AIR MATA CINTA ALANA

AIR MATA CINTA ALANA
Berisik


__ADS_3

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Happy reading guys 😘😘😘


DORRR,,'


'DORRR,,'


'DORRR,,'


"Ya Allah,,Mas !"


Alana berteriak melihat lima orang Bodyguard di gantung terbalik, tiga di antaranya sudah Aldrich tembak pahanya.


Aldrich hendak menembak keduanya namun menoleh mendengar teriakan Alana.


"Nyonya jangan kesana." larang salah satu bawahan Aldrich menghalangi Alana.


"Lepas, Saya mau kesana." Alana memberontak.


"Maaf Nyonya."


Alana menendang pengawal tersebut dan tepat mengenai sasaran nya sehingga pengawal itu kesakitan melepaskan pegangannya pada Alana.


Segera Alana berlari mendekati Aldrich yang hendak menembak kedua Bodyguard yang di gantung terbalik oleh Aldrich.


"MAS,,!" teriak Alana.


"Pergi !" usir Aldrich.


"Tidak, lepaskan mereka ." Walau lutut Alana sudah lemas melihat ketiga bodyguard yang sudah bercucuran darah.


"Pergi ! " Aldrich kembali mengusir Alana.


"Tiga dua sa,,,"


"Mas,, please " Alana memeluk Aldrich dari belakang.


"Tu,,"


'DORRR'

__ADS_1


Alana Langsung lemas tak bertenaga, Aldrich menoleh melihat istrinya yang sudah tergeletak di tanah.


"Baru melihat seperti itu saja Nyonya sudah pingsan, apalagi melihat sisi kejam Tuan." ucap Pengawal yang melihat dari tadi.


"Hati Nyonya itu lembut, beliau tidak akan tega melihat orang lain terluka." ucap pelayan Mansion yang tadi mengejar Alana.


"Semoga saja mampu meluluhkan hati Tuan yang sekeras batu." lanjutnya.


"Urus mereka !" perintah Aldrich pada anak buahnya.


Aldrich melettakan pistol nya didalam jas yang dia pakai kemudian berjongkok melihat keadaan Alana.


"Pingsan " ucapnya.


Aldrich mengangkat Alana ala bridal style membawa nya ke kamar mereka namun di depan lift dia bertemu dengan Kenzi.


"Bunda kenapa Pa?" tanya Kenzi panik melihat Bundanya berada dalam gendongan Aldrich.


"Tidak apa apa, hanya shok saja tadi, kamu makan saja dulu sama Key ya." jawab Aldrich.


"Tapi Pa,, Bunda."


"Percaya pada Papa, jangan sampai Key tahu keadaan nya belum pulih." ucap Aldrich.


Aldrich segera memasuki lift meninggalkan Kenzi yang masih terus menatap Bundanya yang terlihat tidak sadarkan diri.


"Ya Allah apalagi ini." Kenzi menyugar rambutnya dengan kasar.


Selang beberapa menit Keysha baru turun, mungkin karena perempuan jadi Keysha lebih lama saat membersihkan diri.


"Bang " panggil Keysha melihat Kenzi yang terlihat sedang melamun.


"Awas nanti kesambet." Ucap Keysha.


" Mana ada."


"Habisnya ngelamun, sampai ilernya saja tidak di usap, awas ya,,, nanti Mansion nya banjir dari ilernya Abang."


Kenzi yang malas meladeni Keysha memilih meninggalkannya saja,karena kalau berdebat dengan Keysha tidak akan ada akhirnya.


"Dimana Bunda?" tanya Keysha, karena dia tidak melihat keberadaan Bundanya,yang menyiapkan makanan nya adalah pelayan, katanya tadi mau menyiapkan.

__ADS_1


"Oh,, Bunda tadi sama Papa." Jawab Kenzi.


"Papa?" heran Keysha soalnya ini masih jam berapa kok tumben Papa nya sudah datang.


"Hm,," balas Kenzi.


"Hm hm saja, dasar manusia balok." dumel Keysha,dia merasa kurang puas dengan jawaban Kenzi.


Kenzi mengabaikan saja Adik nya yang terlihat sedang kesal, dia memilih langsung makan saja.


"Ish,," Keysha makin kesal saja karena Kenzo mengabaikannya.


"Makan !"


"Lama lama Abang itu seperti Papa tahu gak sih."


"Oh,," acuh Kenzi.


"Abang,,,,! Aku aduin Bunda ya "


"Dasar tukang ngadu." cibir Kenzi.


"Bunda,,,! Papa !" teriak Keysha.


"Berisik ! "


" Biarin wle " Keysha memelet kan lidahnya mengejek Kenzi berlari menjauhinya.


"Hahahaha" Keysha tertawa.


Kenzi yang mulai terpancing segera mengejar Keysha,hingga terjadilah aksi kejar-kejaran di seluruh Mansion.


Mansion yang dulunya sepi. Namun, sekarang di penuhi dengan keceriaan Keysha.


_


_


_


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘


__ADS_2