
“ Bro mau kemana loe kok cepet - cepet keluar “ aku yang bergegas keluar dari kelas setelah selesai perkuliahan
“ Mau memeriksa mainan gue, oke gue cabut dulu “ aku bergegas mencari sosok yang mambuat aku cukup penasaran di tempat tadi aku melihatnya
“ Ketemu juga loe “ aku melihat dia di depan papan mading aku perlahan mendekat saat aku perlahan mendekat ternyata dia langsung menghadap kebelakang iya tentunya dia tersandung dadaku apalagi tingginya tak sebanding denganku
“Maafkan aku, aku tidak sengaja “ mengatakan dengan sopan dia
menatapku tapi anehnya dia tak mengenalku dia hanya minta maaf dan pergi
“ Sial nih cewek cueki gue, padahal kan kemaren dia gue bantu, liat ajah loe gue kasih pelajaran nanti, 1 loe udah ngelupai gue, 2 loe udah gak nunjuki rasa terimakasih loe dengan gue malah bersifat cuek semuanya ada harganya oke “ batinku sangat jengkel.
“ Kenapa muka loe ke gitu Riell ?” pertanyaan gue dapat dari
si Adipati yang super kepo ngelihat muka gue masam padahal baru datang
“ Mainan baru gue gak nurut ke gue sepertinya dia perlu kelas tambahan “ aku pergi masuk ke dalam dengan malas.
" Waw.... Kelas tambahan hahaha.... " tawa mereka bersorak senang ngeliat gue gak mood gini.
.
Malam hari di pertandingan “ gimana siap loe Riell “ tanya Adipati yang sedang memeriksa mobil gue
“ Siap “ mulai naik ke mobil
__ADS_1
“ Redy,,” perlombaan pun dimulai aku dengan tenang dan mulai ngebut main dengan cepat dan aman sesuai bakat gue, sejauh ini semuanya bisa gue kendalikan yang pasti gue harus menang walaupun taruhannya tak sebesar biasanya namun cukup untuk mengisisaldo yang telah habis untuk untuk perbaikan mobil balap.
“ Yee,,,,,, Yesss,,,,, ” gue menang lagi dengan suara tepuk tangan yang keras dari para penonton.
“ Ternyata ini yang namanya Riell itu “ ada segerombol yang menghampiriku yang baru turun dari mobil
“ Iya gue Adriell “ tanpa rasa takut menatap dia dengan tajam datanglah Tinton, Kris juga Adipati ada di sampingku seakan mereka tau ini sesuatu yang tidak beres
“ Loe ganggu wilayah kami “ datang
cowok perawakan tinggi dan gagah seperti kami tapi kulitnya lebih putih seperti keturunan Inggris
“ Gue gak tau masalah wilayah, karena kepentingan gue bukan
mau rebutan wilayah yang gue penting cuma balapan, lagian disini gak ada spandu yang ngomong ini wilayah loe“
“ Kalau gue maunya tetap disini !” seruku tidak mau kalah dengan pera pecundang ini
“ Loe cari masalah ajah, serang “ dia
mengisyaratkan untuk adu tinju kepada pengawal setianya
“ Udah jangan ribut, gimana kalian buktikan adu tonjok tadi ke arena balap lebih bermanfaatkan “ gadis cantik dan seksi yang biasanya jadi pemegang bendera garis star sepertinya dia anak sini
__ADS_1
“ Baiklah “ tambah cowok itu
“ Oke karena semua orang sudah setujuh. Pertandingan tidak bisa dilakukan saat ini karena Rieell baru saja bertanding kalau kau memaksa kau mau dikatakan pengecut karena ngotot ingin bertanding pada orang yang
sedang capek maupun lelah habis bertanding“ sahut gadis cantik itu dengan tegas penuh penekanan
“ Kalian berdua akan bertanding dua minggu lagi dan jangan
coba - coba untuk memanipulasi data ,,, oke " Serunya lagi yang terlihat lebih seksi
“ Loe masuk perangkap juga, setidaknya kini gue gak kahwatir tentang loe akan adu tinju karena jumlah kami kalah banyak iya memang karena besik kami balapan bukan kepalan tangan “
.
Pagi hari aku ketempat tongkrongan disana cukup rame
“ Tumben Kris gak kelihatan “ ujarku
“ Dia lagi rapat untuk perusahannya “ balas Adipati.
Kris adalah pengusaha muda yang sudah memiliki perusahaan tempat latihan menembak dan dia juga paling jitu dalam menembak jarak jauh maupun dekat, gue ajah salut sama anak itu.
“ Gue mau latihan nembak juga “ aku bergegas keluar meninggalkan Adipati
" Gaya loe latihan nembak, mau kemana loe gak akan bisa ngalahi Kris " meneruskan langkahku
__ADS_1
" Bodoh amat "