
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy reading guys 😘😘😘
Pipi Alana bersemu merah, sekarang dia sudah resmi menyandang status Nyonya Aldrich Giyafsa El Barak, hatinya tidak menentu.
Dia heran mengapa Aldrich bisa secepat itu menyiapkan semuanya, bahkan semua berkas untuk pernikahan nya lengkap tidak kurang satu apapun.
Dengan satu tarikan nafas Aldrich mampu membacakan Ijab qobul.
Dari tadi Alana hanya diam tanpa sepatah katapun, bahkan hingga sampai dalam rumah sakit, apakah ini benar?,apa tujuan Aldrich menikahi dirinya?Begitulah isi pikiran Alana dari tadi.
Aldrich dari tadi masih menggandeng tangan Alana tanpa mau melepaskan, sudut bibirnya tertarik sedikit sehingga tidak akan ada yang menyadari jika dirinya tengah tersenyum.
"Mas,,, lepas." Ucap Alana, Aldrich mengangkat Alisnya sebelah seolah bertanya Kenapa?.
"Malu,,,"
"Why,,,?"
"Ish,,, Malu sama anak anak." jawab Alana yang mulai kesal dengan tingkah Aldrich.
__ADS_1
Bukannya melepaskan justru Aldrich malah memeluk pinggang Alana mesra, Alana langsung mendelik menatap Aldrich.
"Diam,,,!"
"Bunda,,,, Papa,?" kaget Kenzo dan Keysha,saat melihat Aldrich yang tengah memeluk mesra pinggang Alana.
Aldrich melepaskan pelukannya mendekati Keysha dan Kenzi, mengelus pelan rambut Keysha yang sedang duduk di ranjangnya.
"Papa sama Bunda?" tanya Keysha.
"Hm,,, sekarang Keysha benar benar menjadi putri Papa."
"Yeay,,,,, Akhirnya Papa Aldrich jadi Papanya Key beneran." ucap Keysha dengan girang.
"Hahahaha,,,, tentu saja Kamu adalah jagoan Papa." Alana terkesima untuk pertama kalinya melihat Aldrich tertawa, belasan tahun mengenal Aldrich tidak sekalipun tersenyum apalagi tertawa ini benar benar momen langka,yang dia tampilkan hanya hanya wajah datar dan kaku saja.
"Akhirnya kita punya keluarga lengkap Bang." Ucap Keysha pada Kenzi.
"Kenapa tidak dari dulu saja sih Papa dan Bunda menikah?"
"Masih menunggu Bunda mu siap Key." jawab Aldrich, Alana hanya melirik Aldrich saja, apa Katanya menunggu dirinya siap,siap untuk Apa orang Aldrich saja tidak pernah melamar dirinya,jadi siap untuk apa? huh dasar Aldrich.
__ADS_1
"Kapan aku bisa pulang Bun.?" tanya Keysha pada Alana.
"Kata Dokter sih, nanti sore kamu sudah bisa pulang dan bisa rawat jalan saja."Jawab Alana.
"Tidak ada rawat jalan, sebelum Key sembuh total tidak boleh pulang." ucap Aldrich tanpa bisa di bantah.
"Aku setuju Pa." Kenzi ikut menimpali ucapan Aldrich.
"Papa dan Abang nyebelin,,,,!" ucap Keysha sambil memanyunkan bibirnya.
"Bukan nyebelin Key,,, tapi demi kesembuhan kamu, memang kamu tega sama Bunda kalau kamu nanti pulang sakit lagi." ucap Kenzi sementara Keysha hanya diam.
"Pasti Bunda akan repot merawat kamu." lanjut Kenzi.
Alana hanya tersenyum memperhatikan kedua buah hatinya, keduanya begitu memikirkan dirinya, bersyukur memiliki keduanya.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Di sisi lain Kenzo baru saja mendapat kabar dari bawahannya tempat Keysha di rawat.
"Ish,,,,, pantas saja anak buah ku mencari ke seluruh rumah sakit tidak dapat menemukan Keysha, ternyata masih di rawat sakit yang sama."
__ADS_1
"Tapi,,, mengapa kemarin pihak rumah sakit mengatakan jika Keysha sudah di pindahkan."
"Ini pasti Ulah Alana, dia tidak ingin aku bertemu dengan anak anakku." ucap Kenzo sedikit geram.