
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy reading guys 😘😘😘
Alana dan Twins pulang dari restoran di antar oleh Kenzo, entah memang sengaja atau tidak Asisten Aldrich tiba tiba tidak ada begitu juga dengan beberapa pengawal yang setia mengikuti mereka.
Alana mondar mandir sendiri di dalam kamarnya, dia menghubungi Aldrich tapi tidak satupun panggilan nya di jawab hanya di jawab oleh mbk mbk operator saja.
"Ya Allah,, sebenarnya kamu dimana sekarang Mas."
Alana tidak bisa memejamkan matanya, rasa khawatir terhadap Aldrich membuatnya tidak bisa tidur, dia mencoba membaringkan tubuhnya namun dia merasa ada yang kurang.
'Drttt,,, drttt' Ponsel Alana berdering, tanpa melihat namanya terlebih dahulu Alana langsung mengangkat nya.
"Ya Allah Mas,, kemana saja kamu?"
"Kenapa dari tadi tidak bisa di hubungi?"
"Aku khawatir Mas" cerocos Alana.
"Mas Al jawab!"
"Maaf jika aku mengganggu waktumu." ucap Kenzo.
Alana segera melihat layar ponselnya ternyata tidak ada nama di layar ponselnya.
"Mas Kenzo?" tanya Alana.
"Ya Maaf jika aku mengganggu." ucap Kenzo.
"Tidak apa apa kebetulan aku juga belum tidur." Balas Alana.
"Kamu menunggu telepon dari Aldrich?" tanya Kenzo.
"Ya." jawab Alana singkat, hati Kenzo merasa perih mendengar jawaban Alana.
"Ada apa mengapa menelpon?" tanya Alana.
"Tidak ada apa apa." jawab Kenzo.
"Ya sudah kalau begitu Aku tutup."
Setelah itu Kenzo langsung memutuskan panggilannya.
Alana memandang layar ponselnya kemudian memegang dadanya.
"Ya Allah ternyata rasanya belum hilang sepenuhnya." ucapnya.
Alana kembali memejamkan matanya namun ponselnya kembali berdering saat Alana lihat ternyata nomer baru jadi dia mengira itu adalah Kenzo. Alana memilih mengabaikan panggilan itu tidak ingin terjadi salah paham dengan Aldrich karena dia sadar statusnya sekarang.
Panggilan tak kunjung berhenti Alana yang merasa geram mengangkat ponselnya dengan sedikit emosi.
"Apa lagi sih Mas Ken?" Tanya Alana dengan sedikit membentak.
"Mas Ken. ?" Tanya si penelepon yang ternyata bukanlah Kenzo melainkan Aldrich.
Alana membelalakkan matanya langsung terduduk, suara itu bukanlah suara Kenzo melainkan suara orang dari tadi dia tunggu tunggu.
"Kalian kembali dekat?" tanya Aldrich lagi karena Alana tidak menjawab.
"Tidak,, bukan begitu Mas." sanggah Alana cepat.
"Lalu?"
"Itu,, tadi Kenzo menelpon, jadi aku kira dia menelpon lagi." Alana berusaha menjelaskan pada Aldrich.
"Oh,, dan kamu menunggu Kenzo menelpon kamu lagi."
__ADS_1
"Tidak Mas,, Aku tidak menunggu Kenzo menelpon lagi, yang aku tunggu dari tadi adalah telpon darimu, Ponsel kamu di hubungi tidak di angkat, setelah itu tidak aktif, kamu kemana saja, kenapa belum pulang?" ucap Alana panjang kali lebar.
"Ada urusan." Jawab Aldrich singkat.
"Sekarang kamu dimana Mas?" tanya Alana.
"Kenapa mencariku? merindukan ku Hm,,?" pertanyaan Aldrich sukses membuat Pipi Alana bersemu.
"Ti,, dak, tidak kok siapa yang merindukan kamu Mas." jawab Alana dengan tergagap.
"Hahahaha,, Baiklah baiklah jika begitu, berarti tidak apa apa jika aku pergi." ucap Aldrich sambil tertawa.
"Pergi?" ulang Alana.
"Hm,,"
Alana dan Aldrich sama sama diam menyelami perasaan mereka masing masing Terdengar suara helaan nafas Aldrich.
"Temui aku di taman belakang sekarang." ucap Aldrich akhirnya setelah beberapa terdiam.
Tanpa menunggu jawaban Alana Aldrich mematikan ponselnya.
Alana masih terdiam berusaha mencerna perkataan Aldrich.
"Pergi?" Alana terus mengulang kata pergi, mau pergi kemana suaminya itu.
Alana turun menuju taman belakang, dia melihat Aldrich berdiri membelakangi nya dengan kedua tangan yang dia masukkan kedalam saku celananya.
Entah saat mengingat kata Pergi Alana segera berlari memeluk Aldrich dari belakang.
Aldrich yabg tahu jika Alana adalah orang yang memeluknya, hanya tersenyum tipis memegang tangan Alana.
"Mas,, kamu dari mana?" tanya Alana.
