
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy reading guys 😘😘😘
Kenzo keluar setelah mendonorkan darahnya pada Keysha, melihat Kenzi yang sedang memeluk Alana.
Edgar mendekat ke arah Daddy nya.
"Daddy baik baik saja?" Tanya Edgar.
"Iya,," jawab Kenzo.
"Kalau begitu ayo kita pulang Dad." Ajak Edgar.
"Kita tunggu sebentar lagi, kamu harus tanggung jawab."
"Daddy kan sudah mendonorkan darahnya Daddy lalu harus apa lagi, masalah biaya rumah sakit kita akan menanggung semuanya."
"Bisa diam,,?" Alana membuka suara, dia muak mendengar perdebatan mantan suaminya itu dengan anaknya.
"Tante tidak usah ikut campur, saya sudah bertanggung jawab dengan membawa anak tante ke rumah sakit, Daddy saya sudah mendonorkan darahnya, biaya rumah sakit kami juga akan menanggung nya lalu apa lagi? Tante mau minta uang juga?."
"Apa maksud lo berkata seperti itu pada Bunda hah?" Kenzi langsung emosi karena ada orang yang meninggikan suaranya pada Bundanya, selama ini dirinya dan Keysha sekalipun tidak pernah meninggikan suara, lalu mengapa orang yang baru mereka temui meninggikan suara nya.
"Lo Budek?"
"Edgar,,,!" Bentak Kenzo.
"Lo itu harusnya masuk penjara."
"Emang lo punya apa sampai berani memenjarakan gue, lo itu hanya orang kampung, bapak aja lo gak punya "
Kenzi hanya diam tangan nya sudah terkepal, menatap tajam Edgar.
"Diam lo kan,, lo itu hanya orang miskin yang tidak mampu menyaingi gue, apa jangan jangan lo itu anak haram,seperti yang bunda lo katakan tadi kan seorang J*lang."
'Bugh,,,,' Kenzi langsung menghajar Edgar, dia tidak terima Bundanya di katai ******, semua orang boleh menghina dirinya tapi tidak dengan Bundanya.
"Berhenti,,, semua bisa dibicarakan baik baik."
"Tapi dia mau memenjarakan aku Dad." Ucap Edgar.
"Kamu tidak akan di penjara."
Alana meneteskan air matanya, di depan matanya sendiri, Kenzo memang lebih memilih anaknya yang lain dari pada Kenzi, sakit mengapa rasanya masih sesakit itu padahal dirinya sudah dari dulu tahu jika hal ini pasti terjadi.
"Ya,,, kalian benar, Anak anda tidak akan di penjara, karena kami hanya orang miskin yang tidak memiliki harta sedikitpun, mau melaporkan pun pasti nanti kami yang akan di penjara karena kita semua tahu siapa yang mampu melawan kekuasaan seorang Kenzo Abraham Smith." Alana berkata sambil menatap mata Kenzo dalam.
"Sekarang silahkan pergi,,, terimakasih darahnya, untuk masalah biaya rumah sakit kami tanggung sendiri, seperti yang putra Anda katakan saya ini Jal*ng,jadi,,,,," Alana menjeda ucapannya mengusap air matanya dengan kasar.
"Bunda,,,," Kenzi menatap Bundanya dengan rasa sakit yang tidak dapat dia jabarkan.
__ADS_1
"Dengan hanya mengangkang di bawah pria hidung belang , semudah itu mendapatkan uang." Alana merasa dirinya begitu rendah serendahnya, harga dirinya sudah di injak oleh keluarga Smith.
"Sayang,,," perkataan Kenzo langsung Alana potong dengan ucapan yang mampu membuat Kenzo diam kaku seketika.
"Sayang,,, siapa yang kamu panggil dengan sebutan itu, apakah Anda salah satu pria yang pernah memakai jasa saya sebagai ******?"
Dokter keluar Alana segera mendekat
"Bagaimana keadaan putri saya Dok?" Tanya Alana.
"Alhamdulillah,,, Putri ibu sudah melewati masa kritisnya sebentar lagi akan di pindahkan keruang perawatan segera urus administrasi nya." Jawab Dokter.
"Baik,, Terimakasih Dokter." Alana tersenyum segera memeluk Kenzi.
"Sayang Bunda urus Administrasi Keysha dulu ya."
