
Bismillahirrahmanirrahim,,,, Mohon maaf kepada semua penggemar HIJRAHKU BUKAN KARENA CINTA kemarin terpaksa Author hapus karena Author sangat sibuk jadi,, Author Update yang memang sudah ada di berkas saja.
Insyaallah sekarang Author usahakan Update setiap hari, bagi para pembaca yang kecewa dengan cerita AIR MATA CINTA ALANA karena alurnya gak jelas atau apalah saya minta maaf karena memang bukan apa ya,,, bukan kemampuan saya gitu,saya sulit kalau membuat konflik rumah tangga memang jujur saja saya tidak bisa,kalau konfliknya yang sedikit muter muter, makanya jadi ngawur gitu hasilnya.
Author itu tidak bisa jika harus menjadi Author ikan terbang, Author itu lebih menyukai membuat tentang mafia atau spiritual.
Mohon dukungannya dan mohon maaf apabila tidak sesuai dengan keinginan kalian 🙏🙏🙏🙏🙏
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy Reading guys 😘😘😘
Sampai di Mansion Alana merasa sepi, Aldrich hilang tanpa kabar, sementara Twins tadi memberinya kabar kalau mau main ke rumah Ayahnya.
"Mas,, kamu dimana?" Alana memejamkan matanya setelah itu bulir air mata turun menetes dengan derasnya.
Tiba tiba ada seorang yang memeluknya dari belakang, Alana kenal dengan aroma ini, aroma yang dia cari selama seminggu ini.
Segera Alana berbalik memeluk tubuh tegap penuh karisma tersebut "Kamu dari mana saja sih Mas?" tanya Alana sambil memukul dada Aldrich pelan.
"Ada urusan penting." jawab Aldrich.
"Kamu tahu,aku mencari kamu sampai ke perusahaan, tapi kamu tidak ada."
"Maaf,," ucap Aldrich sendu.
Aldrich kembali memeluk Alana mencium kening Alana lembut, tanpa sadar se tetes air mata jatuh dari pelupuk matanya.
"Kamu tidak apa apa kan Mas, kenapa terlihat pucat, pasti kamu terlalu memforsir tenaga kamu kan sampai kelelahan begini, istirahat dulu ayo." Alana menarik tangan Aldrich pelan menuju ke kamar.
Tidak seperti biasanya Aldrich menurut saja, sampai dalam kamar Alana pamit ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk air mandi Aldrich.
Namun sekembalinya Alana dari kamar mandi terlihat Aldrich yang telah terlelap begitu tenang di atas ranjangnya tanpa berganti pakaian terlebih dahulu dan itu bukanlah kebiasaan Aldrich, biasanya dia akan membersihkan diri terlebih dahulu sebelum istirahat.
Alana mendekat ke arah Aldrich duduk di sebelahnya, memegang kening Aldrich yang terlihat pucat.
"Kamu benar benar kelelahan ya Mas." ucapnya, Alana mengambil selimut kemudian menyelimuti Aldrich hingga sebatas leher.
Tanpa sengaja Alana menyentuh rambut Aldrich dan betapa terkejutnya saat melihat tangan Alana penuh dengan helaian rambut Aldrich.
"Kenapa rambutmu rontok Mas?"
"Apa Mas Al tidak cocok sampo ya?" Alana menebak nebak saja.
Alana kemudian meninggalkan Aldrich sendiri, dia turun untuk menyiapkan makan malam mereka.
❤️❤️❤️
Di Mansion Kenzo saat ini mereka sedang makan malam kembali, niatnya mereka akan langsung pulang setelah makan siang tadi tapi Ratih berkata katanya masih Rindu sama mereka, karena tidak tega akhirnya mereka bermain disana dan tanpa sadar hingga waktunya makan malam.
Ratih dan Kania begitu memanjakan Twins, Kenzo menatap semua itu , bagaimana dirinya bisa percaya jika mamanya punya niat jahat sementara yang dia lihat Ratih begitu memanjakan dan menyayangi Twins.
