
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy reading guys 😘😘😘
Aldrich membaringkan Alana dengan perlahan seolah barang yang mudah pecah, dengan lembut mengusap wajah Alana mulai dari mata, hidung hingga terakhir di bibir manisnya.
Aldrich terdiam memandang Bibir Alana, ada getaran yang tidak dapat dia mengerti, bertahun tahun dia mengenal Alana, tidak sekalipun terlintas dalam benaknya akan menikah dengan Alana.
Hampir lima belas menit Alana tidak sadarkan diri, akhirnya dia terbangun juga,Alana mengerjap kan matanya menyesuaikan cahaya.
Alana memegang kepalanya yang terasa pening, sementara Aldrich hanya diam memperhatikan saja.
"Sshh,,,,"
Matanya langsung membelalak saat bertatapan dengan mata tajam Aldrich, Alana langsung duduk dari perbandingannya.
"Mas,,?"
"Hm,,"
"Dimana ke lima pengawal tadi?" tanya Alana.
"Di kubur ." jawab Aldrich santai.
Wajah Alana kembali pucat pasi seperti kapas, dia menatap Aldrich ngeri.
"Kamu pembunuh Mas."
"Hm,,"
"Kamu jahat!"teriak Alana.
Aldrich mengambil ponselnya memberikan pada Alana.
"Apa?" ucap Alana sedikit membentak.
"Tonton !"
Alana Melihat pengawal yang terluka tadi sedang di obati oleh dokter dan terlihat mereka baik baik saja.
"Ya tetap saja Mas sudah melukai mereka."
"Itu hukuman buat mereka."
"Hukuman apa?"
__ADS_1
"Kesalahan apa yang mereka lakukan hingga Mas menghukum mereka seperti itu."
"Itu kesalahan yang sangat fatal ."
"Huh,, Mas itu terlalu tega."
"Mas,, "Panggil Alana lembut, Aldrich adalah suaminya sekarang jadi sudah menjadi tugasnya untuk mengingatkan Aldrich ketika melakukan kesalahan.
"Mas,, coba Mas pikir bagaimana jika seandainya mereka tidak baik baik saja,Mas mau masuk penjara?"
"Polisi nya saja takut."
"Mas,, aku serius."
"Yang becanda siapa?"
"Mas,,nyawa itu bukan buat mainan."
"Karena nyawa bukan mainan makanya Mas menghukum mereka seperti itu."
Alana menatap Aldrich bingung, sekali lagi Aldrich memberikan ponselnya pada Alana. Betapa terkejutnya saat melihat video tersebut.
"Ya Allah,, kenapa bisa ada pot besar di atas."
"Itulah kelalaian mereka,hanya disuruh menjaga Twins di sekolah, mereka terlalu lengah."
"Padahal sebelumya tidak pernah terjadi apapun."
Aldrich segera memeluk Alana, menenangkan nya.
"Kamu tenang saja, mereka pasti baik baik saja, saya janji itu."
"Aku ingin melihat keadaan Keysha Mas."
"Biar Key yang kesini, kamu diam saja." ucap Aldrich saat melihat Alana hendak berdiri.
Aldrich menyuruh pelayan memanggilkan Keysha dan Kenzi untuk datang ke kamarnya.
"Bunda,," panggil Keysha saat sudah sampai di dalam kamar Alana dan Aldrich.
"Sayang,,, Key kamu baik baik saja kan nak?" tanya Alana memeriksa tubuh Keysha.
"Key baik baik saja Bun, Key tidak apa apa." jawab Keysha memeluk tubuh Alana.
"Mulai besok kalian pindah sekolah." ucap Aldrich.
__ADS_1
"Siapa Pa?"
"Kamu dan Kenzi."
"Kenapa kita harus pindah Sekolah?"
"Sekolah itu tidak aman ."
"Tapi Pa, kami sudah nyaman sekolah disana."
"Papa tidak mau di bantah."
"Bun,, bilangin dong sama Papa kita tidak mau pindah sekolah." rengek Keysha pada Alana.
"Mas,, kenapa harus sampai pindah sekolah?"
"Papa tidak mau kejadiannya tadi siang terulang kembali."
"Itukan hanya kecelakaan Pa."
"Papa tidak Perduli." setelah mengatakan itu Aldrich segera keluar dari kamarnya.
"Papa,,,!" panggil Keysha.
"Bunda,,, kita tidak mau pindah Sekolah."
"Sudah sudah turuti saja ucapan Papa kalian."
Keysha cemberut Kate Alana tidak membelanya.
"Sayang Bunda mau bicara serius sama kalian." ucap Alana.
"Bunda mau bicara apa?" tanya Kenzi.
"Ini soal Ayah Kalian."
"Ayah kami."
"Ya Ayah kalian , Ayah Kenzo." jawab Alana
_
_
_
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