
Sudah lama Adriell menunggu hingga 1 jam 30 menit kini terlihatlah gadis cantik bukan cuma paras melainkan bodynya banyak
sekali laki-laki kaya, tampan mengejarnya tapi aneh cewek cantik ini memilih Adriell yang seorang dikenal berandal.
“Sorry lama nunggu iya “ Adriell hanya menatapnya dingin serta datar.
Chasye duduk dihadapan Adriell.
“ Lo udah mesen ? “ membuka datar menu makanan.
“ Lagsung ajah jangan bertele-tele “ Chasye
menjadi bingung akan arah pembicaraan Adriell.
“ Gue gak nyangka lo bisa berbuat sepicik itu ke Jola “ tambah Adriell lagi.
“ Ah....? Lo ngajak gue kesini cuma mau belai cewek murahan itu “ Chasye tampak marah.
“ Chasye..... Cukup lo udah makin
keterlaluan, gue udah gak kenal lo lagi, lo bukan cashye yang gue kenal “ terlihat Adriell sedang menahan marah.
“ Iya Chasye lo udah mati saat lo mutusi
gue “
“ Chasye kita hanya putus hubungan
status pacaran tapi kita masih bisa berteman seperti biasa “
“ Gue gak mau lo deket sama cewek lain “
“ Kenapa ? Bukannya lo ajah biasa lihat gue deket sama cewek saat kita pacaran “
“ Iya itu saat gue gak suka sama lo, sekarang beda gue bener-bener sayang sama lo “
ini adalah sebuah kejutan karena Adriell benar-benar tak tau perasaan Chasye.
“ Tapi lo kan tau dari awal gue gak ada perasaan apapun sama lo, gue nganggep lo
sebagai adik gue. Jadi tolong lo jangan
nganggep perbuatan baik gue sebagai rasa, lupai gue “ pergi meninggalkan Chasye.
Adriell meninggalkan chasye sedirian itulah pilihannya dia tidak mau memberikan harapan
dia harus benar-benar menuntasakannya selagi masih bisa.
Adriell tanpa pikir panjang langsung menujuh ke rumah Jola sampai dia tidak perhatikkan
waktu sudah banyak tersita.
Jam sudah menunjukkan pukul 22:13 malam.
Jola
Di kediaman Jola dia tidur dengan sangat yenyak sampai tidak disangka malam telahdatang.
“ Prang.... prang.... “ bunyi barang-barang jatuhyang sangat keras membuat dia
terbangun karena suara berisik itu.
“ Hemmm.... “ nyawanya masih diambang mimpi butuhbeberapa menit menyadarkannya
100%.
__ADS_1
Setelah benar-benar sadar Jola melangkah mendekati sumber suara kegaduhan.
“ Kalian siapa ? “ Jola begitu terkejut karena mendapatkan rumahnya sangat berantakkan dengan pecahan beling bertebaran dan yang lebih membuatnya syok adalah dua laki-laki cukup tua sekitar 50 tahun masuk ke rumanya dalam keadaan mabuk.
“ Woooowww... ada mangsa anak gadis, main nih kita malam ini “ salahsatu dari mereka berdua menatap Jola dengan tatapan liar sangat liar.
“ Heii... kau pasti beralusinasi lagi, sadarlah bandot tua “ temannya yang sangat mabuk memukul lengan yang menyadari ada Jola.
“ Aku akan kesana bawah dia ke hadapanmu “
laki-laki melangkah semakin dekat, karena memakai alas kaki beling yang berceceran di lantai bukanlah masalah.
“ Hap... aku mendapakanmu “ laki-laki itu memegang tangan Jola dalam sekejap ketakutan Jola langsung meningkat seakan badannya kaku tidak bisa bergerak.
“ Oh.... Tuhan apa yang harus aku lakukan, tolong,,,, siapa saja aku mohon tolong aku “ membatin Jola.
Laki-laki itu duduk dihadapan Jola, lalu membelai muka Jola.
“ Saudaraku dia nyata mungkin dia adala bidadari yang dikirim tuhan “ menyingkap rambut pendek Jola lalu menyelipkan ke belakang telinga.
“ Benarkah, aku akan kesana “ Jola semakin
takut satu laki-laki saja tak bisa di atasinya apa lagi dua orang.