Begitu kuatnya pengaruh Aldrich pada Alana sehingga dia begitu mempercayai setiap ucapannya begitulah kira kira isi pikiran Kenzo terhadap Alana.
"Kenzo kenapa belum makan juga nak? mau Mama ambilin apa?" tanya Ratih.
"Kakak iri kali Ma sama Twins,karena sekarang Mama lebih perhatian pada mereka ketimbang Abang." celetuk Kania.
"Mana ada Kakak iri sama anak anak kakak sendiri."
__ADS_1
"Beneran Ayah iri pada kami ?" tanya Keysha .
"Tidak Sayang,, justru Ayah bahagia karena kalian dekat dengan keluarga Ayah." jawab Kenzo.
"Daddy,,!" teriak Edgar yang baru pulang dari liburannya bersama Yuni.
"Apa apaan ini? mengapa anak haram ini berada disini." bentak Yuni.
'BRAKKK,,,' Kenzo menggebrak meja makan di depannya.
"Tutup mulut kotor mu itu,siapa yang kau sebut anak haram ha?" bentak Kenzo menggelegar.
"Siapa lagi ? tuh" tunjuk Yuni menggunakan dagunya pada Keysha dan Kenzi.
'PLAKK'
"Sepertinya mulut lo itu perlu gue robek." Ucap Kania setelah menampar Yuni dengan keras.
"Dasar perempuan mandul !" Hardik Yuni membuat Kania makin murka.
"Lo,,!" Emosi yang dia tampung selama Yuni berlibur akhirnya keluar juga dia menjambak Yuni,Yuni yang tidak terima membalas Kania tidak kalah ganasnya.
Melihat Maminya yang hampir kalah dengan ke bringasan Yuni, Keysha membantunya, dia menghempaskan Yuni hingga pantatnya membentur lantai dengan keras.
Edgar segera membantu Mommynya berdiri, dia mendekati Keysha menatapnya dengan tajam, tanpa apa apa dia melayangkan tangannya hendak menampar Keysha,tapi sebelum itu Keysha langsung memegang tangan Edgar menghempaskan setelah itu menonjok hidung Edgar dengan keras.
Semua orang menatap Keysha ngeri,gadis yang penampilannya begitu feminim mampu membuat seorang pria tumbang.
"Terus sayang Mami dukung kamu." teriak Kania.
"Dad,,!" panggil Edgar.
"Apa lo hah? mau ngadu? akan gue buat lo masuk Rumah sakit juga." sinis Keysha,saat Keysha akan kembali menonjok Edgar, Kenzo segera menahannya.
"Ayah masih mau bela dia?" Keysha mendorong tubuh Kenzo.
"Iya Kakak ini apaan sih, biarkan saja Key menghajar anak si kaleng rombeng itu." sambung Kania mendukung Keysha.
"Bukan seperti itu sayang, nanti kalau kamu menghajar Edgar kamu bisa di penjara."
"Persetan dengan penjara, dia saja hampir membuat Key meninggal tidak di penjara."
"Iyalah gue gak di penjara karena gue adalah cucu satu satunya keluarga Smith bukan anak haram seperti kalian." ucap Edgar.
"Edgar,,!" bentak Kenzo.
"Ingat janjimu Mas,,!" ucap Yuni penuh peringatan sehingga membuat Kenzo melemah.
"Ingat ya anak haram,mau bagaimanapun Daddy akan tetap membela gue."
"Heh,,, walaupun gue gak di bela pria ini, gue gak perduli karena gue punya Papa Aldrich yang akan selalu ada buat gue." Keysha mendorong tubuh Kenzo yang melemah.
"Pulang sana kalian ke gubuk kalian, sudah tidak punya uang ibu ****** kalian sehingga numpang makan disini." hardik Edgar.
