
Senyuman Naya terus mengembang saat melihat kedua putranya tertidur lelap. Dia merasa beruntung disaat seperti ini Furqan selalu ada di sisinya. Menemaninya di ruang persalinan, bahkan saat si kembar lahir, Furqan pula lah yang mengadzani bayi kembarnya. Bagaimana mungkin dia tidak jatuh cinta pada pemuda tampan dan baik hati itu. Sekarang dia sudah menjadi seorang ibu, tanggung jawabnya akan semakin berat. Mulai saat ini ia harus fokus pada bayi kembarnya. Tapi tentu saja dia tidak lupa kepada mereka yang sudah menyakitinya.
Ceklek..
Suara pintu membuyarkan lamunan Naya. Iya tersenyum melihat Furqan berjalan mendekatinya dengan senyuman yang mengembang.
Heii.. Bagaimana keadaanmu sekarang? Apa masi sakit?
Sudah lebih baik. Jawab Naya
Apa mami dan papi sudah tau? Tanya Naya
Belum, hehe. Biarkan saja. Tidak usah diberi tau. Katanya sambil tertawa, Nayapun hanya tertawa mendengarnya.
-----------------------------------------------------------
Setelah 1 minggu di RS, akhirnya Naya diperbolehkan pulang. Dan disinilah dia sekarang di kamar bersama kedua putranya. Menikmati rutinitas barunya untuk mengurus bay-bayi mungil ini.
__ADS_1
Apa Shaquille, Assyauqie sudah tidur? Ya nama bayi kembar itu Shaquille Qaili Putra Andreas dan Assyauqie Qaili Putra Andreas. Awalnya Naya menolak untuk memakai nama Andreas pasalnya dia bukuan keturunan Andreas tapi Furqan memaksa dengan alasan bahwa mereka adalah anaknya dan cepat atau lambat Naya akan menjadi istrinya. Mau tidak mau Naya akhirnya menyetujuinya.
Hmm ia mereka udah tidur. Jawab Naya. Oh ya bang, kapan kita pulang ke Indonesia??
Hmm tunggu 5 bulan lagi ya. Sikembar juga masi terlalu kecil untuk perjalanan jauh. Kata furqan seraya mengelus kepala Naya.
Sebenarnya Naya tidak masalah untuk menetap di sini, hanya saja dia merindukan sahabatnya dan oarangtua angkatnya serta adiknya fadhil. Hmm
Apa kamu sangat ingin pulang? Tanya furqan. Tidak, aku bahkan suka disini. Di sini sangat nyaman, aku tidak perlu takut untuk bertemu mereka, tapi tak bisa dipungkiri bahwa aku sangat ingin menghancurkan mereka. Aku juga sangat merindukan, mami, papi, fadhil dan sahabat-sahabatku.
Aku mengerti. Bersabarlah sedikit lagi. Kupastikan mereka akan menyesali semuanya. Kata Furqan yang di balas senyuman oleh Ayana.
-----------------------------------------------------------
Di bandara Soekarno Hatta, sepasang manusia, dengan bayi tampan di pelukan mereka. Ya mereka adalah Naya dan Furqan serta anak kembarnya. Setelah 18 bulan di Jerman akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke tanah airnya. Harusnya 6 bulan yang lalu mereka kembali ketanah air tapi karena satu dan lain hal kepulangan mereka harus tertunda. Jadilah baru sekarang mereka bisa kembali.
Mereka memasuki taksi yang sudah di pesannya. Kenapa mereka tidak minta dijemput, alasannya karna mereka ingin memberikan kejuatan kepada keluarganya. Semenjak kelahiran sikembar mereka memutuskan komunikasi dengan keluarganya. Jadi secara otomatis keluarga mereka belum tau tentang sikembar. Katakanlah mereka jahat hahaha.
__ADS_1
Taksi berhenti tepat di depan rumah keluarga Andreas. Furqan menyerahkan sejumlah uang, setelah itu berjalan memasuki kediaman Andreas. Kedua anak kembar itu sudah nyenyak dalam pelukan mereka. Di depan puntu, mereka langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Di ruang keluarga, ada tiga orang yang sedang fokus menonton salah satu siaran tanpa mengetahui kehadiran seseorang di belakang mereka.
Furqan dan Naya melangkah dengan pelan, tiba-tiba Shaquille dan Assyauqie terbangun. Seperti biasa anak kembar ini tidak pernah rewel ketika bangun tidur. Mereka bergerak-gerak pertanda mereka ingin turun dari gendongan. Naya dan Furqan menurunkan anak kembar itu. Kedua anak itu memang sudah bisa berjalan. Mereka bahkan sudah bisa berbicara walaupun balum terlalu lancar. Furqan dan Naya mengikuti langkah sikembar, dan sesekali mereka tertawa melihat anak kembar itu berjalan dengan pantat bebeknya. Sangat menggemaskan.
Sikembar tepat di belakang, orang-orang yang sedang fokus menonton sinetron. Perlahan keduanya berjalan hingga berada di depan mereka.
Ya tuhan.. Anak siapa ini?? Kaget mami melihat sepasang anak kembar berdiri di depan mereka. Papi dan fadhilpun tak kala kagetnya.
Dimana orang tuamu nak? Tanya papi lembut. Pi culik aja pi. Mereka sangat menggemaskan. Kata Fadhil.
Huss ada-ada aja kamu ini. kata mami
Oma, opa, kata salah satu anak kembar itu. Shaquille dan Assyauqie memang mengenali wajah mereka pasalnya selama ini Furqan dan Naya selalu menunjukkan foto mereka kepada si kembar. Bukan hanya mami dan papi, kembar juga sudah hafal wajah fadhil dan sahabatnya.
Hah,, oma, opa?? Ya ampun akusi mau aja jadi oma anak pintar sepertimu. Aduh dimana orang tua kalian. Tanya mami.
Sikembar yang memang mengerti dengan pertanyaan itu langsung menunjuk Naya dan Furqan yang berada di belakang mereka. Mereka dengan kompak menolehkan kepala ke arah yang ditunjuk anak kembar itu.
__ADS_1
Mereka mematung melihat anak yang sangat mereka rindukan saat ini berdiri di hadapan mereka dengan senyuman yang mengembang. Fadhil yang pertama sadar dari keterkejutannya berlari dan menghambur kepelukan Furqan, abangggggg fadhil kangen. Ucap fadhil lalu melepaskan pelukannya dan beralih memeluk Naya. Kk, Fadhil kangen kk. Kk lama banget pulangnya. Ucap Fadhil di pelukan Naya. Naya mengelus kepala Fadhil, kk juga kangen sama kamu, mami dan papi.
Ya Tuhan... Dasar anak nakal ya kalian.. Kalian mau buat kami jantungan hah? 11 bulan ngga ada kabar dan tiba-tiba muncul di sini. Omel sang mami tapi tak ayal memeluk Furqan dan Naya. Begitupun dengan sang papi.