AIR MATA CINTA ALANA

AIR MATA CINTA ALANA
Menikah tanpa dilamar


__ADS_3

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Happy reading guys 😘😘😘


Sampai di perusahaan Aldrich tidak fokus bekerja, ada sesuatu yang menggangu pikirannya,bahkan semua meeting dia batalkan.


"Batalkan semua jadwal meeting ku !"


Tanpa menunggu jawaban sekertaris nya Aldrich pergi meninggalkan perusahaan menuju rumah sakit dimana Keysha dirawat.


Sampai di dalam ruang rawat Keysha Aldrich di sambut tatapan heran Alana, Kenzo dan Keysha, baru tadi pamitan berangkat kerja mengapa sekarang sudah datang lagi.


"Kok tumben Papa kerja cuma sebentar." ucap Keysha.


"Ada yang ingin Papa tanyakan pada kalian."


"Apa?"


Aldrich menghela nafas, menatap bergantian Alana Kenzi dan Keysha.


"Kenzi dan Keysha sayang tidak sama Papa?" tanya Aldrich sedikit ambigu.


"Sayang lah Pa." jawab Keysha di angguki Kenzi.


"Kalian mau tidak jika Seandainya Papa jadi Papa kalian ?"


"Papa kan memang Papa kami."


"Maksud Papa, Jika Papa menikahi Bunda kalian, kalian setuju tidak.?"


Keysha mengangguk dengan antusias, begitu juga dengan Kenzi, dari kecil sebenarnya mereka berharap jika seandainya Aldrich benar benar menjadi Papa mereka sesungguhnya, dan jika Bunda menikah dengan Aldrich pasti Bundanya tidak perlu lagi kerja banting tulang.


Berbeda dengan Alana yang menatap Aldrich heran,kesambet dimana? perasaan kemarin biasa biasa saja.


Alana mendekat kemudian menyentuh kening Aldrich memastikan kalau Aldrich baik baik saja.


"Kamu baik baik saja Mas?" Tanya Alana. Dibalas tatapan Tajam Aldrich.


"Ikut aku,,," Aldrich menarik tangan Alana Keluar namun sebelum itu dia berkata pada Kenzi agar menjaga Keysha.


"Ken jaga Keysha ya,,,Papa mau menyelesaikan semuanya dulu ya."


"Oke Pa,,,," Jawab kenzi.


"Mau kemana Mas?" tanya Alana.


"Ikut saja."


"Tapi Mau kemana?"


Aldrich mengabaikan Alana terus menariknya hingga ke dalam mobil Aldrich.


"Mau kemana sih Mas?" Lagi lagi Alana bertanya.


"Ke KUA." jawab Aldrich singkat.


"KUA?"


"Hm,,,,"


"Mau ngapain?"


"Nikah."


"Siapa yang mau menikah Mas?" tanya Alana .


"Kita." Jawab Aldrich.


"Hah,,,,," Alana dibuat bingung oleh jawaban Aldrich,tiada angin tiada hujan langsung bilang nikah, dilamar pun tidak.


"Mas Al tidak lagi mabuk kan?"


"Saya sadar 100 persen."

__ADS_1


"Mas jangan bercanda deh,,, tidak lucu."


"Siapa yang bercanda?"


"Mas,,,ini pernikahan bukanlah permainan yang kapan saja bisa ditinggalkan."


"Saya tahu."


"Stop sekarang, aku mau balik ke rumah sakit." ucap Alana.


"Kamu tidak mau menikah dengan saya, karena masih mengharapkan mantan suami kamu itu."


Alana menoleh menatap Aldrich yang saat itu masih fokus menyetir mobilnya.


"Apa maksud kamu Mas?"


"Kamu tahu Apa Maksud saya Alana." Tekan Aldrich.


"Tidak pernah terlintas sedikitpun untuk aku kembali pada Mas Kenzo."


"Buktinya kamu masih memanggil nya Mas."


"Mas Cemburu?"


"Tidak,,,!"


"Mas Kenzo hanya masa lalu, walau bagaimanapun dia Ayah Kandung Twins."


Aldrich menghentikan mobilnya di depan KUA ,Alana melihat sekelilingnya masih bingung dengan semuanya.


"Mas,,," Panggil Alana pelan.


"Turun,,,!" perintah Aldrich.


"Tapi,,, " Aldrich menatap tajam Alana.


"Mau ngapain Mas?"


Aldrich segera turun kemudian membukakan pintu untuk Alana.


"Mas,,,, yakin mau nikahin aku?" tanya Alana memastikan.


