
Hanya mampu mengungkapkan lewat Goresan tinta tak ber arti
apakah ada yang mengerti arti diriku yang sesungguhnya?
Apakah aku berarti?
Apakah aku ada artinya?
Apakah ada yang tulus?
Aku ingin bebas mengekspresikan diri
Aku ingin menjadi diriku yang sebenarnya
tanpa ada kepura puraan
Aku ingin seperti mereka yang bebas melakukan sesuatu tanpa aturan
Aku ingin seperti itu. Namun, semua itu hanya sebatas angan yang tidak akan pernah menjadi kenyataan.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy reading guys 😘😘😘
"Sayang Bunda mau bicara serius sama kalian." ucap Alana.
"Bunda mau bicara apa?" tanya Kenzi.
"Ini soal Ayah Kalian."
"Ayah kami."
"Ya Ayah kalian , Ayah Kenzo." jawab Alana
"Kapan kalian akan menemui Ayah Kenzo?" tanya Alana.
Meski hatinya belum rela seratus persen, namun dia akan mencoba berdamai dengan masa lalunya.
"Maksud Bunda ?" tanya Keysha.
__ADS_1
"Bunda ingin kalian memaafkan Ayah kalian."
"Tapi Bun?"
"Memang Bunda sudah memaafkan Ayah?" tanya Kenzi hati hati.
"Ya Bunda sudah memaafkan Ayah kalian."
"Dan Bunda mau kalian tidak menyimpan kebencian apapun pada Ayah kalian."
"Ayah kalian adalah orang yang sangat baik, sangat."
Air mata Alana menetes namun segera di hapusnya.
"Kalau Ayah baik kenapa dulu tidak mempercayai Bunda?" ucap Keysha.
"Karena Ayahmu terlalu baik makanya begitu mudahnya percaya pada keluarganya." jawab Alana.
Di Perusahaan Kenzo mendapat tamu dan orang itu adalah Aldrich, awalnya Kenzo menolak kehadiran Aldrich tapi Aldrich memaksa masuk dan tanpa berdosa nya langsung duduk di sofa ruangan Aldrich.
"Ada apa Anda datang kesini ?" Sinis Kenzo.
"Ingin melihatmu Mati." balas Aldrich tidak kalah sinis.
"Hahahaha bahkan saya bisa mengambil nyawamu."
Aldrich berdiri dan melangkah keluar meninggalkan ruangan Kenzo sampai di pintu dia menoleh dan berkata.
"Nanti malam saya tunggu di restoran Mawar hitam."
"Saya tidak akan datang." sergah Kenzo.
"Dan saya pastikan Anda akan menyesalinya jika tidak datang."
"Ingat kesempatan baik itu harus di gunakan sebaik mungkin." lanjut Aldrich, setelah itu dia benar benar pergi meninggalkan Perusahaan Kenzo.
Kenzo mengepalkan tangannya hingga kukunya memutih.
"Akh,, Brengsek !" umpat Kenzo.
__ADS_1
Setelah dari perusahaan Kenzo Aldrich tidak langsung pulang dia pergi ke suatu tempat yang menurutnya begitu menenangkan.
Jam Tujuh malam Alana dan twins sudah siap karena tadi Aldrich sore Aldrich memberi kabar akan makan malam diluar dan sudah menyiapkan baju yang akan mereka pakai.
"Cantiknya Bunda " teriak Keysha.
Alana memang terlihat sangat cantik, menggunakan Dress Navy selutut rambut panjangnya di gulung menambah kesan Sexy nya.
Tidak ada yang akan mengira jika Alana sudah memliki dua anak remaja, pasalnya Alana masih seperti usia dua puluh lima tahun,jika bersama dengan Twins seperti kakak Adik saja.
"Pasti nanti Papa akan terpana Hahahaha." ucap Keysha.
Pipi Alana merona , dia merasa wajahnya sudah memanas dapat di pastikan jika wajahnya saat ini seperti keping rebus.
Keysha juga tidak kalah cantiknya, dia juga menggunakan dress Navy rambut panjangnya di gerai indah sedikit Curly bagian bawahnya.
Kenzi terlihat gagah dengan setelan Jas Navy, begitu tampan dan menggoda iman kaum hawa.
"Hanya makan malam saja kan, kenapa harus serapi ini." ucap Keysha.
"Tanyakan nanti saja pada Papamu." suruh Alana.
Mereka bertiga berangkat ke Restoran yang sudah Aldrich siapkan di antar kan asisten Aldrich di ikuti beberapa orang pengawal.
Empat puluh menit perjalanan mereka sampai di sebuah restoran mewah,suasana terlihat begitu menenangkan.
"Apa tidak salah tempat, kenapa begitu sepi?" tanya Alana pada Asisten Aldrich.
"Tidak Nyonya ini memang benar, Tuan sudah membooking Restoran ini." jawab Asisten Aldrich.
"Selamat datang Nyonya, selamat Malam." sapa Karyawan Restoran itu ramah.
"Malam, Terima kasih " ucap Alana ramah.
_
_
_
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