AIR MATA CINTA ALANA

AIR MATA CINTA ALANA
Bangkit


__ADS_3

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Happy reading guys 😘😘😘


Empat bulan berlalu setelah kematian Aldrich,namun Alana masih berduka begitu dalam, berulang kali harus bolak balik di bawa kerumah sakit karena keadaannya begitu lemah.


Jiwanya begitu terguncang yang dilakukan nya hanya menangis dan menangis, dia begitu merasa bersalah Alana terus menyalahkan dirinya atas kematian Aldrich.


Berdiri di depan pembatas balkon menatap Bintang yang begitu bersinar, tidak ada ketenangan sama sekali dalam diri Alana.


"Mas,,, kamu tega." ucap Alana dengan Air mata yang terus mengalir.


Kenzi dan Keysha masuk ke Kamar Alana karena kata pelayan tadi Alana tidak mau makan.


"Bunda,," Panggil Keysha namun Alana masih belum bergeming juga tetap dalam pikirannya.


"Bun,, makan dulu ya." ucap Keysha.


"Bunda,,, " Kenzi ikut memanggil Alana.


Kenzi yang kesabaran nya hampir habis, tidak ada cara lain pikirnya, Kenzi mengambil nampan yang berisi makanan Alana dia membanting nya dengan keras membuat Alana dan Keysha terkejut sementara Pak Min dan Victor segera masuk ke dalam mendengar barang pecah karena takut terjadi sesuatu.


"Abang,,," panggil Keysha pelan.


"Bunda,,, pernah memikirkan kita tidak? Bunda pernah tidak memikirkan kesehatan Adik kita yang masih dalam perut Bunda? jika Bunda tidak mau makan maka Adik kita pasti akan ikut Papa, Bunda menyia nyiakan pengorbanan Papa, Papa rela mengorbankan semuanya agar Bunda dan Adik baik baik saja, tapi Bunda malah menyia nyiakan segalanya."


"Kita semua merasa kehilangan Papa, tapi kita harus bangkit, kita harus bisa membuat Papa Bangga, Papa tidak akan suka ketika kita terlalu berlarut dalam kesedihan, Kenzi mohon sama Bunda pikirkan kesehatan Adik Kenzi yang dia butuh nutrisi, jangan biarkan pengorbanan Papa terbuang sia sia."


"Tapi,, hiks,, seharusnya Papa kalian masih disini."


"Bunda,, Semua sudah takdir Allah, coba Bunda pegang." Kenzi mengarahkan tangan Alana ke perutnya sendiri.


"Dokter berkata kandungan Bunda lemah, seharusnya jika sudah memasuki minggu ke dua puluh bayinya sudah aktif bergerak, tapi karena kandungan Bunda lemah dia tidak seaktif bayi pada umumnya."


"Jika Bunda terus mengabaikan keberadaan nya, lebih baik Bunda minum saja obat penggugur kandungan." lanjut Kenzi.


"KENZI,,,!" bentak Alana.


"Apa bedanya Bun, selama ini Bunda tidak pernah memperhatikan nya sama saja Bunda membunuh nya secara perlahan." Kenzi mengabaikan bentakan Alana dia harus menyadarkan Bundanya meskipun dengan cara sedikit salah.


Alana menangis sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit 'Maafkan Bunda sayang.'


Kenzi dan Keysha saling pandang setelah itu memeluk Alana bersamaan.

__ADS_1


"Maafkan Bunda nak,, selama ini tidak mengurus kalian." ucap Alana.


"Bunda harus bangkit, seperti yang Papa sering katakan Bunda itu adalah wanita kuat."


"Terimakasih sayang karena selalu ada buat Bunda."


Pak Min dan Victor tersenyum akhirnya Nyonya mereka sadar.


Setelah makan malam Alana langsung kembali lagi ke kamarnya sementara Keysha mengerjakan tugas sekolah, dan Kenzi sibuk mengerjakan beberapa tugas kantor bersama Victor, selama ini dia tidak punya waktu untuk sekedar main main, dia harus bisa membagi waktu antara pekerjaan dan sekolah.


Alana duduk di depan cermin,air matanya kembali menetes.