"Hm,,,"


"Tapi aku tidak mau menikah."


"Saya tidak peduli."


"Tapi aku tidak membawa Ktp dan lainnya Mas."


"Semuanya sudah di urus."


"Tapi,,,"


"Tapi apa lagi?"Tanya Aldrich mulai kesal pada Alana.


"Masak ada orang mau menikah tanpa di lamar terlebih dahulu." Gerutu Alana pelan namun masih bisa di dengar oleh Aldrich.


"Jadi kamu tidak mau menikah karena tidak saya lamar begitu?"


"Apa,,, ? Tidak,,, tidak." jawab Alana gelagapan.


Aldrich sedikit mengangkat ujung bibirnya, menata Alana yang sedang salah tingkah.


" Kita ini sudah sama sama dewasa, Saya tadi kan sudah melamar kamu."


"Kapan?" tanya Alana.


"Tadi."


"Ya tadinya itu kapan Mas?"


"Saya sudah melamar kamu sama Anak anak,dan mereka sudah menerima nya, jadi,,,, tidak ada alasan lagi kamu menolak."

__ADS_1


"Tapi Apakah Mas mencintai aku?" tanya Alana.


"Apakah Cinta akan menjamin suatu hubungan tidak akan berpisah?" tanya Aldrich balik.


Alana bingung harus menjawab seperti apa, yang saling mencintai saja masih berpisah apalagi tidak.


"Dalam suatu hubungan bukan hanya cinta yang dibutuhkan tapi yang paling utama adalah kepercayaan."


Dalam hati Alana membenarkan semua ucapan Aldrich, pondasi suatu hubungan memanglah kepercayaan bukan Cinta.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Kenzo pulang dengan perasaan kecewa karena tidak bisa bertemu dengan kedua anaknya, penyesalan nya makin menjadi saat melihat hasil test DNA antara dirinya dan Keysha 99 persen cocok.


Kenzo yakin jika ada orang yang sengaja menutupi keberadaan Alana dari dirinya,dan pastinya bukan orang sembarangan.


"Dimana sebenarnya Alana menyembunyikan Anak anakku.?"


"Pasti ada orang lain dibelakang Alana Ken" ucap William.


"Tapi siapa?"


"Yang pasti dia bukanlah orang sembarangan,terbukti selama belasan tahun kita mencari Alana tapi tidak menemukan hasil."


"Apa jangan jangan suami Alana?" celetuk Kania.


"Mungkin saja, tapi,, jika memang suami Alana mengapa memilih kamar rawat biasa untuk perawatan Keysha, sementara dia bisa menyembunyikan Alana serapat itu pastinya dia bukan orang sembarangan kan."


"Tidak akan aku biarkan Alana menjadi milik orang lain, ini semua salah kamu dan Mama." Tunjuk Kenzo pada Kania.


"Maaf ini memang salahku." ucap Kania penuh sesal.


"Andai kalian tidak setega itu."


"Akh,,,,," Teriak Kenzo dia sudah mulai emosi.


"Maaf."


"Apakah maafmu bisa mengembalikan segalanya? tidak kan." bentak Kenzo.


"Kakak hanya fokus menyalahkan Aku dan Mama sementara Kakak sendiri sangat mudah dibohongi, seharusnya Kakak mencari tahu terlebih dahulu kebenarannya,jangan langsung termakan emosi." Balas Kania yang juga sudah mulai terpancing emosi karena Kenzo masih terus menyalahkan dirinya.


"Kamu masih bisa berkata seperti itu setelah apa yang kamu lakukan ."


"Sudah sudah tidak ada gunanya juga kan kalian saling menyalahkan, lebih baik sekarang kita cari tahu keberadaan Alana dan kedua anaknya." Lerai William.


"Kalau melihat dari keadaan Keysha pastinya masih di rawat di rumah sakit." ucap Kenzo.


"Kerahkan semua anak buah kita untuk mencari di seluruh rumah sakit !" perintah Kenzo setelah itu pergi meninggalkan Kania dan William.


"Aku kesal tahu sama Kakak." Ucap Kania.


"Itu kan memang kesalahan kamu sama Mama sayang."


"Tapi kami sudah menyesali semuanya."


"Iya karena Kalian sudah tahukan Yuni itu perempuan seperti apa."


"Iya,,, lebih baik Abang sama Alana saja walau tidak jelas asal-usulnya, dari pada Yuni si Jal*ng."


"Makanya lain kali jangan hanya menilai orang dari luar nya saja."


"Hm,,," Balas Kania.


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2