
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy reading guys 😘😘😘
Satu Minggu berlalu Alana sudah di perbolehkan pulang, Alana begitu bahagia mendengar kabar jika dirinya tengah hamil,dia berniat memberikan kejutan kecil untuk Aldrich.
"Key,, Papamu belum juga bisa di hubungi?" tanya Alana pada Keysha.
Memang setelah sadar Alana selalu mencoba menghubungi Aldrich namun
"Belum Bun." jawab Keysha pelana.
Pak Min dan beberapa pekerja lain di Mansion merasa tidak tega melihat Alana yang terus bertanya tentang Aldrich, mereka di larang untuk memberi tahukan Alana jika Aldrich telah meninggalkan dirinya untuk selamanya.
"Padahal Dua hari lagi ulang tahun Papamu." ucap Alana pelan.
Keysha mengusap air matanya, bagaimana reaksi Bundanya ketika tahu ternyata Papanya sudah meninggal dunia.
"Oh Iya Key,, kata Ayah kamu,orang yang mendonorkan hatinya buat Bunda identitas nya di rahasiakan ya,, padahal Bunda ingin sekali berterima kasih kepada keluarganya."
"I,,ya Bun." jawab Keysha sedikit gugup.
"Pak Min,," panggil Alana.
"Iya Nyonya,," jawab Pak Min.
"Tuan tidak ada menghubungi kamu?" tanya Alana.
"Tidak Nyonya, mungkin Tuan sibuk disana makanya tidak sempat memberi kabar."jawab Pak Min.
"Mungkin sih, semoga dia baik baik saja."
"Bunda istirahat dulu ya,kasihan Adek nanti kalau kecapean." ucap Keysha.
"Baiklah sayang,Bunda istirahat dulu, nanti kalau Papamu menghubungi kamu bilang ya nak sama Bunda." Ucap Alana.
"Pasti Bun."
Setelah Alana tidak terlihat lagi bahu Keysha langsung melorot, air matanya langsung tumpah seketika.
"Kenapa Papa harus pergi hiks,,, apa yang harus aku katakan pada Bunda Pa." tangis Keysha.
"Nona jangan menangis, nanti Nyonya curiga." ucap Pak Min.
Di perusahaan El Barak Company Kenzi sedang sibuk berkutat dengan berkas berkas yang di tinggalkan Papanya.
Semua sudah Aldrich persiapkan, seolah olah dia tahu jika tidak akan pernah kembali lagi, bahkan tanpa sepengetahuan siapapun Aldrich sudah menyiapkan kamar untuk anaknya yang masih ada dalam kandungan Alana.
"Pa,,, Apakah sekarang Papa bahagia? Pasti sekarang Papa sudah tidak sakit lagi,Apa yang harus Ken katakan pada Bunda Pa." Kenzi bicara sendiri sambil menatap foto Aldrich.
Victor menatap Iba pada Kenzi, Aldrich pergi dengan meninggalkan sejuta kebaikan yang membekas dalam hati orang yang mengenalnya.
__ADS_1
"Maaf Tuan Muda, meeting akan segera di mulai." ucap Victor akhirnya.
"Baik Uncle." balas Kenzi setelah itu membenarkan letak dasinya.
Dua hari berlalu hari ini tepat hari ulang tahun Aldrich yang ke empat puluh dua, Alana dengan semangat membuat kue ulang tahun untuk Aldrich.
"Jika Papamu tidak pulang Bunda akan menyusul nya,Bunda takut terjadi Apa apa dengan Papamu." ucap Alana pada Kenzi dan Keysha.
"Nanti siang kita akan bertemu dengan Papa." Kenzi berkata dengan yakin.
"Bang,, tapi." ucap Keysha.
Kemarin dirinya sudah berpikir, cepat atau lambat Bundanya pasti akan tahu kebenarannya, dia memutuskan untuk memberi tahukan hari ini pada sang Bunda,dia percaya jika Bundanya adalah wanita kuat seperti yang sering Aldrich katakan.
"Papamu sudah pulang Ken?" tanya Alana.
"Ya,,Papa sudah Pulang." jawab Kenzi seadanya.
"Tega sekali dia, pulang bukannya langsung ke rumah, aku takut Papamu kembali jatuh sakit lagi Ken, sebelum berangkat dia terlihat tidak sehat." dumel Alana dia pikir Aldrich pulang langsung ke Perusahaan.
