AKHIR

AKHIR
Bab 23


__ADS_3

Hiri ini adalah perayaan ulang tahun pertama anak kembar Ayana. Sebenarnya acara ulang tahunnya akan di adakan bersamaan dengan acara pernikahan Ayana dan Furqan, tapi karena mami meminta untuk menundanya, jadilah acaranya ditunda sampai hari ini.  Acaranya perayaannya hanya sederharana. Hanya mereka dan para pekerja di rumahnya yang merayakannya. Karena seperti yang kalian ketahui, kehadiran anak kembar itu masi dirahasiakan.


Selamat ulang tahun anak kembar mommy. kata Naya lalu mengecup kening serta pipi tembem anak-anaknya. Semoga kalian sehat selalu, dan jadi kebanggaan mommy ya.


Selamat ulang tahun Putra-putra daddy yang tampan. Sehat selalu, cepat besar biar nanti bisa bantu daddy jagain mommy. Kata Furqan lalu memeluk dan mencium kedua anak kembar yang sekarang menjadi anaknya.


Orangtua Furqan, Fadhi dan para pekerja juga memberikan ucapan kepada anak kembar itu.


Setalah perayaan kecil-kecilan, Ayana membawa kedua anak kembarnya ke kamar. Membersihkan dan mengganti pakaian mereka. Ayana berbaring di atas tempat tidur, menemani anaknya yang telihat mulai mengantuk.


Ceklekkk,, apa mereka sudah tidur? Tanya Furqan yang sudah memasuki kamar.


Belum, tapi mereka terlihat sudah mengantuk, mungkin sebentar lagi mereka tidur. Jawab Naya.


Furqan mendekat lalu membaring tubuhnya disamping Naya, dan memeluk Naya dari belakang. Naya tersentak dengan perbuatan Furqan. Naya masi merasa gugup jika berdekatan dengan Furqan. Furqan yang menyadari kegugupan Naya semakin mengeratkan pelukannya. Tidurlah, kalian pasti lelah. Kata Furqan. 


Hmm. Naya menyandarkan kepalanya ke dada Furqan. Mulai memjamkan matanya. Dia memang merasa lelah dan mengantuk. Furqan mendengar nafas teratur Naya yang menandakan Naya sudah tidur. Lalu dihatnya sikembar yang ternyata juga telah tertidur. Furqanpun memutuskan untuk menyusul mereka kealam mimpi.


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Siang ini Naya dan Fadil sedang berada di cafe tempat favorit Naya dan sahabatnya. Naya yang merindukan sahabatnya meminta Furqan untuk menemaninya ke cafe ini. Naya memang belum memberitahuan tentang kepulangannya, dia ingin memberikan kejutan untuk sahabat-sahabatnya. Mereka juga tidak tau tentang pernikahan Naya, karena memang pernikahannya hanya di hadiri keluarga inti.


Naya mengedarkan pandangan ke sudut cafe, tempat mereka sering berkumpul, berhara akan melihat sahabatnya disana, dan benar saja Naya melihat mereka sedang berbincang-bincang. Nayapun meminta izin kepada Furqan untuk menghampiri mereka. Setalah mendapat izin dari Furqan Naya langsung berjalan menghampiri ke empat orang itu.

__ADS_1


Apa kalian tidak merindukan ku. Kata Naya yang sudah berdiri didekat mereka.


Keempat orang itu kaget melihat Naya yang sudah berdiri dihadapan mereka.  Mereka berdiri dan berhambur memeluk Naya.


Nayaaaaaaaaaa.... Jahat lo sama kita. Ngilang ngga ada kabar. Kangen tau.. Rengek Rena.


Setelah acara pelukan selesai, mereka mulai menyerang Naya dengan banyak percataan.  Naya ingin memberitahukan tentang pernikhannya dan juga tentang sikembar tapi Naya pikir nanti saja jika mereka di rumah.


Tak.. Tak...


Nay, panggil Furqan...


Astaga maaf. Jadi lupa sama mas.  Kata Naya merasa bersalah.


Naya yang mengerti kenapa maminya menelpon langsung menyetujui.


Hmm Nay pulang dulu ya. Ehh kalian mau ikut ngga?? Ada yang mau kenalan sama kalian. Kata Naya.


Keempat orang itu mengerutkan keningnya heran. Siapa yang mau berkenalan dengan mereka pikirnya. Mereka kan sudah kenal dengan keluarga Furqan.


Siapa Nay? Cowok apa cewek? Tanta Rena kepo.


Cowok, ganteng dijamin kamu bakalan suka. Jawan Naya.

__ADS_1


Tomo yang mendengarnya mendelik tak suka, dan melirik tajam Rena. Naya hanya tertawa melihatnya. Ada kemajuan ternyata. Pikir Naya. Ya udah ayokkk.. Mereka udah nunggu.


Mereka?? Emang ada berapa orang si Nay? Tanya Nala. Hmm ada dua orang. Cocokkan. Satu bisa nempelin kamu dan yang satunya lagi bisa nempelin Rena. Mereka ganteng dan imut, kalian pasti bisa nyukein bang Tomo sama bang Ikbal kalo udah ketemu mereka. Kata Naya santai.


Sedangkan Ikbal dan Tomo semakin kesal dengan perkataan Naya. Apa Naya mau menghianati abangnya. Pikir mereka berdua.


Skiiiiipp...


Mereka sudah berada di kediaman orang tua Furqan. Mereka melangkahkan kaki menuju ruang keluarga. Mii di mana mereka? Tanya Naya ketika melihat sang mami.


Eh Naya kalian udah pulang. Ohh ada kalian juga. Mereka dikamar, kalian langsung naik aja. Kata mami.


Merekapun langsung berjalan menuju kamar,  ceklek.. Naya membuka pintu kamar dan melihat kedua bocah itu sedang barmain di box mereka. Nya berjalan menghampiri mereka. Halo sayang. Sapa Naya kepada anak kembarnya.


Nela, Rena, Ikbal dan Tomo, mngerutkan keningnya saat melihat dua bocah kembar itu. Siapa anak ini pikir mereka dalam hati.


Mommyyy. I miss you.. Teriak salah satu anaknya. Hehe baru di tinggal sebentar udah kangen aja. Kata Naya terkekeh. Kedua anak itu mengulukan minta di gendong. Naya kemudian menggendong mereka lalu menyerahkannya salah satunya kepada Fuqan.


Nay. Mereka siapa?? Iya siapa?? Tanya tanya sahabatnya yang masi kebingungan.


Hehehe ini yang mau kenalan sama kalian. Gantengkan?? Hh mereka anak kembar Naya? Kata Naya.


Apaaaa... Jangan bercanda dong Nay..

__ADS_1


Kata mereka kaget.  Ih kalian ini. Ini memang anak Naya loh. Lalu Naya menceritakan tentang alasan sebenarnya ia ke Jerman karena kehamilannya.


__ADS_2