jamin kau tidak akan sakit perut kalau kau sakit aku akan bertanggung jawab " ujarnya penuh kepercayaan diri.
" Baiklah " karena Adriell sedang menyetir Jola menyuapkan cenil itu ke mulut Adriell.
" Enak ? " Adriell perlahan mengunyah karena kental dia terus mengunyah lalu meresapi rasa makanan itu.
__ADS_1
" Bolehlah " jawabnya singkat.
.
Saat sampai di beskem kediaman Adriell.
Tempat itu sepi hanya ada Kris yang tertidur di sofa dengan Tv menyala.
" Dasar pengangguran kerjaannya disini terus "
Adriell duduk dihadapan Kris sedangkan Jola langsung mulai ritual memasaknya.
" Lo udah pulang? " Kris bangun
" Udah dari tadi kali " memainkan hp.
Tak beberapa lama ada suara yang memanggil mereka.
" Ayo makan... udah masak " seru gadis manis ini.
" Jola sejak kapan lo ada disini? " Kris masih bingung dari tadi dia ada di ruang tamu tak sadar kalau ada Jola.
" Udah dari tadi kali Kris, kemana ajah kamu " tertawa melihat tingkah Kris.
" Gue chat Adipati sama Tinton biar makan makanan enak " mengetik di ponsenya.
" Lo kenapa? " jawab mereka serentak tidak tau bisa sekompak itu.
" Aku gak papa, kalian makanlah duluan aku sudah menyisahkan banyak lauk di lemari itu untuk Adipati, Tinton bisa juga untuk besok harus di panasi dulu "
" Gur gak tau cara manasinya " Jola menarik tangan Adriell
" Sini aku ajari "
Mereka berdua sudah ada dihadapan kompor.
" Ambil wajan, ambil makanan yang mau di panasi lalu sedikit kasih air lalu hidupkan kompor, aduk-aduk sampai airnya kering lalu mati i kompornya selesai deh bisa dimakan.
Ngerti..... " melihat Adriell mencari jawaban akan pertanyaannya.
" Ngerti... Itu mah gampang "
" Asalkan bener ajah " Jola berjalan menujuh meja makan.
Adriell seperti biasa mengantar Jola dengan selamat tanpa kurang satu apapun.
.
__ADS_1
Jola
Keesokan harinya aku kuliah seperti biasa, Sakura sedang ada praktek lapangan jadi untuk beberapa minggu ini tidak di kampus.
Saat mau jalan ke arah kelas tiba-tiba ada yang ngelabrak Jola.
Ada sekitar 5 orang dan salah satunya aku kenal itu adalah pacar Adriell tapi tepatnya mantan sekarang.
" Plak.... "
Tamparan sukses jatuh ke pipi Jola hingga berbekas merah.
Rasanya perih, malu bercampur jadi satu sebab karena heboh begini kami jadi tontonan para mahasiswa.
" Lo yang goda cowok gue kan, kenapa sih selera Adriell jadi rendah banget ke gini, atau jangan-jangan lo main pelet iya agar Adrielk tergila-gila sama lo" Chasye mempermalukan habis-habisan Jola.
" Muka ajah sok lugu tapi moralnya dunguk " temannya yang lain ikut memaki.
" Makanya jangan percaya tampang polos isinya ajah *** " tidak henti-henti kata yang tajam sukses menggores luka yang tak berwujud tapi sangat menyiksah dan pedih.
" Sepertinya ada kesalah pahaman " mencoba mencari jalan keluar dengan berbicara baik-baik.
" Kita masih ada otak jadi bisa bedai mana yang palsu dan yang asli " temannya Chasye tak mau kalah.
Kali ini tidak ada pahlawan kesiangan yang akan menolong Jola sebab rombongan Adriell cs sedangan terhanyut di alam mimpi pasalnya tak ada mata kuliah dosen horor.
" Gue ingeti ke lo, gue gak akan rela mantan gue terutaman Adriell dekat sama lo rubah sialan. Jadi jangan lo pikir gue akan diam ajah saat lo godai dia. Dasar ******* " setelah mengatakan itu Chasye pergi diikuti teman-temannya.
Kini Jola mendadak terkenal saat di melewati koridor saja sudah banyak orang yang berguncing mengatakan banyak hal yang buruk tentangnya.
" Allah.... Apa salah aku berteman, aku hanya ingin mempunyai teman dekat seperti Adriell dan yang lain. Apa keinginan ku ini sangatlah terlampau jauh " air mata Jola terus berlinang hingga membasahi pipinya.
Untuk menenangkan diri Jola menyendiri di dekat kolam ikan jarang mahasiswa kesana.
Saat Jola sudah mulai tenang dan meredah rasa sakit dalam hatinya ada seseorang di belakangnya dan dia tau siapa itu.
" Bodoh lo... Mau dekat dengan moster seperti Adriell... Dia menyakitimu pelan tapi dipastikan lo akan hancur " Jola langsung menghadap belakang dan ditemukan sosok yang tambah membuatnya kesal.
" Redo.... Apa lagi sih kau, jangan sekarang kau mau berdebat denganku " kembali memandang kolam di depannya.
" Gue serius ngomongi ini ke lo, gue emang kasar sama lo tapi gue gak bisa ngancuri diri lo. Gue ngelakui itu karena gue gak mau lo gak bantui gue lagi untuk ngerjai tugas gue "
" Bantui, itu mah bukan bantui tapi manfaati aku. Minggir kamu " pergi meninggalkan Redo.
" Apaan sih Redo mala menghasudku begitu, masak sih Adriell sejahat itu sejauh ini dia baik kok orangnya " berjalan sambil menghela nafas berat.
- Happy Reading -
__ADS_1