ADRIELL

ADRIELL
ADRIELL Episode 16


__ADS_3

Masalah tidak tau waktu yang tepat iya untuk datang.


Masalah Kris saja belum selesai sekarang sudah ada yang menantang dia untuk bertanding tak lain adalah geng waktu itu yang dikalahi oleh Adriell.


Di baskem  kami,  Kris sudah pulang tapi dia menginap disini untuk  kebaikannya karena itu dia membeli Kasur ukuran besar untuk diletakan  di kamar tamu.  Untung ukuran kamar tamu lebar.


" Kris...  Kami pergi dulu. Aku sudah menyuruh Jola datang kesini untuk menjagamu "


" Aku bukan anak kecil yang harus di jaga " seru Kris yang merasa perhatian kami berlebihan.


" Masalahnya kami takut ada yang menyerangnya, bila ada Jola setidaknya bisa sedikit membantu " membatin.


.


.


Aku, Adipati dan Tinton sampai ke area balapan biasa.


" Yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga " wanita cantik nan seksi yang biasanya bekerja sebagai jaga garis star dan finis.


Dia menghampiriku yang baru turun dari mobil.


" Kenapa lo seneng banget lihat gue "


Seruku yang seakan disindir datang telat.


" Senenglah, apalagi itu kamu yang tampangnya diatas rata-rata " semakin dekat denganku lalu membelai pipiku.


" Sayangnya aku tidak tertarik tipekal cewek sepertimu "


" Kenapa... Aku ahli loh urusan ranjang " berbisik di telingaku membuat bulu kuduku menari-nari.


" Kau terlihat ganas kalau di ranjang, aku lebih suka cewek yang kalem penurut " seruku berlalu maju meninggalkan cewek seksi itu.


" Kau yang menantang dia " Ada seseorang yang sama sekali tidak aku kenal tapi yang disampingnya orang yang kalah denganku waktu itu.


" Bang Pras.. " ujar Adipati yang kini berdiri telah mensejajari dari posisiku yang awalnya ada di depan.


" Adipati... Kenapa lo ikut-ikutan mereka " ujarnya


" Ini temen gue bang, kenapa kok abang sampai turun tangan masalah balapan bang"


" Masalah balapan,,, ? Bukannya ini masalah perebukan wilayah " seru bang Pras dan banyak kawalannya terlihat dari belakang.


" Sepertinya ini ada salah paham, gue disini gak pernah berurusan dengan perebutan wilayah "


" Benar bang, kami bukan anggota preman dari golongan manapun, kami hanya balapan kalau abang tidak percaya tanya pada yang lain disini " seru Adipati.


" Bener bang, dia disini hanya balapan. Tidak ada memalak atau pun mengatakan wilayah balapan ini punya dia " seru wanita seksi tadi.


" Tapi katanya kau ingin meminta matanya "


" Sial, lo ngadu.. " seru Tinton yang geram.


" Dia dulu yang minta kaki gue, lagipula gue lebih tertarik dengan uang 2 M. Buktinya mata yang indah itu masih bersarang pada tempat yang semestinya " kali ini gue ngerasa emosi nih anak bisa mencemarkan nama baik gue.


" Yang lain seret dia " para kawalannya menyerek orang yang ada disamping bang Pras yang tadi menfitna gue.


" Sepertinya ini 100% salah paham, walaupun aku pereman aku tidak akan membunuh atau menghajar seseorang yang membuat masalah padaku " aku lihat raut bersalahnya


" Baiklah, masalah kita sudah selesai berarti. Aku harap ini yang pertama dan terakhir aku berurusan dengan geng sepertimu bang "


" Baiklah " dia pergi


.


.

__ADS_1


Kris


" Tok... Tok... "


Sekarang beralih ke beskem Adriell yang hanya ada Kris.


Kris membukakan pintu dan terlihat gadis manis itu


" Jola... "


" Hai Kris, aku datang kesini disuruh Adriell "


" Masuk... "


Dia masuk dan duduk


" Lo mau minum apa? "


" Gak usah, aku bisa ambil sendiri. Seharusnya aku yang bantui kamu " menuntunku duduk di sofa.


" Aku bisa jalan sendiri Jola, yang sakit tanganku bukan kakiku "


" Oh iya, aku lupa. Kau sudah makan ?"


" Belum ini aku mau pesan makanan dari grap food onlien " seruku memegang hp dengan tangan sebelah kiri satu tangan.


" Gak usah aku akan masaki untukmu? " dia tersenyum padaku.


" Emang lo bisa masak "


" Ngeremehi ajah, tunggu disitu aku akan buat nasi goreng "


Hanya sebentar sekali dia sudak kembali kesini aku kira dia sudah masak ternyata...


" Kris... Apa-apaan dapurmu tidak ada sedikitpun bahan makanan apa yang bisa di masak " sungut dia.


" Baikalah aku akan belanja dulu " dia menyodorkan tangan ke arahku dengan tanda meminta.


" Apa ini ?"


" Aku minta uang untuk membeli bahan makanan, ini rumahmu iya sebagai tuan rumah wajarkan "


Aku memberikan uang 100 ribuan 5 lembar.


