AIR MATA CINTA ALANA

AIR MATA CINTA ALANA
Aku ini Daddy mu


__ADS_3

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Happy reading guys 😘😘😘


"Kenapa harus selalu mempermasalahkan Edgar, dia itu masih belum cukup umur,lagian itu terjadi karena Keysha tiba tiba menyebrang."


"Sekarang Keysha juga sudah baik baik saja, tidak ada yang cacat sedikitpun." lanjut Kenzo.


"Ya,,, Benar sekarang Keysha terlihat baik baik saja, tapi apakah Anda tahu keadaan Keysha yang sebenarnya."


"Rahim Keysha rusak sehingga kemungkinan susah untuk memiliki keturunan."


Wajah Kenzo langsung pias, mendengar keadaan putri nya.


"Apakah menurut Anda Keysha baik baik saja."


"Itu masih susah kan, Saya akan membawa Keysha ber obat kemanapun,jika memang tidak sembuh,,"


"Apa,,? jika memang tidak sembuh Apa?, kalau masalah pengobatan tidak perlu Anda karena saya sudah mendatangkan Dokter terbaik dunia."


"Pasti akan ada Pria yang mau menerima Keysha apa adanya."


"Bukan masalah itu, Saya hanya menuntut keadilan untuk Putri saya, tentunya putri Anda juga, tapi Anda,,, malah menghambat semuanya."


"Edgar tidak bersalah,,," Kenzo masih bersikukuh membela Edgar.


"Percuma Papa bicara pada orang ini." Ucap Kenzi.


"Nak,,,, Aku ini Daddy mu."


"Saya tahu."


Dibalik itu semua ada seorang yang tersenyum licik, namun hanya Kenzi yang menyadari nya.


Keysha menangis dalam pelukan Alana, dia dari tadi menguping pembicaraan Aldrich dan Kenzo, dia baru mengetahui jika rahimnya rusak, keluarga nya tidak ada yang memberi tahu keadaan nya.


"Bun,,, benarkah Key tidak akan bisa memiliki keturunan?" tanya Keysha.


"Tidak sayang,,, Kamu dengar sendiri kan itu hanya kemungkinan."


"Kenapa Bunda menyembunyikan semuanya?" tanya Keysha.


"Bunda juga tidak mengetahuinya sayang." Jawab Alana karena memang Aldrich tidak memberitahu kan keadaan Keysha yang sebenarnya.


Aldrich dan Kenzi masuk dengan wajah kusutnya, bisa Alana lihat jika Aldrich tengah menahan Emosinya.


"Kenapa menangis sayang?" tanya Aldrich lembut.


"Hiks,,, Pa"


"Key,,, mau bertemu dengan Ayah Key?" Aldrich mengira Keysha menangis kerena ingin bersama dengan Kenzo.


Keysha hanya menggelengkan kepalanya.


"Lalu Kenapa nak?"

__ADS_1


"Benarkah kalau rahim Key rusak?"


"Jadi kamu menguping pembicaraan Papa dan Ayahmu hm?"


"Maaf Papa,,"


"Sayang,,, Papa sudah mendatangkan Dokter terbaik dunia untuk mengobati kamu, Papa janji Key pasti sembuh."


"Tapi,,, bagaimana ,,,"


"Key,, cukup percaya pada Papa paham,,!" Keysha mengangguk.


"Key,,, Istirahat dulu ya,,Papa masih ada urusan."


"Kenzi ikut ya Pa,,," ucap Kenzi.


"Kamu istirahat saja Ken, temani Key."


"Tapi Pa,,,"


"Kamu istirahat saja, jangan terlalu berpikir keras, nikmati saja masa remaja mu."


Aldrich menepuk bahu Kenzi pelan,kemudian meninggalkan ruang rawat Keysha.


Alana melirik kedua buah hatinya, "Bunda susul Papa kalian dulu." Alana berjalan dengan cepat menyusul Aldrich.


"Mas,,," Panggil Alana.


Aldrich menghentikan langkahnya saat mendengar Alana memanggilnya.


"Kenapa?" tanya Aldrich.


"Mas mau kemana?" Tanya Alana.


Aldrich merasa heran dengan Alana, sebenarnya apa maksud bertanya dirinya mau kemana.


"Aku boleh ikut." cicit Alana pelan sambil menundukkan kepalanya.


"Kamu jaga anak anak saja."


"Memang Mas mau kemana?"


"Aku ada urusan ke Kantor polisi sebentar." Jawab Aldrich.


"Istirahat dulu,kamu terlihat kurang istirahat." Alana dapat melihat wajah kelelahan Aldrich namun di tutupi wajah tegasnya.


Beberapa hari ini Aldrich benar benar sibuk mengurus semuanya, dari pekerjaan Kantornya, hingga masalah Keysha.


"Saya tidak apa apa."


"Tapi wajah Mas kentara sekali kalau kelelahan." Alana menampakkan wajah khawatir nya membuat Aldrich tersenyum samar mendapat perhatian dari Istrinya.


"Saya akan istirahat setelah ini." Aldrich hendak melangkah pergi namun Alana kembali mencegahnya.


"Aku ikut."

__ADS_1


"Baiklah." Pasrah Aldrich.


"Sana kamu pamit dulu sama Twins."


"Sudah tadi." ucap Alana.


Aldrich berjalan meninggalkan rumah sakit di ikuti Alana dibelakangnya.


Tidak ada perlakuan mesra dari Aldrich dia berjalan sendiri, tidak membukakan pintu Mobil untuk Alana, wajahnya tetap datar dan dingin.


Menempuh perjalanan hampir empat puluh lima menit akhirnya Aldrich dan Alana sampai di kantor Polisi.


Ternyata disana sudah ada Yuni dan Kenzo, waktu di rumah sakit tadi dia mendapat telpon jika Edgar di bawa ke kantor polisi.


"Heh,,, Pelakor !" Seru Yuni melihat kedatangan Alana.


"Berani berani nya kamu, memenjarakan anak saya."


"Karena memang anakmu bersalah." Balas Alana.


"Edgar tidak bersalah, yang salah anak haram mu itu, menghalangi mobil Edgar."


Sementara Kenzo dan Aldrich saling menatap tajam, aura permusuhan begitu kentara di antara keduanya.


"Jaga mulut kotormu itu,,!" bentak Alana pada Yuni.


"Oh,, sekarang sudah berani ya."


Yuni melayang kan tangannya hendak menampar Alana, namun Aldrich lebih dulu menahannya.


"Sekali saja Anda berani menyentuh Istri saya, maka akan saya pastikan itu adalah hari terakhir anda menatap dunia." Aldrich menghempas kan tangan Yuni dengan Kasar sehingga membuat tubuh Yuni sedikit terpelanting ke belakang.


"Sialan !" umpat Yuni.


"Mommy Daddy !" teriak Edgar yang di apit oleh dua orang polisi.


"Sayang,,," Yuni langsung memeluk Edgar.


"Daddy,, Edgar tidak mau di penjara." Edgar melepaskan pelukan Yuni kemudian memeluk Kenzo .


Kenzo membalas pelukan Edgar menepuk nepuk bahu Edgar dengan penuh kasih sayang.


"Kamu tidak akan di penjara." ucap Kenzo mantap.


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘


HOLA,,,, PARA REDERS KU YANG YANG TER LOPE🥰🥰🥰

__ADS_1


POKOKNYA MAKASIH SUDAH DUKUNG AUTHOR


__ADS_2