
Furqan....
Disinilah aku sekarang, bersandar di pintu memangdangi gadis yang masi memejamkan matanya. Perlahan ku langkahkan kakiku ke arahnya. Kududukkan diriku di kursi sambil terus melihatnya. Ku singkirkan rambut yang menghalangi wajahnya. Wajahnya memar dan bengkak. Sudut bibirnya robek, ku usap wajahnya. Ntah kenapa aku merasa ingin melindunginya. Ku raih tangannya dalam genggamanku, berharap bisa memeberinya sedikit kekuatan. Ku lihat kelopak matanya bergerak, perlahan-lahan matanya terbuka. Pandangannya kosong menjelajahi ruangan ini. Saat matanya tertuju padaku..
Deg.. Kenapa jantungku berdekat hanya dengan melihat matanya??
Aakkkkkkkkkk,... Pergiii.. Jangann. Hiks... Hiks... ********... Pergi kamu...
Lamunanku terhenti saat mendengar teriakan histeris dari gadis di depanku. Aku berusaha menenangkannya tapi dia terus meronta sambil memaki seseorang yang dia sebut ********. Apa mungkin yang dia maksud adalah orang yang membuatnya seperti ini.
Huss tenanaglah.. Kau aman bersamaku..
Pergii... Pergii... Kamu ********... Kamu sudah menghancurkan hidupku... Hikss.. Hikss.. aku akan membuhmu ********....hiks.. Pergii. Perlahan suaranya melemah dan dia kembali tak sadarkan diri. Aku panik tapi setelah ku lihat ternyata tante sisi yang menyuntikka obat penenang pada gadis ini. Pandanganku tertuju pada pintu, di sana ada mami, papi dan juga Fadhil. Aku yakin mereka mendengar semua perkataan gadis ini. Orang seperti apa yang tega melakukan ini padamu.
Tiga bulan berlalu...
__ADS_1
Belum ada perubahan pada gadis yang tak ku ketahui namanya ini. Tiap kali bangun dia akan histeris dan memaki seseorang yang ku ketahui bernama Rion dan Dian. Aku belum bisa mendapatkan informasi darinya mengingat kondisinya yang seperti ini.beberapa bulan ini, setiap pulang kantor aku langsung menemuinya, terkadang juga aku tidur di sini sambil terus memegang tangannya. Ku lihat jam tangan yang melekat di pergelangan tanganku, sekarang sudah jam 7 malam, artinya sebentar lagi dia akan bangun. Aku terus menggenggam tanganya, kulihat matannya mulai terbuka tapi kali ini dia hanya menatapku. Aku mentapnya heran. Biasanya setiap kali dia bangun, dia akan histeris, lebih parahnya terkadang aku akan menjadi sasaran kemarahannya. Sudah 10 menit, tapi dia masi terus memandangiku.
Apa kamu baik-baik saja??
Hening..
Apa kamu lapar atau haus??
Hening..
Lagi-lagi tak ada jawaban. Tapi aku tidak menyerah, aku terus mengajaknya berbicara walaupun tak ada balasan darinya. Ku beranikan diri untuk bertanya tentang apa yang menimpanya.
Apa kau mau mengatakan padaku apa yang terjadi padamu??
Masi tidak ada jawaban
__ADS_1
Apa kamu takut padaku ? Apa kamu tidak percaya padaku karena aku orang asing? Percayalah aku akan membantumu. Yah aku berkata dengam sungguh-sungguh, aku akan membantunya mendapatkan keadilan, bahkan jika perlu, aku akan membalaskan rasa sakit yang di alaminya. Itu janjiku.
Aku menggenggam tangannya. Percayalah padaku,, apa kamu mau membalas mereka yang menyakitimu? Aku akan membantumu, tapi kamu harus bangkit, lawan rasa takutmu. Apa kamu bisa??
Kulihat dia sedikit tersentak dengan ucapanku. Begitu dalamkah rasa sakitnya sehingga mendengar ucapanku tadi membuatnya tersentak. Matanya mamandangku, pandangan itu tidak lagi kosong. Kulihat air mata mulai mengalir. Dia menangis tanpa suara. Ku tarik dia kedalam pelukanku. Jangan ditahan, menangislah, dia langsung menangis dengan keras, kueratkan pelukanku padanya. Aku tersentak saat merasakan tangannya yang juga memelukku tak kalah eratnya. Ku elus kepalanya, menangislah sepuasmu sekarang, tapi besok kamu tidak boleh lagi menangisi yang telah terjadi. Aku tau sulit bagimu, tapi berjanjilah ini terkahir kalinya kamu menangis. Aku melepaskan pelukanku dan menatap matanya. Aku melihat ketakutan, dan rasa benci di sana. Maukah kamu berjanji padaku?? Tanya ku
Dia diam, dan terus menatap mataku. Kulihat dia mengangguk. Aku tersenyum melihatnya. Kembali kepeluk tubuhnya.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
***Hallooo guyyyssssss.....
Jangan lupa untuk vote ya.....
Like, comment, and support juga ya....
__ADS_1
Terima kasih. love you***