" Ini cukup "


" Sangat cukup sekali tuan, tenang aku tidak akan mengkorupsi uangmu. Semuanya akan aku belikan kebutuhan disini. Mana kunci? "


" Ini " aku memberi kunci mobilku.


" Ini kunci apa kok besar sekali ?"


" Kunci mobil, bukannya itu yang kau minta "


"Huuu... "Menghebus nafas cepat.


" Bukan Kris, aku minta kunci rumah ini "


" Oh.. Ada di nakas samping tv "


Dia mengambil dan berjalan ke luar.


" Jola... Untuk apa kunci itu "


" Untuk menguncimu agar kau aman dan tidak keluyuran. Bae.... " dia menutup pintu lalu menguncikannya.


" Jola... Tidak usah di kunci... Jola... "

__ADS_1


"Tok.... tok... " aku mengetok-ngetok pintu itu tapi seprtinya tidak ada pergerakan dari luar tandanya tak ada orang lagi.


" Astaga baru kali ini tuan rumah dilecehkan dengan tamunya " aku kembali duduk karena pergerakan mengetok pintu itu terkadang menyenggol tanganku yang sebelah kanan hingga terasa sakit.


Aku mengambil ponselku hal yang pertama dalam pikiranku adalah menghubungi mereka.


Tapi semuanya diluar jangkauan.


" Apa-apaan kenapa mereka kompak sekali, apa mereka dendam padaku lalu melakukan ini " aku menghempas tubuhku ke sofa dan mencoba tidur, ini sangatlah membosankan.


.


Aku tidak tau beberapa lama aku tidur tapi saat aku bangun aku sudah mencium bau makanan atau mungkin ini hanya halusinasi karena aku tidur dalam ke adaan tidur.


" Kris... Kris... Bangun " menggoyangkan tanganku sebelah kiri dengan lembut.


" Emmmhh.. " aku menggeliak dari tidurku


" Auuu... " aku meringis kesakitan karena tanganku sempat tertindi.


Dia membantu aku duduk


" Mana yang sakit "


" Tidak apa-apa aku hanya lupa kalau bahuku luka " seruku lebih hati-hati dengan tanganku.


" Ada saja kau bisa lupa kau sakit. Ayo mandi "


" Aku tidak bisa mandi untuk beberapa hari ini. Biarkan lukanya kering dulu "


" Tenang aku akan memandikanmu agar lukamu tidak kena " aku langsung membelalakan mataku seakan tidak percaya.


" Oh tidak, apa dia mau memperkosaku. Aku berpikir gadis ini polos dan penurut tapi apa ini... Apa di pura-pura di hadapan Adriell dan sekarang adalah sifat aslinya " membatin


" Cepat.. Cepatlah nanti dingin air hangat yang akau siapkan " mulai membuka kancing bajuku.


" Tunggu Jola, aku belum siap " dia dengan muda membuka bajuku tinggal tanganku yang sakit.


Dia memurunkan dengan pelan-pelan tidak menyenggol tangan maupun bahuku. Dia sangat telaten.


" Sekarang tinggal celanamu "


" Tunggu... " suaraku lebih menggelegar dari yang tadi.


" Ada apa... "


" Apa-apaan kau mau membuka celanaku "


" Siapa yang mau membuka celanamu, kau saja bisa. Cepat ganti dengan celana pendek agar lebih muda, aku akan tunggu di kamar mandi "


Aku memilih mengikutinya dari pada dia menelanjangiku, dia itu wanitanya Adriell bisa-bisa aku akan dikubur hidup-hidup olehnya.


Aku bertelanjang dada dan hanya memakai celana pendek berbahan kain.


" Duduklah disini, aku akan mengelap tubuhmu. Lukamu akan lama sembuh dan kau tidak mandi selama itu. Bukannya sembuh mala lukamu akan tambah iritasi bercampur dengan kuman " Panjang lebar dia menjelaskan sambil mengelap tubuh bagian atasku dengan handu yang sudah di sekak dengan air hangat.


Aku merasakan dia melakukan dengan lembut dan sangat telaten seperti seorang berpengalaman.


" Kau sepertinya berpengalaman merawat seseorang " ujarku yang memang penasaran


" Iya beberapa kali, kalau ada orang yang memanggilku untuk menjaga orang tua yang sudah lanjut usia, untuk menambah penghasilan kami "


" Aku akan mengeramasimu, tidurkan kepalamu di pangkuanku agar tidak kena perbanmu " Aku mengikuti interuksinya dari sini aku bisa melihat muka Jola yang sangat manis dan lugu mengucek-ngucek rambutku yang sudah dipenuhi sampoh.


" Tutup matamu, aku akan membilasnya " aku mengikuti kata-katanya lagi.


" Selesai " dia melilitkan handuk ditubuhku ( Oh ingat aku masih dalam keadaan memakai celana ya gaes jadi jangan berpikir mesum )

__ADS_1


" Pakai celana saja jangan pakai baju, aku akan menggantikan perbannya " untung kalimatnya tidak terdengar ambigu.


__ADS_2