Setelah jam makan siang Alana sudah siap dengan pakaian serba hitam nya, meski di heran kenapa Kenzi dan Keysha memberikan dirinya baju berwarna hitam seperti orang mau melayat saja tapi kata anak anaknya karena warna hitam adalah warna kesukaan Aldrich.
Kue ulang tahun,lengkap dengan lilin angka empat puluh dua,juga kado berupa hasil USG dan tespek Alana siapkan juga.
Dirinya tersenyum di depan cermin, sekarang dia sudah yakin dengan hatinya jika dia juga mencintai Aldrich.
"Aku juga mencintaimu Mas." ucap Alana.
"Bunda,,," panggil Keysha di depan kamarnya.
"Bunda sudah siap?" tanya Keysha.
"Sudah, Ayo kita langsung berangkat nak, sebelum waktu makan siang berakhir." Alana begitu semangat untuk bertemu dengan Aldrich.
"Ayo Bun." Akhirnya mereka berangkat, menuju makam Aldrich.
Sampai di pemakaman Alana merasa heran,mengapa anak anaknya membawa dirinya ke TPU ,Apa Aldrich sedang ziarah ke makam orang tuanya.
"Ngapain kita kesini nak?" tanya Alana.
"Kita akan bertemu dengan Papa." jawab Kenzi.
Dari arah parkir Victor baru datang diikuti Pak Min juga di belakangnya.
" Mari Nyonya."ajak Victor.
"Kamu sendiri dimana Mas Al?"
"Tuan sudah menunggu disana Nyonya." jawab Victor sambil menunjuk pemakaman.
Victor berjalan terlebih dahulu diikuti Alana dan Twins, sampai di area pemakaman Alana tidak juga melihat keberadaan Aldrich.
__ADS_1
"Dimana Mas Al?" tanya Alana kembali.
"Bunda akan segera bertemu dengan Papa." ucap Keysha.
Victor langsung menghentikan langkahnya setelah sampai di pemakaman yang masih terlihat baru, sementara Alana masih bingung.
"Dimana Papamu Ken?" tanya Alana pikiran nya sudah mulai tak karuan.
"Ini,," Kenzi menunjuk makan yang masih basah si depannya.
Alana menatap batu nisan yang bertuliskan Aldrich Giyafsa El Barak setelah itu menatap orang yang berada disana bergantian.
"Hahahaha,, kalian pasti becanda kan? kalian cuma ngeprank Bunda kan? hahahah,,,, ini tidak lucu tahu." Alana Tertawa hambar.
"Kenapa kalian ngerjain Bunda yang ulang tahun itukan Papa kalian." lanjut Alana dia masih mengira jika dirinya hanya di Prank.
"Kami tidak nge prank Bunda, Papa telah pergi untuk selamanya." Ucap Kenzi.
Tubuh Alana langsung lemas seketika, dia bersimpuh di samping nisan Aldrich.
"Mas,, kamu ngerjain aku?"
"Ini tidak lucu Mas."
"Hiks,,, hiks,, kamu hanya ngerjain aku kan Mas." tangis Alana pecah.
"Mas,,, kamu beneran ninggalin aku?" Alana memeluk batu nisan Aldrich sambil terus menangis.
"Bunda relakan Papa." ucap Kenzi.
"Kalau memang Mas hanya ngerjain aku tidak apa apa ,aku tidak akan marah kok."
"Mas,, Aku hamil, hiks,, hamil anak kita, kamu tidak ingin melihat dia lahir, kamu tidak ingin mendengar dia memanggil mu Papa hiks,, ." Alana terus bicara di atas makam Aldrich.
"Mas,, kenapa kamu tega meninggalkan aku, bagaimana jika nanti anak kita mencari kamu, aku harus jawab Apa, kamu becanda kan Mas,, ini Pasti hanya mimpi." Alana menepuk nepuk pipi nya dengan sedikit keras kemudian mencubit nya.
Keysha Kenzi Victor dan Pak Min imut menangis melihat Alana yang begitu rapuh.
"Mas,, Hiksz,,,," Perlahan tubuh Alana melemah dan tidak sadarkan diri.
"Bunda,,," teriak Keysha.
"Bunda bangun,,, !" Kenzi dan Keysha berusaha mengguncang tubuh Alana.
Kenzi segera menggendong tubuh Alana dan membawanya pulang Ke Mansion.
_
_
_
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