AIR MATA CINTA ALANA

AIR MATA CINTA ALANA
Jalan terbaik


__ADS_3

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Happy reading guys 😘😘😘


Meskipun keadaan Kenzo dan Kenzi bisa di bilang cukup parah, tapi mereka tidak mau tidur di ruang perawatan, mereka berdua duduk di depan ruang operasi menunggu Alana.


Kenzo terus menunduk air matanya tidak bisa berhenti mengalir, perasaannya benar benar tak karuan, rasa bersalah pada Alana mendominasi, rasa kecewa pada Ratih semuanya menjadi satu dalam dadanya.


"Ya Allah,,," Andai Saja bisa dirinya bertukar dengan Alana pastinya dengan senang hati dirinya akan menukarnya.


Dokter yang memeriksa Alana keluar dari ruang operasi segera mereka mendekat.


"Bagaimana keadaan Istri saya Dok?' tanya Aldrich.


Dokter menghela nafas memandang mereka satu persatu "Ada dua kabar baik dan buruk." jawab sang Dokter.


"Kabar Buruknya apa Dok?" Tanya Dokter.


"Peluru nya mengenai organ vital Nyonya Alana sehingga Nyonya Alana mengalami kebocoran hati." jelas sang Dokter.


Mereka langsung lemas mendengar penjelasan Dokter.


"Nyonya Alana membutuhkan donor hati secepatnya,jika tidak Nyawa nyonya Alana tidak dapat tertolong."


"Lakukan yang terbaik untuk Istri saya Dok." ujar Aldrich.


"Kami akan melakukan yang terbaik, tapi,, Rumah sakit ini tidak memiliki stok hati Tuan, coba mencari ke rumah sakit lain."


"Kabar baiknya apa Dok?" tanya Kenzi.


"Nyonya Alana tengah hamil Muda,dan beruntung kandungan nya tidak Apa apa,janinnya kuat."


Aldrich tersenyum, dia bahagia Alana Hamil dia akan memiliki keturunan, namun ketika mengingat keadaan Alana hatinya terasa mati.


Setelah Dokter pergi Aldrich menatap Kenzi dan Keysha.


"Papa cari donor hati,kalian jaga Bunda kalian ya." ucap Aldrich.


"Aku ikut Pa." Kenzi menatap Aldrich, dia tahu keadaan Aldrich.


"Kamu temani Keysha saja disini nak." balas Aldrich.


Kenzo masih mematung, seperti tak bernyawa.


Setelah Aldrich pergi barulah Kenzo sadar, dia segera pamitan pada Keysha dan Kenzi untuk mencari donor hati untuk Alana.


Aldrich dan Kenzo mengarahkan seluruh anak buahnya untuk mencari donor hati untuk Alana, namun hasilnya nihil mereka tidak dapat menemukan Donor untuk Alana.


Mereka berkumpul di depan ruang rawat Alana, wajah mereka sudah tidak dapat di gambarkan lagi.


"Ini semua kesalahanku hiks,, andai kamu tidak menyelamatkan aku, harusnya aku yang berbaring disana." Tangis Kenzo.


"Sudah,,tidak ada gunanya menangis seperti itu, lebih baik kita berdoa semoga Alana baik baik saja." Aldrich membantu Kenzo berdiri.

__ADS_1


Dokter yang menangani Alana keluar lagi " Apakah kalian sudah menemukan Donor untuk Nyonya Alana.?" tanyanya.


Dapat Dokter lihat dari wajah mereka jika mereka tidak menemukan Donor untuk Alana.


"Keadaan Nyonya Alana semakin Kritis dalam waktu tiga puluh menit Nyonya Alana tidak menemukan pendonor maka nyawanya tidak bisa di selamatkan." jelas Dokter itu.


Kenzo menonjok tembok di depannya hingga tangannya mengeluarkan darah, perasaan bersalahnya semakin menjadi.


Aldrich diam menatap Kenzi dan Keysha lama,kemudian memejamkan matanya dia mendekat kemudian memeluk keduanya.


"Papa,,, Aku tidak mau Bunda pergi." Tangis Keysha.


"Papa Hiks,,, hiks,, Bunda." Keysha terus menangis.


"Key,, tenang ya nak, Bundamu pasti sembuh, Bundamu pasti baik baik saja." Aldrich berusaha menenangkan Keysha.


"Tapi,, hiks,,"


"Key,, percaya pada Papa kan?" tanya Aldrich, Keysha mengangguk.


"Sekarang Key tenang, jaga Bunda, Papa pergi Dulu, Papa titip adik Key yang ada dalam perut Bunda ya Nak."


"Key,, harus kuat , jaga diri baik baik, nurut sama Bunda." lanjut Aldrich, dadanya begitu sesak.


"Papa mau kemana?" tanya Keysha.


"Papa mau cari Donor buat Bunda."


