AIR MATA CINTA ALANA

AIR MATA CINTA ALANA
Vampir lagi?


__ADS_3

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Happy reading guys 😘😘😘😘


Pagi ini Kenzi dan Keysha sudah kembali sekolah, Keysha cemberut karena harus di antar oleh beberapa pengawal,dia merasa sudah seperti tahanan.


Namun meskipun begitu, Keysha tetap menuruti ucapan Aldrich.


"Mas,, apa ini tidak terlalu berlebihan.?" tanya Alana lembut pada Aldrich setelah Kenzi dan Keysha berangkat sekolah.


"Maksud nya kan mereka sudah terbiasa berangkat berdua, sekarang harus rame rame bareng itu manusia vampir."


"Vampir lagi?" Tanya Aldrich


"Bukan tapi Robot." sewot Alana.


"Itu semua saya lakukan demi kebaikan mereka,demi keselamatan mereka."


Alana memicingkan matanya menuntut Aldrich menjelaskan semuanya.


"Mas tadi malam Key cerita kalau Mas Al menyuruh Twins memaafkan Mas Kenzo."


"Mas Kenzo?" ulang Aldrich yang tidak menyukai Alana masih memanggil Kenzo dengan Mas.


"Kenzo." Ulang Alana.


"Ya,, saya memang menyuruh mereka memaafkan Kenzo,karena mau bagaimanapun Kenzo adalah Ayah biologis mereka."


"Tapi Mas,,"


"Mau menyangkal seperti apapun Kenzo tetap Ayah kandung Twins."


"Aku tahu itu Mas, tapi,,"


"Saya paham dengan kekecewaan kalian, saya mengerti. Namun, apakah jika kalian tidak memaafkan Kenzo kekecewaan itu akan hilang? Tidak. Justru perasaan itu akan semakin menghimpit kalian."


"Mas bisa berkata seperti itu karena Mas Al belum pernah mengalaminya."


"Ya saya memang belum pernah merasakan itu, tapi saya juga seorang pria, saya memahami apa yang Kenzo rasakan, disaat tidak satu orangpun yang mendukung berdiri di belakangnya."


"Mas kenapa membela Kenzo mati matian sih?" tanya Alana sedikit kesal.


" Saya bukan membela Kenzo, tapi memang apa yang terjadi bukan sepenuhnya kesalahan Kenzo."


"Mas bilang Kenzo sendirian? dia masih punya keluarga ada Ibunya, Kania dan William."

__ADS_1


"Benar memang mereka adalah keluarga Kenzo,tapi mereka tidak ada yang mendukung Kenzo seratus persen."


"Kenzo bukan anak kandung Ratih dia hanya anak tirinya, begitu juga Kania."


"Tapi,, Kenzo tidak mengetahui hal itu, yang dia tahu Ratih adalah ibu kandungnya." jelas Aldrich.


"Mas tidak becanda kan?" tanya Alana meyakinkan.


"Hm,,"


"Hm,," Alana berdehem mengikuti gaya Aldrich.


"Kok Mas bisa mengetahui hal itu sih?" tanya Alana penasaran, pasalnya Aldrich mengetahui semua rahasia yang tidak di ketahui semua orang.


Aldrich hanya mengangkat bahunya,kemudian memfokuskan pada ponsel yang dia pegang.


"Mas,,,!"


"Hm,,"


"Hm,," lagi lagi Alana menirukan Aldrich.


Aldrich mengangkat alisnya sebelah menatap menatap Alana,yang terlihat sangat menjengkelkan baginya.


"Orang yang banyak tahunannya itu cepat mati." ucap Aldrich.


"Memang kamu mau jadi Janda lagi?"


"Ya enggak lah." Sanggah Alana.


"Kalau saya mati, otomatis kamu akan jadi Janda."


"Ish,,," Alana mendesis kenapa Aldrich begitu menyebalkan seperti ini, perasaan sebelum menjadi suaminya Aldrich tidak menyebalkan


"Saya berangkat " Ucap Aldrich.


"Tunggu,," cegah Alana, Aldrich diam menatap Alana menunggu Alana mau apalagi.


Alana segera menyodorkan tangannya pada Aldrich, Aldrich menatap tangan Alana bingung dia percakapannya dengan Alana tentang masalah bosan.


Segera Aldrich mengeluarkan Dompetnya mengambil Black card memberikan pada Alana.


"Apa ini Mas?" kini giliran Alana yang dibuat bingung oleh Aldrich.


"Black card." jawab Aldrich.

__ADS_1


"Untuk apa?"


"Buat belanja."


"Hah,," Cengon Alana.


"Ini, saya berangkat." Aldrich melettakan Black card di tangan Alana kemudian melangkah meninggalkan Alana sendiri.


"Mas " Panggil Alana lagi saat Aldrich hendak memasuki mobilnya.


"Apa lagi ?"


Alana kembali menyodorkan tangannya, Aldrich mengira Alana masih kurang uang belanjanya jadi dia mengambil kembali dompetnya hendak mengambil uang tunai, namun Alana dengan cepat menarik tangan Aldrich kemudian menciumnya.


"Huh,, dasar." ucap Alana.


Aldrich dalam hatinya merasa malu, tapi yang namanya Aldrich dia dapat menormalkan ekspresi nya.


Setelah Aldrich berangkat Alana menyibukkan diri di dapur mengusir semua kebosanan nya.


Alana memasak beberapa kue, dan beberapa kue kering sebagai camilan di bantu beberapa pelayan.


"Kue buatan Nyonya benar benar enak."


"Tuan beruntung memiliki istri seperti Nyonya."


"Tuan pasti sangat menyukainya." ucap pelayan.


"Hahahaha,,, kalian terlalu berlebihan ."Tawa Alana, dalam sekejap semua penghuni Mansion begitu sangat menyukai Nyonya baru mereka.


Setelah selesai membuat kue, Alana membersihkan dirinya tidak terasa jam sudah menunjukkan angka satu itu artinya sebentar lagi Twins akan segera datang.


Mengingat Twins Alana teringat Kenzo, dia kepikiran bagaimana nanti jika Kenzo tahu mengetahui semuanya,tidak dapat dia bayangkan bagaimana kecewanya Kenzo.


"Semoga nanti kamu bisa menerima semuanya Mas."


Alana mengingat masa masa saat masih bersama dengan Kenzo,dia tidak menampik Kenzo adalah seorang yang sangat baik dan sangat menyayangi keluarganya.


"Ya Allah,, lindungilah keluarga hamba."


_


_


_

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘


__ADS_2