"Maafkan aku Mas,, selama ini mengabaikan anak kita, hiks,, hiks,, aku berjanji akan menjaganya dengan baik,aku akan mendidiknya agar menjadi pria sejati seperti kamu ." Alana tersenyum tapi air matanya terus menerus mengalir.


Alana mencium baju yang Aldrich pakai terakhir kalinya yang memang sengaja tidak dia cuci,dia seolah olah merasa Aldrich ada di dekatnya.


Alana bertekad akan menjaga anaknya dengan baik, seperti kata Aldrich dia adalah wanita kuat, mengusap air matanya Alana keluar hendak mengecek Anak kembarnya.


Keysha sudah tidur terlelap sementara Kenzi tidak berada di kamarnya jadi Alana memutuskan untuk mencari ke dapur, namun di depan ruang kerja Aldrich yang pintunya kebetulan tidak tertutup rapat Alana melihat Kenzi duduk di depan Laptop mengerjakan sesuatu bersama Victor asisten kepercayaan Aldrich.


Alana kembali meneteskan air matanya ,pasti selama ini putranya mengganti kan Aldrich, tidak dapat Alana bayangkan betapa sibuknya Kenzi.


❤️❤️❤️


Saat turun ke bawah ternyata Keysha dan Kenzi sudah siap dengan seragam nya, disana juga sudah ada Kenzo yang baru pulang dari luar negeri, bahkan hingga saat ini dia belum mengetahui jika Aldrich sudah meninggal.


"Bunda,,,!" teriak Keysa girang melihat Bundanya sudah bangkit.


Kenzo terpesona dengan kecantikan Alana yang begitu memukau dengan perutnya yang terlihat membuncit.


"Makan yang banyak sayang,," Alana mengambilkan makan Keysha dan Kenzi bergantian mengabaikan keberadaan Kenzo.


Sekarang dia menyadari jika seluruh hatinya telah sepenuhnya milik Aldrich,walau semuanya sudah terlambat.


"Kalian belajar yang benar." Ucap Alana setelah mereka menyelesaikan sarapannya.


"Bunda mau kemana kok sudah rapi?" tanya Kenzi.


"Bunda mau ke Kantor." jawab Alana dengan senyum manisnya.


"Aku mau bicara." ucap Kenzo.


"Silahkan ! " balas Alana.

__ADS_1


"Terimakasih ."


"Untuk?"


"Karena sudah menyelamatkan aku."


"Ya,," balas Alana singkat setelah itu langsung pergi.


"Yah,, kami berangkat sekolah dulu ya." pamit Twins pada Kenzo.


"Biar Ayah antar." ucap kenzo.


"Tidak usah Yah Abang bawa mobil ." tolak Keysha halus.


Selama Ini Kenzo jarang mengunjungi Twins dia disibukkan dengan masalah Kekacauan di perusahaannya yang di sebabkan oleh William.


Setelah Twins berangkat barulah Alana keluar dia tadi kembali ke kamarnya karena ponselnya ketinggalan tidak lupa dia mengambil kunci mobil kesayangan Aldrich.


"Eh,, belum pulang?" kaget Alana melihat keberadaan Kenzo.


"Kamu mengusir aku?" tanya Kenzo.


"Bagus kalau merasa." ujar Alana langsung meninggalkan Kenzo sendiri.


Sikap Alana pada Kenzo sangat judes mungkin karena efek kehamilan nya.


Alana memutuskan untuk membawa mobil sendiri, meski ada supir yang memang di khususkan untuk dirinya, tapi dia tidak mau jika mobil Aldrich di duduki orang lain sehingga membuat Aroma Aldrich bercampur dengan aroma orang lain.


Mobil Sport hitam Aldrich yang memang Aldrich pakai sendiri tidak pernah menggunakan supir,mobil yang memang di rancang khusus dengan teknologi tinggi menjadi pilihan Alana untuk pergi ke kantor.


"Sayang,,, kamu ingin jalan jalan ya,, senang banget Bunda ajak naik mobil." ucap Alana sambil mengelus perutnya, anaknya hari ini sangat aktif.


Alana menghirup Aroma Aldrich sebanyak banyaknya, dia berusaha tegar meski air matanya seolah memaksa keluar lagi dan lagi.


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2