"Disini Ada Ayah Kenzo, Papa titip Bunda dan Adikmu." Aldrich memeluk Keysha mencium kening anak Tirinya yang sudah seperti putrinya sendiri.


Kenzi merasa aneh dengan ucapan Aldrich, seolah olah Aldrich mengatakan sebuah perpisahan.


"Papa,," panggil Kenzi.


"Jagoan Papa, jaga Bunda dan Adik adikmu ." Kenzi segera memeluk Aldrich, air matanya langsung luruh seketika, dia takut jika Aldrich benar benar meninggalkan dirinya.


"Hey,,, masak jagoan menangis." ucap Aldrich tersenyum.


"Selalu ingat pesan Papa, Papa pergi dulu." Pamit Aldrich.


"Aku titip Anak anak." Aldrich menepuk bahu Kenzo.


"Tanpa di minta Saya pasti akan menjaga anak anak saya." balas Kenzo,dia merasa iri karena anak anaknya lebih memilih mengadu pada Aldrich.


"Papa pergi dulu." Setelah berkata seperti itu Aldrich berjalan menjauh meninggalkan mereka bertiga.


Aldrich menemui Dokter yang menangani Alana, keputusan nya sudah bulat, jika hanya dirinya yang pergi hanya satu nyawa, namun jika Alana maka Anak yang dia inginkan akan ikut pergi, masih banyak yang membutuhkan Alana.


Setelah keluar dari ruangan Dokter tersebut Aldrich di sambut pelukan Kenzi yang sudah berurai air mata.


"Hiks,, hiks,, Papa,," Kenzi terus menangis sehingga Aldrich ikut menangis juga.


"Kenapa Ken?" tanya Aldrich.

__ADS_1


"Kenapa Papa mau mengorbankan hidup Papa?" tanya Kenzi Akhirnya.


Aldrich tersenyum menerawang, andai dia punya pilihan lain tentunya dia akan memilih pilihan itu, dia ingin menemani Alana di saat hamil, dia ingin menuruti semua ngidam Alana, melihat Anaknya tumbuh dia ingin itu, tapi sayangnya dia tidak memiliki pilihan itu.


"Ken,, kamu tahu sendiri kan keadaan Papa? tanpa Papa mendonorkan hati Papa buat Bundamu pasti Papa akan pergi juga."


"Papa titip Bunda dan Adik adikmu, jaga Bundamu, Papa bahagia sebentar lagi kamu akan memiliki Adik."


Kenzi makin menangis dia memeluk Aldrich erat, Aldrich adalah super Hero bagi dirinya dan Keysha dari dirinya kecil dia memberikan kasih sayang seorang Ayah yang tidak dia punya, jika Aldrich pergi siapa yang akan menjadi tameng untuk dirinya lagi.


"Papa,, hiks,, hiks,,"


"Ken,, seorang jagoan jangan menangis, malu." Aldrich menepuk nepuk bahu Kenzi.


"Kamu harus kuat Ken, Papa titip semuanya, kamu harus gantikan Papa di Perusahaan, Papa sudah menyiapkan semuanya dan sudah di urus oleh Asisten Papa."


Kenzi tidak mau melepas pelukannya dari Aldrich, dia takut ini adalah pelukan terakhirnya.


Aldrich melepaskan pelukan Kenzi, karena dia harus secepatnya pergi ke ruang operasi.


"Kamu temani Keysha Ken, Papa mau menemui Bundamu dulu."Aldrich melangkah pergi meninggalkan Kenzi sendiri,dia sengaja tidak menoleh,tidak Ingin Kenzi melihatnya menangis.


Aldrich berdiri di samping tubuh tak berdaya Alana, mencium setiap inci wajahnya, mengelus perut rata Alana.


"Halo,, jagoan Papa, hiks,, hiks,, Papa harap kamu seorang jagoan nak,agar kamu bisa membantu Abangmu menjaga Bunda."


"Mungkin ini untuk pertama dan terakhir kalinya Papa mengajak kamu bicara nak hiks,, hiks."


"Maafkan Papa." Aldrich mencium perut rata Alana.


"Sayang,,, hiks,,, ." untuk pertama kalinya Aldrich memanggil Alana Sayang.


"Aku titip anak kita ya, maaf jika selama ini aku tidak bisa membahagiakan dirimu." Aldrich tersenyum kembali menciumi wajah Alana.


"Jaga anak kita, aku rela jika kamu kembali bersama Kenzo, aku tahu hatimu seluruhnya masih atas nama Kenzo."


"Semoga kamu selalu bahagia sayang,maaf jika selama ini aku menghambat kebahagian mu, Aku mencintaimu Istriku."


"Maaf Tuan semuanya sudah siap." ucap perawat pada Aldrich.


"Baiklah." Aldrich kembali memandang wajah Alana untuk yang terakhir kalinya.


Berat baginya untuk melakukan hal ini tapi ini adalah jalan terbaik bagi keluarganya.


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2