
Jadi Kuat
Jola
Laki - laki itu benar aku harus jadi kuat jangan biarkan orang
menindasku lebih baik mati dengan terhormat dari pada menjadi pecundang
“ kaca mataku,,,,, emmhh jangan ngelu Jola lebih baik beli lensa saja berubah perlahan - lahan " Meratapi kaca mataku yang hancur.
"Oh iya aku gak tau nama cowok itu kalau aku bertemu dengannya lagi bisa aku akan teraktir makan sebagai ucapan terimakasih. Bodoh,,,,, kamu Jola “
Pagi ini semoga jadi pagi yang cerah dan menyenangkan, aku mencoba mengubah penampilan dengan kemeja merah maron dan lepis biru tua, ikat rambut belakang andalanku yang berbeda aku memakai lensa bukan kaca mata sangat tidak nyaman tapi yang banyak orang ngomng kalau cantik itu mahal dan sulit jadi iya sabar - sabar ajah dulu.
“ Hey cewek culun kerjai laporanku “ Redo menggedor meja yang ada di depanku dengan keras dan menyodorkan keliping di atas meja.
Aku menatap tajam dia dan beranjak meninggalkan kelas tidak menggubris apa katanya dia malah memakiku sambil mengikutiku dari belakang
“ Loe sekarang bukan Cuma culun yang tapi tuli “ diluar kelas dia menarik tanganku kasar dan mecaci maki diriku hingga mengundang semua orang untuk melihat.
Adriell
Hari ini aku ke kampus karena mata kuliah yang dosennya bisa panjang urusannya kalau gak masuk tapi yang kebiasaan kami bertiga nongkrong di laboratorium dekat kelas menejemen keuangan iya disana bersih dan ada bangku panjang yang kosong, tapi pagi itu ada yang merusak suasana pagi tenang ini dengan kegaduhan di depan kelas manajen keuangan, semua orang berkumpul disana
“ Woy Riell ramai banget yuk kita lihat “ ujar Adipati kepo iya gue juga penasaran
“ Iya “ kami mendekat kegaduhan itu
“ Cewek itu, baru kemaren
sekarang dia udah di timpah masalah lagi, tapi ,,,,” aku tidak menduga aku bertemu cewek itu dan ternyata dia satu kampus denganku, seakan jodoh.
Jola
“ Aku bukan budak kamu, jadi kerjai ajah sendiri “ aku melototi dia tidak mau kelihatan lemah
“ Sekarang loe berani iya,
mentang - mentang gak pakai kaca mata udah jadi melonjat loe itu sama ajah cewek culun “ dia menarik tanganku keras dan ingin memukulku aku menendang tulang keringnya serta menggigit tangannya yang mencengkram erat hingga tangan yang tadi mencengkramku terlepas
__ADS_1
“ Gak usah sentuh aku dengan tangan kotormu itu “ aku berlalu pergi
dari keramaian itu.
Adriell
“ Bolehlah cewek itu, setidaknya aku tak perlu turun tangan iya dia murid yang cukup pintar, sekali di ajari
sudah di peraktekkan, menarik sepertinya aku dapat mainan baru “ membantin dan tersenyum tipis karena pertunjukan itu dan berlalu pergi
“ Boleh juga itu cewek, penampilannya sih kurang tapi keberaniannya , bisa itu gue goda “ seru Adipati senang
“ Jangan sentuh dia,,,,” ucapku mengakhiri senyum bahagia Adipati
“ Kenapa ? “ balas Adipati penasaran
“ Dia mainan baru gue “ mereka
sejenak tersenyum tipis
Di kelas menunggu dosen datang
“ Woy,,, gue telat gak nih, udah masuk apa blom ?” sahut Tinton yang baru masuk kelas langsung ke tempat kami kumpul
“Enggak kok bro, dosennya blom datang “ jawab Adipati
“ Loe ke mana ajah semalam sampai bisa sesiang ini ke kampus “ ujarku karena memang dia lah yang selalu tidak terlihat
“ Biasa main sama cintaku, woohhh
permaiannya tambah lihai “ jawab dia penuh tatapan nafsu bejat
“ Dasar loe “ tambah Kris tersenyum kecil seakan menghina.
Aku beranjak dari tempat dudukku
“ Riell mau kemana ? “ si Kris bertanya
“ Toilet “ Jawabku singkat
__ADS_1
“ Gue temeni “ tambah Adipati
“ Gak usah, gue bukan bencong pake di temeni “ dengan nada kesal
“ Elehhh loe mau ngocok kan nafsu tadi dengar cerita gue“ goda Tinton yang membuat seisi kelas menatapku aneh
“ Bacot loe “ Jawabku sedikit membentak karena alangka kesalnya.
Saat aku ingin pergi ke toilet
aku melihat cewek itu duduk sendiri dan aku melihat tangannya bergetar hebat. Cewek iya sepertinya ketemu terus walaupun tidak direncanakan ataupun janjian.
Jola
“ Bodoh kamu Jola kenapa tanganmu bisa bergetar gini, bener kok yang kamu lakui” tanganku masih bergetar hebat teriang - iiang di kepalaku rasa takut
“ Hai ini minuman itumu “ Suara seseorang menyadarkanku
“ Minuman ,,,,” ada seorang perempuan cantik memberikan minuman
“Iya sepertinya kau membutuhkannya dari padaku “ tersenyum dan masih menyodorkan minuman itu
“ oke makasih “ aku mengambilnya lalu dia berlalu pergi.
" tumben ada yang baik " guman dalam hati
Adriell
Sepertinya cewek itu masih takut sampai tangannya bergetar begitu seperti dia sudah nenek saja tanganya termor gitu.
Aku membeli minuman di mesin otomatis “ heyy,,,, sini loe “ seorang cewek asal aku panggil yang lewat depanku
“ Ada apa Riel “ sahut dia yang mengenal namaku padahal aku sama sekali tidak mengenalnya
“ Tolong kasihkan minuman ini ke cewek yang itu , jangan kasih tau gue yang kasih anggap ajah loe yang kasih oke “ memberikan minuman dingin itu
“ Oke deh “, aku melanjutkan tujuan awalku setidaknya sekarang di sudah tenang.
“ Waahhh minuman yang dingin ini membuat aku lebih tenang
__ADS_1
“ menengguk minuman itu dan sesekali mengatur nafas agar aku semakin tenang.
" Akhir - akhir ini aku bertemu orang baik setidaknya dunia tak sekejam itu " itulah ucapan syukurku yang hanya berbicara dalam hati