
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy reading guys 😘😘😘
"Ingat Ma aku yang anak kandung mu, Kenzo itu hanya anak tiri Mama." ucap William pada Ratih.
tanpa mereka sadari dari tadi Kenzi mendengar semua percakapan mereka.
"Ya Allah ternyata Ayah sama Mami dalam bahaya."
Melihat Yuni mau keluar Kenzi segera pergi meninggalkan tempat tersebut takut ketahuan.
❤️❤️❤️❤️❤️
Satu bulan berlalu, saat ini Kenzi dan Keysha di ajak Kenzo untuk makan malam bersama, sebenarnya Alana dan Aldrich juga di undang,tapi Alana menolak dengan halus,tidak ingin membuat keributan karena jika melihat dirinya pasti Yuni akan marah.
Tanpa menaruh rasa curiga sedikitpun Kenzo memasuki Mansion nya di sambut Kania yang langsung memeluk Keysha.
"A,,,Mami benar benar merindukan kalian." teriak Kania.
"Kami juga merindukan Mami kok, Mami apa kabar?" ucap Keisha memeluk Kania.
"Mami baik-baik saja, Maaf ya Sayang kejadian waktu itu"
"Sudah lah lagian itu sudah berlalu." ucap Kenzi.
"Ayo sayang kita langsung ke ruang makan, Grandma sudah menunggu kalian." Ajak Kania.
"Mi Kenzi ke toilet dulu ya,," Kenzi melirik Kenzo memberikan isyarat.
"Aku ambil ponsel dulu ya tadi ketinggalan." Kenzo langsung paham maksud putranya.
Sampai di taman yang sepi di tengah kegelapan Kenzi menunggu kedatangan Kenzo.
"Yah,, Kenzi mohon kali ini saja Ayah percaya pada Kenzi, apa yang Bunda katakan itu semuanya benar."
"Nak,, apa yang Bunda kamu katakan itu adalah kebohongan semata, Bundamu telah di butakan oleh cinta nya kepada Aldrich." ucap Kenzo.
"Oke jika Ayah tidak mempercayai Bunda,tapi lihat ini." Kenzi memberikan rekaman Video sebulan yang lalu.
Jantung Kenzo serasa berhenti berdetak, selama ini dia menganggap Alana hanya membual, tapi Video ini benar benar nyata.
"Pantas selama ini tidak bisa menemukan bukti apapun , ternyata William adalah musuhku yang sesungguhnya." ucap Kenzo.
"Akan aku habisi mereka." ucap Kenzo Emosi dia hendak pergi namun segera Kenzi tahan.
"Jangan Yah,, kita tidak aman, kita ikuti saja permainan mereka."
"Kenapa kamu mau datang kesini nak, jika keadaannya seperti ini." Kenzo menyugar rambutnya kasar.
"Karena nyawa Mami taruhannya jika kita tidak kesini Yah." ucap Kenzi.
__ADS_1
"Mansion ini atas kekuasaan Ayah, pasti mereka akan menolong kita jika mereka bertindak."
"Ayah perhatikan mereka dengan seksama, mereka sudah ada di bawah kendali Grandma dan Uncle William."
"Kenapa Aku baru sadar." Kenzo terlihat sangat Frustasi.
"Kita harus segera ke dalam Yah, kita pura pura tidak tahu apapun saja." Kenzo segera memeluk putranya .
"Maafkan Ayah nak,karena Ayah kalian dalam bahaya."
'Prokk,, Prokk,,' Tiba tiba sebuah tepuk tangan dan lampu taman menyala dengan sempurna.
Mata Kenzo dan Kenzi langsung membelalak melihat Kania dan Keysha di ikat di sebuah Kursi.
"Hahahaha,, Lihatlah Anak dan Adikmu Kenzo Bodoh." ucap William dengan tertawa jahat.
"Lepaskan Mereka sialan." maki Kenzo dengan Emosi.
"Melepaskan mereka? tentu saja,, tapi setelah menjadi mayat." balas William.
"Haha Mama, manusia yang paling aku hormati, begitu aku sayangi,bahkan aku tidak mempercayai setiap ucapan buruk tentang Mama." Kenzo menatap Ratih dengan mata yang ber kaca kaca.
"Hahahaha,,, Kenzo kenzo Mama ini hanyalah Mama tiri kamu, dia adalah Mama kandung ku."
'PLAKK'
'PLAKK'
Yuni menampar Keysha dan Kania secara brutal.
