ADRIELL

ADRIELL
ADRIELL Episode 23


__ADS_3

Perdebatan masih berlalu hingga kedatangan Kris dan pengacaranya.


Adriell keluar karena kalau di dalam membuatnya naik pitam dengan omongan para laki-laki tua itu.


Adriell menghisap rokoknya kemudia menghembuskan asap tebal itu ke udara.


Kris mendekati Adriell di luar kantor polisi itu.


" Sepertinya sulit Riell "


Adriell masih fokus merokok memandang gelapnya parkiran di hadapannya.


" Kenapa sesulit itu "


" Mereka memang mabuk dan disekitar sana tidak ada CCTV walaupun mereka bersalah mungkin hanya dipenjara 24 jam dan bisa langsung bebas lewat jaminan " mengambil rokok serta korek yang ada digenggaman Adriell.


" Bagaiamana?  Jola tau? "


" Dia lah yang paling tau,  polisi sudah jelaskan "


Adriell menghisap dalam-dalam rokoknya dan menghembuskannya ke udara lalu di injaknya rokok hidupnya agar gara yang menyala di ujung rokok bisa mati.


Adriell masuk tidak menunggu Kris.


" Begitu nah bocah,  berdamai itu bagus tidak buang-buang waktu " salah satu laki-laki tua itu.


" Tolong tanda tangan kedua bela pihak " polisi meletakan lembaran kertas perdamaian dihadapan Jola.


Dengan tak rela Jola menanda tanganinya.


Adriell terkejut dengan apa yang terjadi,  kenapa bisa Jola begitu cepat menyerah tapi sebelum dia protes Jola sudah berjalan ke luar dengan wajah datar tanpa ekspresi.


Adriell mengikuti Jola untuk protes dengan hal bodoh yang dilakukan gadis ini.


Saat di parkiran.


" Lo kok nyerah gitu " Adriell merasa sangat tidak suka dengan keputusan gadis itu.


" Apa yang bisa aku lakukan Riell,  aku gak mampu,  orang tua ku miskin,  aku gak punya kerabat untuk membantu memproses mereka.  Lalu apa mereka hanya akan ditahan selama 24 jam sedangkan aku hampir saja... " tangisnya pecah tak bisa meneruskan kata-katanya.

__ADS_1


Adriell menepuk-nepuk pundaknya agar tenang. Adriell sadar bila dia peluk gadis ini bukan rasa tenang yang di dapatnya tapi akan memperburuk traumanya itulah pikiran Adriell.


" Udah...  Tenangi diri lo " sahut Adriell lirih tak ada suara keras ataupun bentakkan.


Adriell mengantar Jola pulang dalam perjalanan Adriell mampir ke supermarket dia membeli obat saleb beserta minuman untuk Jola.


" Nah...  " Adriell memberikan bungkusan yang tadi dia beli.


" Makasih " setelah melihat isi yang ada di kantong plastik itu.


Saat sampai rumah Jola melihat rumahnya dengan gunda dan cemas, dia masih duduk disamping Adriell dengan sedikit melamun.


Adriell yang sadar akan tingkah gadis itu membuka bicara.


" Lebih baik lo nginep di rumah temen lo, gue takut ajah orang yang tadi datang menghampiri lo. Orang ke gitu gak akan kapok apalagi mereka sudah bebas "


Di jawab anggukkan dari Jola.


" Kemana aku harus pergi, Sakura sedang ada KKN dan aku tak punya teman lagi semuanya sudah pindah dari kota Jakarta ini. Tapi aku juga gak mau ngerepoti Adriell, dia sudah sangat banyak menolongku " membatin Jola.


Jola menyebut alamat, langsung saja mobil kesayangan Adriell melaju ke tempat tujuan sesuai permintaan gadis itu.


Saat sampai di tempat terlihat ramai ya karena dekat dengan daerah perkotaan tapi yang anehnya Jola meminta Adriell mengantar di tepi jalan bukan tepat di rumah temannya.


" Sakura... Yang waktu itu aku ajak ke RS jenguk Kris " jawab Jola agak kagok.


" Oke, tapi kenapa kok gue antar langsung ke rumahnya " selidik Adriell.


