
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy reading guys 😘😘😘
Kenzo menonjok cermin di depannya, saat ini Kenzo sedang berada di kamar Mansion yang dia tinggali sendiri,tempat dia menenangkan diri.
"Ahhh,,, Maafkan Daddy."
"Bagaimana bisa aku di bisa dibilang seorang Ayah?"
Kenzo mengingat semua ucapan Alana kepadanya.
"Benar sifat ku terlalu pengecut." Air mata Kenzo mengalir dari pelupuk matanya.
Kenzo benar benar menyesali semuanya, tidak ada yang mengetahui betapa penyesalan itu menghantuinya setiap malam hingga dia sulit hanya sekedar untuk memejamkan matanya.
"Mengapa? mengapa jalan takdirku begitu sulit." ucapnya, darah mengucur deras dari tangannya yang tadi menonjol cermin.
"Sayang,,, Aku masih sangat sangat mencintaimu, dan sekarang kamu sudah memiliki suami, bisakah kita kembali seperti dulu hiks,,," Kenzo sudah tidak dapat menahan rasa sesak di dadanya, dia menangis meratapi ketidak berdayaan dirinya.
❤️❤️❤️
Sampai di rumah sakit Aldrich dan Alana berjalan dengan cepat menuju dimana Kenzi di tangani,disana sudah ada Keysha yang sedang menangis sendiri.
"Sayang " Panggil Alana.
"Bunda,," Keysha segera memeluk Keysha.
"Bagaimana Kenzi bisa tertembak Key?" tanya Alana.
"Aku tidak tahu Pa, tadi kami duduk di taman rumah sakit karena Key merasa bosan tiba tiba entah dari mana ada peluru dan mengenai bahu Abang." Cerita Keysha.
"Maafkan Papa tidak bisa menjaga kalian." ucap Aldrich pelan.
Aldrich mengambil ponselnya menghubungi anak buahnya.
"Cari tahu semuanya,saya mau satu jam lagi semuanya sudah lengkap" Perintah Aldrich.
Dokter keluar, segera saja mereka menghampirinya.
"Bagaimana keadaan Putra saya Dok?" tanya Alana.
"Putra Anda baik baik saja, sekarang anda bisa menemuinya, lukanya jangan sampai terkena air terlebih dahulu sampai kering."
"Makasih Dok" Meraka segera masuk ke dalam.
"Bagaimana keadaan kamu Sayang?" tanya Alana.
"Kenzi baik baik saja Bun." Jawab Kenzi dengan senyum manisnya.
"Abang Hiks,,," Keysha kembali menangis.
__ADS_1
"Abang tidak apa apa Key." Kenzi menenangkan Keysha.
"Kita langsung pulang ke rumah saja." ucap Aldrich.
"Tapi Keysha " ucap Kenzi.
"Biar Dokternya saja datang kerumah."
"Terserah Daddy saja." ucap Keysha.
Setelah itu sesuai ucapan Aldrich mereka langsung pulang kerumah yang sudah Aldrich persiapkan untuk keluarga kecilnya.
"Pa ini rumah siapa?" tanya Keysha.
"Ini rumah kita sayang." Jawab Aldrich.
"Rumah kita?"
"Ya,, apa Key tidak menyukainya?"
"Bukan Pa,, Key suka,rumah ini lebih mirip seperti istana, seperti rumah Mafia yang sering Key tonton di Drakor."
Mereka masuk di sambut jajaran pelayan dan semua pekerja yang ada di Mansion itu.
"Selamat Datang Tuan, Nyonya, Tuan Muda dan Nona Muda." Sambut pak Min kepala pelayan di Mansion itu.
Alana dan Twins membalasnya dengan mengangguk sambil tersenyum berbeda dengan Aldrich yang memilih mengabaikan nya.
Alana terus mengikuti langkah Aldrich dari belakang, sampai di dalam kamar utama Mansion Alana sedikit gugup untuk masuk,karena ini setelah menikah dengan Aldrich kali pertamanya sekamar berdua.
"Mau jadi patung?" ucap Aldrich.
Alana sedikit gugup, harus melakukan apa.
"Masuk !"
Alana hanya mengikuti saja apa yang Aldrich ucapkan.
Aldrich tersenyum samar melihat tingkah Alana,dia merasa terhibur sendiri.
"Mas,," panggil Alana.
"Hm,,"
"Kita akan tinggal disini?" Tanya Alana ragu ragu.
Aldrich mengangkat Alisnya.
"Emm kalau kita tinggal disini bagaimana dengan toko kue ku "
"Kamu mau kita tinggal di rumah kamu?"
__ADS_1
"Emm,, bukan begitu, aku masih boleh kan setiap hari datang ke toko kue itu."
"Semua kebutuhan kamu dan Twins sekarang sudah menjadi tanggung jawab saya, jadi kamu tidak perlu bekerja lagi." ucap Aldrich panjang lebar.
"Tapi Mas,,"
"Saya tidak menerima kata Tapi, hanya Iya."
Alana sedikit mengembungkan pipi nya, kesal dengan tingkah seenaknya Aldrich.
"Lalu aku disini harus ngapain Mas?"
"Cukup berdiam diri."
"Tapi aku akan kebosanan Mas."
"Shoping."
"Maksudnya?" Alana bingung dengan ucapan Aldrich yang sangat Ambigu.
"Kalau bosan kamu Shoping saja atau pergi ke salon."
"Hah Itu hanya akan menghamburkan uang Mas."
"Uang saya tidak akan habis meskipun kamu mau habisin satu M setiap hari." ucap Aldrich songong, membuat Alana ingin menampol kepalanya.
Tanpa mereka berdua sadari mereka semakin dekat, bicarapun sudah tidak se kaku dulu.
"Aku turun ke bawah dulu,mau menyiapkan makan malam."
"Disini saja, biarkan para pelayan yang menyiapkan,kamu duduk manis saja."
"Tidak apa apa."
"Sudah disini saja, itu sudah tugas mereka nanti kalau kamu yang menyiapkan makan malam nanti mereka makam gaji buta." Alana melirik Aldrich sinis , perhitungan sekali suaminya ini.
"Kamu Nyonya di rumah ini." lanjut Aldrich membuat Alana geram mencubit perut Aldrich dengan kencang.
Tapi Aldrich tetap diam seperti tidak merasakan apapun, membuat Alana makin geram dia mengambil lengan Aldrich kemudian menggigitnya.
Aldrich menggelengkan kepalanya, gemas dengan tingkah Alana, dia sengaja pura pura tidak merasakan sakit, padahal cubitan Alana tidak main main, apalagi gigitannya, seperti di gigit harimau saja.
"Mas,, kamu bukan vampir kan?"
_
_
_
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