
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy reading guys 😘😘😘
Daddy,, Edgar tidak mau di penjara." Edgar melepaskan pelukan Yuni kemudian memeluk Kenzo .
Kenzo membalas pelukan Edgar menepuk nepuk bahu Edgar dengan penuh kasih sayang.
"Kamu tidak akan di penjara." ucap Kenzo mantap.
'Mengapa masih sakit ya Allah,,' ucap Alana dalam hati.
Dirinya saja se sakit itu apalagi jika yang mendengar adalah Anak anaknya,pasti akan lebih sakit dari ini. Aldrich yang mengerti memegang erat tangan Alana.
Kenzo melepaskan pelukan Edgar berjalan ke arah Alana dan Aldrich.
"Sayang,,, aku tahu kamu orangnya baik, hatimu selembut kapas, bagaimana kamu bisa tega melihat anak yang se usia Putra kita di penjara." ucap Kenzo.
Alana menatap nanar Kenzo, kekecewaannya makin menjadi.
"Hehh,, Kenapa saya harus tidak tega melihat anak yang sudah mencelakai Putriku?" balas Alana.
"Hei Jal*ng !" hardik Yuni.
"Tidak terbalik ucapan itu?"
"Saya ini wanita berkelas,berbeda dengan kamu yang selingkuh hingga melahirkan anak haram."
"Bisa diam !" Bentak Kenzo pada Yuni.
"Apakah anda punya cermin?" tanya Alana sinis pada Yuni, sepertinya karena sering ber interaksi dengan Aldrich membuat dirinya ikutan bermulut tajam.
"Apa maksud mu hah?"
"Anda bilang Anda perempuan berkelas? memang ada perempuan berkelas punya anak tanpa tahu siapa Ayahnya.?"
"Sebelum Anda bicara omong kosong,lebih baik Anda bercermin terlebih dahulu, siapa yang pantas di sebut anak haram, Anak yang lahir dalam tali pernikahan tapi bercerai, Atau,,," Alana sengaja menjeda ucapannya tersenyum miring.
"Atau apa hah?" bentak Yuni.
"Atau anak yang lahir dari hasil hubungan bebas namun sengaja menjebak pria lain dan di akui sebagai ayahnya." lanjut Alana santai.
Kenzo menatap Alana dengan pandangan yang sulit di artikan,Alana yang sekarang benar benar berubah, dulu biasanya Alana akan diam ketika ada yang menghinanya. Namun, sekarang Alana membalasnya, katanya benar benar mampu melumpuhkan lawannya.
"Kamu berubah sayang." ucap Kenzo.
"Apa anda berpikir, saya adalah Alana yang bodoh,diam ketika dihina hanya akan menangis, mungkin saya akan diam jika hanya saya yang di hina tapi ini Putra Putriku yang dihina, jangan harap saya diam."
"Berbeda dengan anda !" tekan Alana.
__ADS_1
Aldrich tersenyum samar, dia bangga pada istrinya karena telah melawan Yuni dengan Kenzo menggunakan mulut tajamnya.
"Sayang,,,"
"Harus berapa kali saya bilang,jangan panggil saya dengan sebutan menjijikkan itu."
"Kenzi dan Keysha juga anak anak ku."
"Anak anakmu?, Hahahaha,,,," Alana Tertawa.
"Mana ada seorang Ayah yang diam saja ketika anaknya dihina, mana ada seorang Ayah yang lebih membela anaknya yang lain yang jelas jelas bersalah."
"Masih pantaskah orang seperti itu di bilang Ayah?"
"Kenapa hanya diam, sudah tidak punya mulut?"
"Alana,,!" Bentak Kenzo, Alana nya sekarang sudah benar benar bukan Alana yang dulu.
"Kamu berubah pasti karena di pengaruhi pria itu kan?"
"Ini semua tidak ada hubungannya dengan Mas Al."
"Kita selesaikan semuanya secara kekeluargaan saja ya"
"Tidak,,!" tolak Alana tegas.
"Sayang,,,"
"Lakukan apa yang Ingin Anda lakukan dan kami juga akan melakukan apa yang akan kami lakukan."
Alana langsung menarik tangan Aldrich meninggalkan Kenzo disana.
"Maafkan Mas sayang." Ucap Kenzo lemah.
'Mas tidak bisa memenjarakan Edgar, bukan karena Mas lebih menyayangi Edgar, rasa sayangku lebih besar pada keysha dan Kenzi.' ucap Kenzo dalam hati.
"Daddy." panggil Edgar.
"Edgar mau pulang."
"Pasti kamu bisa pulang."
"Tunggu disini Daddy bicara dulu sama Polisinya." Kenzo berjalan meninggalkan Edgar dengan Yuni.
"Daddy mu tidak akan pernah membiarkan kamu di penjara." Ucap Yuni pada Edgar.
Aldrich menggebrak meja di depannya, " Bangsat !" umpatnya.
"Mas sabar." ucap Alana.
__ADS_1
"Kita pulang !" Aldrich menarik tangan Alana meninggalkan kantor polisi.
Aldrich marah karena Edgar tidak di tahan, Kenzo menjamin Edgar dan juga karena masih belum cukup umur masih dibawah dalam pengawasan orang tua,jadilah Edgar di bebaskan hanya wajib lapor dua kali seminggu.
Aldrich melajukan mobilnya dengan cepat membuat Alana ketakutan, tidak pernah melihat Aldrich se emosi itu.
"Mas,,, pelanin sedikit." cicit Alana.
Karena Aldrich tetap ngebut Alana memberanikan diri memegang lengan Aldrich.
Seketika Aldrich menoleh, dia melupakan keberadaan Alana saking emosinya.
"Maaf." ucap Aldrich.
Dia memelankan laju mobilnya.
'Drtt,,, drttt,,,' Ponsel Alana bn bergetar,nama Keysha tertera di layar ponselnya.
"Halo Assalamualaikum sayang." ucap Alana.
"Hiks,,,Bunda." tangis Keysha di sebrang sana.
"Kenapa menangis sayang?" Panik Alana.
"Loundspeek !" perintah Aldrich. Dan Alana Langsung melakukan nya.
"Hiks Abang " ucap Keysha sambil menangis.
"Kenapa dengan Kenzi?" tanya Alana.
"Abang tertembak." bagai di sambar petir di siang bolong tubuh Alana langsung kaku seketika.
"Sekarang bagaimana keadaan Kenzi Key?" tanya Aldrich.
"Abang masih di tangani Dokter pa Hiks,,"
"Sekarang Key tenang sepuluh menit lagi Papa dan Bunda sampai." Aldrich melajukan mobilnya seperti orang kesetanan.
'Brengsek,,,! rupanya kau sudah mulai bergerak.' umpat Aldrich dalam hati.
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘
__ADS_1