" Kostnya masuk lorong dan susah dia jelasih jadi katanya nanti aku di jemput, kamu gak usah khawatir Sakura pasti datang dia lagi dijalan. Kamu lebih baik pulang udah malam banget perjalanan kamu juga masih jauh, gih pulang deh " sedikit mendesak Adriell untuk pulang.


" Lo ngusir gue " dengan raut wajah tidak senang.


" Bukan aku ngusir kamu, aku gak mau nanti terjadi apa-apa ke kamu di jalan karena ke maleman gini. Aku akan merasa sangat bersalah karena kamu masih diluar semalam kegini kan karena aku " merasa bersalah.


" Dasar gadis kolot, gue mah bisa lebih parah biasanya bisa sampai jam 7 pagi baru pulang, aiisss tapi kan gue masih pura-pura jadi cowok good boy. Okelah gue turuti ajah mau nih cewek, yang penting kan dia udah tempat temennya " Adriell membatin.


" Iya udah gue pergi, kalau ada apa-apa hubungi gue dan sebenarnya ada yang mau gue omongi iya itu tujuan gue ke rumah lo, tapi besok ajah. Gue pergi jangan lupa istirahat "


Adriell melambaikkan tangan sebelum menancap gas.

__ADS_1


Di perjalanan Adriell mengingat sesuatu.


Adriell mengingat saat Jola menjaga Kris dia mengatakan kalau Sakura sedang KKN dan waktunya hanya seminggu gak mungkin KKN selesai dalam seminggu itulah yang dipikirkan Adriell.


Sontak dia mengerem dengan mendadak beruntungnya jalanan oni sepi karena sudah hampir sampai ke beskem milik Adriell.


" Sial... Gue di kibuli sama tuh cewek. Waahhh... Polos-polos gitu berhasil juga ngadali buaya " memukul stir mobilnya karena geram baru kali ini dia di kibuli orang biasanya dia yang ngibuli orang.


Walaupun sebenarnya itu tak merugikan Adriell tapi dia merasa tidak percaya saja kalau dia bisa kecolongan gitu.


Adriell langsung banting stir lalu membelok arah lalu menerjang mempercepat laju mobilnya, lampu merah diterabasnya untung saja ini tengah malam jadi jalanan sangat sepi seperti di kuburan hanya ada lampu jalanan yang bewarna jingga remang-remang.


Sedangkan Jola melangkah memasuki motel kecil.


" Untuk satu malam ini saja, tempat ini lah yang sesuai dengan kantongku " Jola menatap uang yang tidak seberapa digenggamannya.


" Permisi... Apa masih ada kamar disini? " seorang wanita lebih tua sekitar 28 tahuna yang melayani dia.


" Masih nona, yang mediun atau big "


" Medium saja " menjawab dengan ragu-ragu.


" Sendiri saja nona, tidak bersama pasangan. KTP nona? " kakak-kakak itu mengulurkan tangan meminta.


" Dia tidak sendirian, dia bersamaku " suara lain yang masuk dalam pembicaraan kami membuat fokus kami berdua teralihkan.


" Oh... Ada pacarnya " senyum kakak itu menggoda kami.


" Jadi ini yang disebut rumah Sakura " Adriell menatap seluruh sudut ruangan repsesonis motel.


" Adriell.... Kok bisa kamu disini? " jawab Jola terbata-bata.


" Maaf kakak, kami gak jadi mesan motelnya lebih enak melakukan di rumahku saja kalau kupikirkan kembali " senyum nakal seakan bercanda.


" Oh... Tidak masalah tapi aku ingatkan jangan lupa pakai pengaman, kalian masih sangat mudah " tersenyum jahil mendengar jawaban Adriell itu.


" Siip kak " membalas senyum kakak itu lalu menarik tangan Jola keluar motel itu.


" Lo seharusnya ngomong kalau gak ada tempat tinggal bukannya malah bodoh-bodohi gue " nada suara Adriell berubah menjadi tinggi dan terlihat kesal beda saat ada dihadapan kakak-kakak tadi.

__ADS_1


" Maaf... Aku gak bermaksud gitu, aku cuma gak mau lebih yusahi kamu ajah " menunduk takut.


- Happy Reading -


__ADS_2