“ Pak.. saya mohon lepaskan saya “ lirihku
dengan badan bergetar.
“ Kau dengar, kan “ temanya sudahada disampingnya.
“ Wauuuu... iya dia nyata, ayo kita bawah ke kamar saja “ mereka menarik lengan tanganku masing-masing satu sebelahkanan dan kiri.
“ Tolong... “ aku mulai beranikan diri bersuara karena keadaan semakin tidak baik.
belingnya walaupun tidak banyak tapi tetap itu berhasil membuatku lecet di kaki dan
lututku.
Saat salah satu lelaki itu mau merobek bajuku ada seseorang berteriak persis seperti waktu di jalan itu, suara itu iya memang dia.
kali ini aku memakai kacamata jadi aku tau siapa sosok itu yang tak lain adalah Adriell.
“ Shiiiittt..... mengganggu saja serangga kecil ini “ mereka menjauh dariku lalu pergi berhadapan pada Adriell.
Aku hanya bisa merangkul tubuhku sendiri dengan meletakan tanganku menyilang ke lenganku, aku merasa seperti benar-benar di lecekan.
“ Apa-apaan kalian ini masuk rumahorang tanpa permisi “ dengan nada yang tinggi.
“ Jangan ikut campur bocah ,
lebihbaik main di paut sana” dengan nada mengejek.
“ Seharusnya bapak-bapak tua seperti
kalian yang pergi bertobat bentar lagi mati biar masuk surga “ tertawa jahat.
Salah satu dari mereka memulai serangan tapi karena keadaan masihmabuk jadi tidak sesuai sasaran.
“ Aaah... hei kau serius akan melawanku seperti itu, sangat tidak seru “ Adriel langsung membogem mukanya dengan beberapa
pukulan sampai dia tersungkur dilantai.
Yang satunya datang menghajar tapi sebelum mengenai muka Adriell, langsung menerjang
dengan tendangannya hingga dia langsun kao, padahal baru satu terjangan.
__ADS_1
Adriell
Mendekati Jola lalu memberikan ponselnya Jola mendongak menatap Adriell tidak
mengerti.
“ Telpon polisi, kau yag dirugikan disini dan orang seperti mereka dengan pukulan
seperti ini tidak akan kapok “ air mata Jola masihmengalir deras dia mengambil
ponsel itu dan melaporkan ke polisi.
.
Di kantor polisi sudahada tersangka dan tentu saja Jola yang ditemani Adriell.
“ Maaf pak kami tidak bermaksud melecehkan perempuan itu apalagi dia bukan selera kami, masih kecil begitu “ sahut salah satu dari laki-laki tua itu.
Apa ini siapa yang korban siapa yang di hina
–hina disini.
“ Tapi mereka dengan sengaja masuk rumah saya, mereka mau melecehkan
saya pak “ Jola membelah harga dirinya yang hampir dihancurkan mereka dengan masih teguh dalam pendirian serta meninggihkan suara.
“ Kami mabuk adik kecil, mana kami tau itu rumahmu. Kenapa juga tidak dikunci tau kau berharap kami mau melakukan itu, kau sangat tidak menarik lebih menarik wanita panggilan kali “ sekarang bukan Jola yang naik pitam tapi Adriell.
Dia menarik kerah baju yang berbicara senono tadi.
“ Harap tenang, ini kator polisi jadi jaga kelakuan kalian “ polisi itu menegur mereka untuk menenangkan suasana yang sudah memanas.
Mereka kembali tenang dengan sangat terpaksa terlihat dari raut wajah mereka.
Adriell ke belakang untuk menghubungi
Kris, meminta bantuan pada temannya yang memang punya banyak koneksi tidak sepertinya hanya anak kuliahan.
Panggilan telepon.
Adriell
“ Hallo.. kris, gue butuh bantuan lo “
Kris
“ Bantuan apa ? “
Adriell
“ Sekarang gue lagi ada di kantor polisi bisa lo bawah pengacara lo, beresi masalah ini “
Kris
“ Riell.... astaga masalah apa yang lo buat “ terdengar suara yang terdengar sangat khawatir.
Adriell
“ Udalah cepet lo kesini, gak usah bawel
lah“
_ HAPPY
READING_
__ADS_1