"Mau Kenzi temani Mom?" Tawar Kenzi.
"Tidak usah nak, kamu tungguin Keysha saja ya." Alana berjalan meninggalkan Kenzi.
"Sus bisa tidak kalau sisanya saya bayar besok." Ucap Alana uangnya tidak cukup untuk membayar biaya rumah sakit Keysha, besok dia akan membongkar celengannya dirumah.
"Tempatkan di kamar biasa saja sus putri saya." Alana memilih kamar untuk kelas menengah ke bawah saja yang terpenting anaknya bisa sembuh.
"Iya tidak apa apa buk."
"Terimakasih ya sus.." Alana tersenyum bahagia.
Sampai di depan ruangan Keysha Alana melihat Edgar di peluk seorang perempuan, mungkinkah itu adalah ibunya,yang artinya adalah istrinya Kenzo.
"Sudah Bun?" Tanya Kenzi.
"Sudah nak." Jawab Alana.
Yuni menoleh melihat Alana di langsung membelalak.
"Oh,,, jadi ini alasan kamu mengabaikan aku, hah,,, sudah bertemu dengan wanita jal*ng ini." Teriak Yuni.
"Jaga mulutmu Yun." Balas Kenzo.
"Apa,,, memang benar kan, dia seorang jal*ng."
"Kamu yang ****** Yun."
"Kalau mau bertengkar jangan disini, saya muak dengan kalian." Ucap Alana.
"Lo,,,,"
"Plakkk,,,," sebelum tangan Yuni menyentuh pipi mulus Alana, segera saja Kenzo menangkap nya dan menampar pipi Yuni dengan keras.
Bukannya terkesan Alana justru tersenyum sinis kemudian menarik tangan Kenzi mengikuti Brankar yang membawa Keysha menuju ruang perawatan.
__ADS_1
"Kamu menampar aku yang jelas jelas istri mu hanya karena membela wanita jal*ng itu." Teriak Yuni tidak terima.
"Tutup mulut kotormu itu jika tidak ingin aku membunuhmu." Ucap Kenzo.
"Dengar kamu itu hanya istri di atas kertas dari dulu hingga selamanya hanya Alana yang akan menjadi nyonya Kenzo."
Kenzo berjalan meninggalkan Yuni dan Edgar, meskipun dia menyayangi Edgar tapi tidak dapat mengalahkan rasa sayangnya pada Alana dan kedua buah hatinya.
Kenzo pergi kerumah sakit tempat Ratih di rawat dia harus meluruskan semuanya.
Tanpa mengucapkan salam terlebih dahulu Kenzo memasuki ruangan Ratih yang saat itu sedang ada Kania serta Suaminya yang sedang berbicara serius dengan Ratih.
"Kenzo,,," panggil Ratih.
"Maafkan Mama,,, semua ini salah Mama."
"Jelaskan,,,!" Perintah Kenzo.
"Maaf kak dulu kami memang memfitnah Alana, tapi kami menyesal kak, selama ini kami juga mencari Alana tapi tidak ada petunjuk sama sekali." Ucap Kania pelan.
"Kamu tahu akibat dari perbuatan kamu."
"Maaf kak, saat itu kami tidak menyukai Alana karena dia berasal dari panti asuhan."
"Dan lihat wanita yang kalian bilang berkelas."
"Kami tidak tahu jika Yuni seperti itu."
"Karena kalian hanya menilai orang dari harta saja,tidak melihat dari ketulusan nya."
Kenzo benar benar Emosi, untung disana ada iparnya yang juga adalah sahabat nya William suami Kania.
"Sudah Ken, kita cari Alana sama sama." Ucap William.
"Aku sudah bertemu Alana." Ucap Kenzo lemas.
"Dimana? Kami juga ingin menemuinya, kami ingin meminta maaf padanya." Ratih terlihat antusias.
"Iya kak, biarkan kami bertemu dengan Alana, kami akan meminta maaf kepadanya."
Kenzo teringat akan tatapan Alana yang menatapnya dengan tatapan penuh kebencian,hatinya terasa diremas.
Teringat akan Kenzi dan Keysha yang wajahnya bagaikan duplikat dirinya, bagaimana caranya menjelaskan pada mereka siapa dirinya.
Kenzo mengacak rambutnya kasar membuat semua yang berada di ruang rawat ratih menatap Kenzo heran.
_
_
_
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