Keysha langsung melompat menghajar tubuh Edgar tanpa ampun hingga dia babak belur, Kenzo yang hendak memisahkan Keysha dan Edgar segera di tahan Kenzi.
"Kalau Anda masih mau di anggap Ayah kami, jangan halangi Keysha."ucap Kenzi dingin.
Yuni berjalan hendak membantu Edgar namun dengan cepat Kania mencegahnya dengan kembali menjambak rambut Yuni.
William segera melerai mereka,kalau di biarkan bisa mati Edgar di tangan Keysha.
__ADS_1
"Sudah ,, sudah Kenzo tahan Keysha." teriak William.
Kenzo memeluk Keysha menggendong nya menjauhkan dari Edgar.
"Lepas,,,! akan gue bunuh lo!" teriak Keysha dalam gendongan Kenzo.
"Ayah apaan sih, kenapa terus saja membela anak angkat Ayah itu."
"Cukup Key,,!" bentak Kenzo.
"Ayah bentak Key?" tanya Key dengan mata yang sudah berair, Keysha paling tidak suka di bentak karena memang dari kecil Keysha tidak pernah sekalipun di bentak.
Sementara Kenzo terlihat shok, pikirannya benar benar membuatnya tidak karuan, hingga tanpa sadar dia membentak putrinya.
"Ayah membentak Key hanya karena anak angkat Ayah, Key bisa terima jika dia hanya menghina Key tapi Key tidak pernah terima jika ada yang menghina Bunda."
"Maafkan Ayah sayang, maafkan Ayah, Ayah salah." ucap Kenzo benar benar menyesali Semuanya.
"Key mau pulang." ucap Keysha berdiri.
"Sayang,, Maafkan Ayah."
"Aku mau pulang." ulang Keysha.
Sampai di luar Kania langsung memeluk Keysha.
"Maafkan Mami sayang ." ucap Kania.
"Kenapa Mami minta Maaf, Mami tidak salah apa apa kok." keysha membalas pelukan Kania.
"Gara gara membela Mami kamu jadi berantem dengan Edgar."
"Tidak apa apa Mi."
Di ruangan lain,Yuni lagi mengobati luka Edgar yang babak belur.
"Kenapa kamu hanya diam saja hah? tidak membela anakmu." bentak Yuni pada William.
"Kalau aku membela Edgar bisa bisa mereka curiga,aku tidak mau semuanya sampai terjadi,kalau sampai Kenzo mengetahui semuanya maka kamu tidak bisa lagi menekan Kenzo." balas William.
"Heh,, maka dari itu kita harus secepatnya menguasai harta keluarga Smith."
"Tapi sebelum itu terjadi jangan sampai Kenzo mengetahui jika Edgar adalah anak kandung ku,karena setahunya Ayah Edgar meninggal karena di tabrak dia, makanya dia membela Edgar sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai Ayah pengganti untuk Edgar."
"Hahahaha,, tapi kalau di pikir kembali Kenzo itu adalah manusia paling Bodoh,kenapa tidak mencari tahu segalanya terlebih dahulu sebelum bertindak." ucap Yuni sambil menertawakan kebodohan Kenzo.
"Mau mencari tahu bagaimana jika di memasrahkan semuanya padaku, Hahahaha,,, " William ikut tertawa juga.
"Kenapa Mama dari tadi diam saja, apa jangan jangan sekarang Mama sudah mulai simpati pada anak tiri Mama itu?" William bertanya pada Ratih.
Ratih hanya diam,dalam lubuk hatinya yang paling dalam ada setitik rasa sayang pada Kenzo sang anak tiri, dia telah merawat nya dari kecil, dan tidak sekalipun dia membantah ucapannya,bahkan saat dia telah memisahkan nya dengan Alana Kenzo hanya marah sebentar melihat dirinya sakit dia langsung luluh begitu saja.
Ada rasa tidak tega untuk kembali menyakiti Kenzo, tapi harus dia lakukan demi putra kandungnya.
_
_
_
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