Air Mata Shafira

Air Mata Shafira
Bab 43


__ADS_3

"Maaf, Nona saya tidak sengaja! kamu...! " Shafira kaget dan ternyata orang yang berada di hadapan nya itu adalah Wulan, manusia paling serakah dan tidak memiliki hati nurani.


Riyan yang berada di samping nya pun ikut berbicara.


"Bukankah kamu yang menabrak, apakah tidak melihat kami sedang berjalan bergandengan. Punya masalah apa di hidup mu sehingga orang lain kena sasaran kemarahan mu" Riyan berkata dengan nada bicara penuh sindiran, karena ia tahu betul perempuan yang ada di hadapan nya itu siapa.


Meskipun menggunakan gaun mewah dan bedak tebal, tetap saja tidak bisa menutup aura jahatnya. Akan tetapi Shafira belum menyadari bahwa yang berada di hadapan nya itu Wulan, orang yang telah menghancurkan hidup nya selama ini.


"Jaga bicara mu! " teriak Wulan sambil menunjuk wajah Riyan.


"Shhtt, pelan kan suara mu ini tempat umum, jangan sampai dirimu malu dengan berlaku seperti ini, itu artinya kamu membuka aib mu sendiri " Riyan berkata sambil tersenyum tipis.


"Sudah lah, aku kan sudah minta maaf, toh anda tidak lecet juga kan, kalau pun lecet itu tidak akan parah karena yang anda tabrak itu manusia bukan Truck" kata Shafira, ingin rasanya Shafira menjambak rambut Wulan.


Terlintas di otak Shafira betapa jahatnya perempuan yang ada di hadapan nya pada saat ini.


Akhirnya wulan menelisik perempuan yang berdiri di hadapan nya, dari atas sampai bawah. Awalnya ia ragu, apakah benar ini Shafira atau bukan. Karena penampilan nya yang sekarang jauh berbeda dengan yang dulu, Wulan dalam hatinya kagum dengan Shafira yang sekarang. Terlihat lebih cantik dan penampilan nya seperti orang yang memiliki banyak uang, pakaian yang di kenakkannya juga brand ternama, bahkan ia hapal betul siapa saja yang bisa menggunakan barang tersebut. Padahal yang di pakai Shafira hasil desain nya sendiri.


"Jadi, ini kamu... pantas saja tidak punya etika saat berada di tempat keramaian. Jadi simpanan pria mana sehingga mampu membeli barang mewah seperti ini" Wulan berkata sambil mencibir Shafira.


Terdengar suara keributan, akhirnya si pemilik pesta yang tadinya sedang berbicara dengan tamu lain akhirnya mendekati area keributan.


"Ada masalah apa yah? " tanya Mira saat berada di dekat mereka.


"Ini, Nyonya tamu tidak tahu Malu! jalan tidak pakai mata" Wulan langsung menjawab pertanyaan Mira.

__ADS_1


"Apa anda terluka? " tanya Mirna sambil menelisik Wulan.


"Tidak! "


"Kalau tidak terluka, mengapa sampai berlebihan seperti ini. Oh iya kalau boleh tahu, anda ini siapa? ko saya baru melihat nya, perasaan saya hafal betul rekan kerja suami saya dan istri nya? " tanya Mira terhadap Wulan.


"Perkenalkan nama saya Wulan istri dari CEO erick yang beberapa bulan ini baru bekerja sama dengan perusahaan milik suami Nyonya" Wulan mengulurkan tangannya terhadap Mira akan tetapi di luar dugaan, Mira malah meraih tangan Shafira lalu berkata.


"Ternyata kamu sudah sampai di sini? dan kenapa kalian datang bersama apa jangan-jangan ada sesuatu yang aku tidak tahu" kata Mira sambil menatap Shafira dan Riyan secara bergantian.


"Kalian sudah saling mengenal, lalu " Shafira kaget ternyata Mira dan Riyan juga saling mengenal.


"Siapa yang tidak mengenal istri dari pengusaha kaya yang terkenal di negara ini, kamu itu aneh" jawab Riyan sambil melirik ke arah Shafira yang terlihat bingung, kenapa dunia ini terasa sempit.


Setelah mereka semua pergi, Wulan masih berdiri sambil mengepalkan kedua tangannya. Ia tidak menyangka bahwa hidup Shafira akan lebih baik darinya untuk saat ini.


Ternyata Shafira lebih beruntung darinya, ia pikir setelah kepergian Shafira dan ia menjadi istri satu-satunya. Hidupnya akan bahagia nyatanya itu tidak di dapatkan sama sekali dari Erick.


