
Aku pergi ke perusahan Kris aku langsung ke area latihan tembak itu disaat itu juga ada Kris yang sedang mengamati peralatan berbahaya itu
“ Perusahaan yang besar, bersih
dan cukup lengkap “ oceh Adriell yang mengomentari tempat itu seperti juri
“Riell loe datang kesini “ Kris sepertinya baru menyadari keberadaanku.
Aku mengambil salah satu senjata berbahaya itu dan mengerahkan ke arah titik yang sudah disediakan namun belum ku bidik “ Punggungmu harus tegap sepenuhnya, kakimu
kurang buka , jika kau seperti itu kau tak akan kuat menahan tolak balik dari bidikan pistolmu itu dan akan melukaimu nanti “ tutur pria pendiam itu yang terlihat banyak bicara kali ini
“ Wauuuu,,,, kau memang jagonya aku mau melihat kau membidiknya “ aku
menyerahkan pistol yang aku pakai tadi aku melihat poster tubunya tegap
pandangannya fokus dan tenang
“ Dorrr,,,,,, “
" Dorr,,,,, "
Target tidak terlihat namun bebrapa saat kemudian target bergerak
cepat mendekat dan hebat tepat di tengah kalau di beri nilai mungkin nilainya 100 sempurna aku menepuk tangan
“ Ini memang bakatmu aku sunggu tak bisa mengalahkanmu “ dia tersenyum bijak.
kris
“ Kau punya perusahan yang besar begini kenapa kau masih ingin bergabung dengan kegiatan balapanku padahal keuntungan
bagian balapan itu tak sebanding dengan perusahaan ini “ memandang sekitarnya iya dia membayangkan betapa kayanya Kris gimana tidak disini banyak sekali senjata bila di hitung-hitung satu senjata saja bisa sampai puluhan juta
“ Karena perusahaan ini sesuatu yang aku kuasai namun sangat membosankan namun bergabung denganmu dan kuliah hari - hariku
tak begitu membosankan “ aku tersenyum remeh apakah benar itu alasan recenya
“ Sangat tak masuk akal, tapi apa daya otak gue gak secerdas loe jadi jalan pikiran kita berbeda, iya udah gue cabut “ aku ancang - ancang akan pergi
“ Kok loe langsung pergi Riell, gak minum dulu ? “ gue tersenyum ramah lalu menolak dengan haus
__ADS_1
“ Gak usah gue mau cari udara dulu “
“Disini pun banyak udara “ ada saja jawabbanya
“ Terserah pokoknya gue mau keluar “.
Gue pergi ke montir mobil tempat biasa untuk ngisi waktu luang gue karena kalau berhubungan dengan mobil aku sangat suka bisa berjam - jam aku ikut membantu kak yang mengurus tempat motir ini terkadang aku di gaji tapi karena kegiatan perkulihanku aku bukan termaksud karyawan tetapnya, ini seperti beskem keduaku
“ Kak ada yang perna servis mobil model A yang terbaru itu “ masih setia membantuh
“ Perna, woyy mesinnya lebih canggi memang Riell, napa loe mau beli “
“ Pengennya kak tapi Sen gak ada, hasil balapan sedikit sedangkan mobil harus diperbarui agar enak nanti kalau aku pensiun dari balapan aku bangun tempat seperti ini namun lebih besar lagi “ tersenyum licik
“Aminnn”
“ Oh iya siapa yang punya mobil model A itu kan harganya selangit “
“Cewek yang punya udah cantik, seksi dan kaya “
“ Orang mana tu “
“ Gue gak tau, tapi dia udah 2 kali kesini “
“ Bit,, Bit,,” bunyi tanda chat masuk
“ Dari kemaren mama nih chat aku terus Cuma mau ngomongi untuk pulang dan makan bersama dengan puteri teman lama mama
“Kriiingnnnnn..... kringgggg,,,” aku mengangkat panggilan dari mama tercinta
“ Hallo mam “
“ Kamu ini di chati gak perna balas “
“ Ada apa sih ma, malas aku pulang “
“ Ayo dong anak mama, mama hanya cuma punya satu anak iya kamu kalau gak kamu yang sayangi mama iya siapa lagi “ mama memang paling bisa menyindirku agar aku tak menolak
“Baiklah,,,, baiklah nanti malam aku pulang “
“ Makasih sayang, jam 7 malam berpakaian rapi “
“Iya “ ini benar-benar
__ADS_1
buat aku sangat curiga berharap tak ada hal yang buruk akan terjadi.
Malam ini aku sangat bingung berpakaian apa kalau aku memakai kaos si gak masalah namun ini teman mama ini lah yang aku benci kalau pertemuan seperti ini
“ WOYY ,,,, Reilll kenapa loe acak semua isi lemari loe“ seru
Adipati yang adatang bersama Tinton
“ Gue disuruh datang ke makan malam mama dan temen mama gue disuruh pakaian rapi tapi gue malas banget pake jas gitu risih gue”
“ Nih gue pilihi ajah “ tinton mulai mengorek-ngorek isi lemari gue
“ Loe pake ini,,,, ini,,, ini melemparkan pakai yang dia pilih ke gue.
Aku menunjukkannya pada mereka
“ siip udah oke sesuai dengan gaya loe biasanya lagi “ tambah Adipati
" Bukannya gue terlihat lebih kalem iya " sahutku memandang kaca
" Lebih baik dari pada memperlihatkan loe tuh cowok brengsek " dengan senyum remehnya Tinton
" Sial loe yet " langsung bersiap - siap
Setelah sampai di tempat tujuan
“Maaf gue telat, tadi macet “ aku yang baru sampai dan sudah berkumpul semua orang
“ Oh ini yang namanya Adriell jeng
Nidia “ aku menyelami bertingkah manis di sepertinya teman mama itu terlihat dari raut wajah yang sudah dewasa
“ Iya , itu Riell kenali anak tante Runi , Angel
“
“Adriell “ mengulurkan tangan dan memancarkan senyum
“ Angel” dia membalas senyum. Menarik cewek seksi, modis dan cantik gak tau sifatnya jangan sampai ajah menyebalkan membuat aku muak jujur aku lebih suka cewek penurut.
Selesai makan “ Adriel ajak anggel jalan-jalan “ ucap mama sangat antusias
__ADS_1
“ Baik ma, ayo Angel” sebagai anak yang penurut mau bagaimana lagi aku harus mengajak dia tapi tenang aku gak gampang jatuh cinta kok.