"Lepas,,saya Tuan kalian." bentak Kenzo.
"Hahahaha,,, " William dan Yuni tertawa bersama sementara Ratih hanya diam saja.
Tangan Kenzo terlepas segera dia menghajar anak buah William dengan membabi buta, Kenzi melakukan hal yang sama terjadilah pertarungan sengit antara anak buah William dengan Kenzo dan Kenzi.
"Berhenti,,!" perintah William.
"Lepaskan mereka brengsek,,!" Kenzo berteriak marah melihat anak buah William menodongkan pistol tepat di pelipis Kania dan Keysha.
"Hahahaha,,"
"Apa maumu sebenarnya hah ?, kalau harta saya akan memberikan semuanya, tapi lepaskan mereka."
"Harta? kau benar benar Bodoh Kenzo, semua aset mu memang sudah atas nama Saya, kau sudah menanda tangani surat pengalihan harta." ucap william dengan seringai liciknya.
"Hajar dia ! " perintah William pada anak buahnya.
Segera anak buah William menghajar Kenzo hingga lemah, Kenzi memberontak hingga akhirnya terlepas dia membantu Kenzo tapi karena jumlah anak buah William terlalu banyak akhirnya dia ikut babak belur juga.
Keysha dan Kania hanya menangis, mulut mereka di lakban jadi tidak bisa bersuara sedikitpun.
__ADS_1
"Ada apa Istriku sayang?" tanya William, Kania mendelik saat William dengan tega menendang Kenzo tepat di dadanya, mulut Kenzo mengeluarkan darah kental.
"Eghh,,,,eghhh." Keysha berusaha bergerak air matanya terus mengalir melihat keadaan Ayah dan saudara kembarnya.
Ratih menatap Kenzo tidak tega, tapi dia tidak bisa melakukan apapun, dirinya sudah tidak bisa ber buat apa apa.
William menodongkan pistol pada Kenzo, yang sudah terkapar tidak berdaya.
"Ayah,," panggil Kenzi pelan.
Kenzo menggelengkan kepalanya dia tersenyum di sela sela kesakitan nya.
"Ma,,af Ayah belum bisa menjadi Ayah yang baik buat kalian, jaga Keysha dan Bunda sampaikan permintaan maaf Ayah padanya." ucap Kenzo pelan.
"Perpisahan yang cukup mengharukan." Ucap Yuni.
"Asal kalian tahu, selama ini sebenarnya Kania itu tidaklah mandul, tapi kami sengaja memberi obat agar dia tidak bisa hamil, dan,, sebenarnya Tuan Smith meninggal bukan karena sakit jantung tapi,,setiap hari kami racun dengan perlahan begitu juga dengan Mama kandung kamu Kenzo Bodoh." Lanjut Yuni.
"Biadab Kalian !" Kenzo benar benar marah mendengar kenyataan yang sebenarnya.
"Memang,, lalu mau apa?" William menginjak dada Kenzo.
"Sekarang nyawa kalian ada di tanganku!"
"Uncle bukan malaikat." balas Kenzi.
"Heh,,anak Muda, andai kamu tidak terlahir dari darah Smith pasti aku membiarkan kamu untuk hidup, karena kamu keturunan Smith maka kamu juga harus MATI." William menendang Kenzi hingga terpental.
William menghitung mundur, ujung pistolnya di arahkan pada Kenzo.
"Ada kata kata terakhir?"
"Mama,, memang aku bukanlah anak kandung Mama, tapi aku minta Maaf jika ada salah, terimakasih karena selama ini telah menyayangi, bahkan sampai detik ini pun aku masih sangat menyayangi Mama." ucap Kenzo setelah dia memejamkan matanya dia menerima jika ini adalah hari terakhir nya melihat Dunia.
Ratih menangis, entah mengapa dia merasa tidak tega, dari kecil dia dengan sepenuh hati merawat Kenzo dan Kania, jadi wajar saja dia perlahan menyayangi keduanya.
"Sudah cukup William, lepaskan mereka, sekarang kan semua harta keluarga Smith sudah atas nama kamu, jadi lepaskan saja mereka ya nak." ucap Ratih.
"Semakin Mama membela mereka maka mereka harus mati saat ini juga."
'Papa,,, tolong kami.' ucap Keysha dalam hati.
"Tiga,, Dua,, Satu,,"
'DORRR,,,,'
_
_
_
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