Setelah sah bercerai dari Shafira, kehidupan Erick semakin berantakan bahkan ia tidak perduli dengan perusahaan. Tidak sedikit juga para investor menarik sahamnya dari perusahaan Erick karena mereka tahu bahwa perusahaan itu di pimpin oleh orang yang tidak bertanggungjawab.


Wulan semakin tersiksa dengan tingkah Erick, ia sering membawa perempuan lain ke rumah. Jika Wulan marah maka, Erick akan menyuruh Wulan untuk pergi dari rumah. Bagi Wulan tidak ada pilihan lain selain membiarkan apa yang di lakukan Erick meskipun itu sangat menyakitkan.


Setelah keadaan hampir gulung tikar, orang tua Erick mengambil alih perusahaan itu lagi dan mencari investor kesana kemari, akhirnya ada satu perusahaan yang mau bekerja sama dengan nya yaitu perusahaan Jack maholtra yang sekarang mengadakan acara ulang tahun pernikahan.


Erick sebetulnya menolak untuk datang ke tempat ini, akan tetapi Wulan memaksa nya. Wulan sudah lama tidak merasakan pesta, karena sekarang ia lebih sibuk di rumah dan bebenah perusahaan bersama mertua nya. Wulan juga sangat takut untuk jatuh miskin, jika ia tidak bekerja keras mengembalikan perusahaan yang hampir bangkrut bagaimana nasib nya nanti.

__ADS_1


Selama berbulan-bulan ia tidak pernah tidur bersama Erick, batin Wulan semakin tersiksa dengan perlakuan suaminya. Jangan kan bahagia yang ada hanya luka yang di dapatkan oleh Wulan pada saat ini. Mungkin ini yang di sebut karma di bayar lunas tanpa DP dan cicilan.


Setelah cukup lama Wulan berdiri, lalu ia melangkahkan kakinya untuk mencari keberadaan Erick. Di mana ia meninggalkan Erick tadi, sebetulnya ia berniat untuk pergi ke toilet. Setelah kejadian tadi dan bertemu dengan Shafira, sampai lupa dengan tujuan awalnya.


Di sisi lain.


Shafira dan Riyan sudah duduk di tempat yang sudah di sediakan oleh pemilik pesta, mereka berada di antara tamu-tamu penting lainnya.


Mira memperlakukan Shafira dengan hormat karena bagi Mira Shafira lah yang sangat berjasa dalam penampilan nya, karena hasil karya dari Shafira lah ia terlihat sangat cantik dan sang suami selalu menyukai apa yang di pakai oleh Mira dan itu hasil rancangan Shafira.


Meskipun Shafira selalu rendah hati dan tidak merasa bahwa ia yang sudah membuat Mira cantik, tentu saja karena Mira orang yang sangat cantik. Meskipun usia nya di atas Shafira akan tetapi perempuan itu masih terlihat cantik dan awet muda.


Mereka ber empat duduk di tempat yang sama, Riyan dan Jack juga sudah lama tidak bertemu. Setelah drama meminta bantuan untuk perusahaan Ardan mereka tidak bertemu lagi, ternyata pulihnya perusahaan Ardan dengan cepat tidak lepas dari campur tangan Riyan juga. Dan akhirnya Jack mau membantunya untuk menanam modal di perusahaan Ardan, semua itu berkat bujukan dari Riyan.


"Oh jadi kamu yang telah membantu Ardan keluar dari masalah yang di ciptakan oleh Erick pada saat itu? " Shafira berkata sambil menatap lekat wajah Riyan.


"Bukan aku, tapi dia. Aku nggak punya uang sebanyak itu untuk di sumbangan ke perusahaan Ardan" jawab Riyan santai.


"Hai bicara apa kamu, bagaimana dengan pabrik obat yang kamu punya. Bukankah itu juga menghasilkan uang yang banyak" jawab Jack, ia tidak terima jika Riyan menganggap nya yang paling banyak uang.


Ternyata selama ini Riyan juga memiliki pabrik obat, selain sebagai dokter ia memiliki bisnis tersembunyi yang tidak di ketahui oleh orang banyak termasuk juga Ardan. Dan sampai saat ini Ardan juga tidak tahu, bahwa yang ada di belakang atas bangkit nya kembali perusahaan miliknya adalah Riyan.


Waktu bergulir begitu cepat, rangkaian acara demi acara telah di laksanakan.


Acara berjalan dengan meriah, para tamu undangan pun sudah mulai meninggalkan tempat. Hanya ada beberapa yang masih mengobrol termasuk juga Riyan dan Shafira masih berada di sana.

__ADS_1


__ADS_2