"Dari Kantor." jawab Aldrich.
"Ingin menikmati sinar rembulan bersama istri mungilku"
Alana memegang dahi Aldrich, tidak biasanya Aldrich berkata manis jadi dia mengira jika Aldrich kesurupan.
"Kamu sehat kan Mas?" tanya Alana.
"Kamu pikir saya gila?" tanya balik Aldrich.
"Tidak, bukan begitu,, hanya saja kamu sedikit aneh tahu Mas." jawab Alana.
"Hahahaha " Aldrich tertawa membuat Alan sedikit menjauhkan tubuhnya.
"Tuh kan kamu aneh."
"Aneh kenapa hm?" tanya Aldrich sambil menarik Alana ke dalam pelukannya.
"Malam ini kamu sangat cantik." puji Aldrich pada Alana.
"Malam ini dibawah sinar rembulan aku mau kamu berjanji, apapun yang terjadi tetaplah jadi wanita kuat, lawan mereka, jangan lemah,jangan bergantung pada siapapun, jangan percaya pada siapapun percaya saja pada kata hatimu." untuk pertama kalinya Alana mendengar Aldrich bicara panjang lebar.
"Jangan pernah teteskan air matamu untuk orang lain, buatlah mereka segan, tunjukkan pada semua orang bahwa kamu adalah wanita yang tidak akan kalah."
"Apa maksud ucapan mu Mas seolah olah kamu akan meninggalkan aku?" tanya Alana, firasatnya merasa tidak enak,malam ini Aldrich benar benar berbeda.
"Aku tidak akan meninggalkan kamu." Bahkan biasanya Aldrich berkata Saya tapi sekarang Aku.
Aldrich kembali memeluk Alana dan untuk pertama kalinya Aldrich mengecup Alana mulai dari kening, berpindah ke kedua matanya, hidung,dan yang terakhir bibirnya.
Awalnya hanya kecupan biasa lama kelamaan berubah menjadi ******* ******* kecil hingga akhirnya Aldrich menggendong Alana membawanya ke kamar, menuntaskan rasa yang selama ini ditahan.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
"Kalau begini bisa gagal semuanya." ucap Seorang wanita cantik berpakaian sexy.
"Kita tidak bisa membiarkan itu, kita harus segera memusnahkan mereka." sambung Wanita tua itu.
"Kalian tenang saja, aku sudah menghubungi klan Dark tiger, tidak ada yang tidak bisa dia musnahkan."
Ucap seorang pria.
"Benarkah sayang?" tanya wanita Sexy itu antusias.
"Ya" jawab sang pria.
"Hahahaha,,,"
"Hahahaha"
"Hahahaha"
Mereka bertiga tertawa jahat membayangkan kehancuran sebuah keluarga.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Jam Delapan pagi Alana baru terbangun, dia melihat sebelahnya ternyata tidak ada orang, segera dia berdiri mencari keberadaan Aldrich namun dia tidak menemukan nya.
"Mas dimana kamu?" ucap Alana pelan.
Sementara Kenzi dan Keysha berangkat Sekolah di antar oleh Kenzo, pagi pagi sekali Kenzo sudah standby di Mansion Aldrich, dia tidak ingin hari pertamanya mengantar Twins ke sekolah terlambat satu detik pun.
Raut bahagia Aldrich begitu kentara,momen yang selama ini dia tunggu tunggu akhirnya tercapai juga, Senyumnya tidak pernah luntur sedikitpun.
Bahkan hingga kembali ke Mansion Senyum Kenzo masih merekah.
"Sayang Kenzo dari mana nak ?" tanya Ratih yang sedang duduk di ruang tamu membaca majalah.
"Mama,, " Ucap Kenzo setelah itu langsung menghampiri Ratih dan memeluknya.
"Kenapa Nak? dari wajahnya sih lagi bahagia, cerita dong sama mama." ucap Ratih dengan lembut
"Mama tahu saja, Ken saat ini memang lagi bahagia Ma." Kenzo mulai bercerita.
"Kenzi dan Keysha sudah memaafkan aku Ma, tadi Ken mengantarkan mereka ke Sekolah baru mereka."
"Sekolah baru?" tanya Ratih.
"Iya Ma Aldrich memindahkan mereka ke Sekolah baru." jawab Kenzo.
"Aldrich itu suaminya Alana.?" Tanya Ratih.
"Iya Ma." jawab Kenzo mulai lesu.
"Kenapa suami Alana itu ikut campur urusan anak anak kamu, dia kan hanya orang luar, kamu lebih berhak atas mereka Ken, kamu harus rebut hak asuh anak anak kamu dari Alana." Ratih mulai menghasut Kenzo.
"Tapi Aldrich tidak melarang aku menemui Twins, justru Aldrich uang mengatur pertemuan kami " ucap Kenzo
"Bisa jadi itu semua memang akal akalan si Aldrich itu untuk menarik simpati Alana dan anak anak kamu."
Kenzo terlihat berpikir, dia mulai terhasut ucapan Ratih.
TBC
_
_
_
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘
__ADS_1