
Seperti janji bang Furqan kemarin, sekarang kami sudah berada di ruangan dokter Mia.
Siang dok,,
Siang, ada yang bisa saya bantu bu?tanya dokter Mia
Gini dok saya mau ngecek kandungan, kemarin saya tes dengan tespack dan hasilnya positif. Kataku
Kalo begitu silahkan berbaring di sini.
Aku menuruti kata sang dokter, ku baringkan tubuhku. Dokter Mia mengangkat bajuku memperlihatkan perutku yang masi rata. Sejujurnya aku sangat malu karena saat ini ada bang Furqan di sampingku. Kurasakan mukaku memanas, aku yakin saat ini wajaku sudah memerah. Bang Furqan yang melihatku tertawa lalu menggenggam tanganku.
Dokter Mi megoles gel di perutku. Lihat ini, aku melihat 2 titik di sana. Tapi aku tidak mengerti.
Disini ada dua titik yang artinya ibu mengandung bayi kembar, usia kehamilan ibu sekarang menginjak 2 bulan, jadi masi sangat rentan. Kata dokter menjelaskan.
Kembar dok? Tanyaku memastikan.
Iyaa kembar. Untuk saat ini ibu jangan terlalu lelah, jangan terlalu banyak pikiran yang mengakibatkan ibu stres karana itu akan membahayakan janinnya. Saya akan berikan vitamin untuk ibu.
Makasih dok. Kalau bagitu kami permisi dulu.
Sama-sama bu..
Kami berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju parkiran tempat bang Furqan memarkirkan mobilnya. Setelah sampai bang Furqan membukakan pintu untukku. Di perjalan tidak ada percakapan diantara kami hingga kami sampai di rumah.
Aku memasuki rumah dengan perasaan campur aduk.. Ku hempaskan tubuhku di sofa yang berada di ruang keluarga.
Nay?? Gimana hasilnya. Tanya mami antusias
Aku hanya diam,
Nay hamil 2 bulan mi, dan bayinya kembar. Itu suara bang Furqan
Oh yaaaaa. Waaa selmat ya sayang, mami seneng banget sebentar lagi punya cucu kembar. Kata mami dengan antusias sambil memelukku. Iya mi kataku seadanya.
Apa kamu bahagia?? Tnya mami
Hmm ntahlah mi. Mengetahui Nay hamil anak kembar membuat Nay bahagia, tapi jika ingat kejadian kenapa Nay hamil, Nay sangat sedih. Kataku dengan suara sendu
__ADS_1
Heii jangan pikirkan itu lagi. Mereka adalah anakku, itu yang harus kamu ingat. Kata bang Furqan, dan aku hanya tersenyum mendengarnya.
-----------------------------------------------------------
Group sableng...
Naya: kalian di mana?? Sibuk ngga?
5 menit.....
Rena: gue di rumah ini, ngga ada kegiatan.
Nala: samaaaaaaa
Ikbal: kenapa Ai'? Tumben
Tomo: abang di jalan mau pulang. Emang knpa Aya?
Naya: kalian bisa ke rumah ngga?? Naya mau ngomobg sesuatu. 😭
Rena:otw
Nala:otw
Tomo:otw
Naya yang membaca group chat, mengetahui sahabatnya akan datang, Naya berniat membersihkan diri terlebih dahulu. Setelah membersihkan diri Naya menuju ruang keluarga untuk menunggu sahabatnya. Pikirannya melayang mengingat percakapannya dengan sang papi beberapa waktu lalu.
Flashback on...
Nay, gimana kalo kamu tinggal di luar Negeri untuk sementara waktu.
Naya yang mendengar itu terkejut, kenapa tiba-tiba papi meminta Naya tinggal di luar Negeri?
Nay, ini demi kebaikan kamu. Papi ngga mau nanti kalau perutmu udah besar, kamu tiba-tiba bertemu mereka.
Tapi pi, Nay kuliah.
Masalah itu bisa papi urus, kamu bisa melanjutkan kuliahmu di sana. Kebetulan papi sedang membuka cabang perusahaan, jadi Furqan akan ikut bersamamu. Nanti setelah melahirkan kamu kembali lagi ke sini.
__ADS_1
Baiklah pi. Nanti Nay akan pamit sama sahabat Nay.
Maaf nak papi buat keputusan seperti ini. Papi hanya ingin yangg terbaik untukmu. Setelah anakmu lahir, kamu bisa membalas perbuatan mereka.
Iya pi makasih. Iya aku harus pergi. Kalian tunggu kehancuran kalian. Batinku dengan penuh amarah.
Oh ya pi kemana Naya akan pergi? Tanyaku pasalnya dari tadi papi tidak mengatakan Negara mana yang akan aku tuju.
Jerman.
Flashback off..
Naya. Hei, kamu mikirin apa si, dari kita panggil ngga nyaut.
Ehh kalian udah sampai. Maaf ya. Kataku merasa bersalah.
Iya, btw kenap lu nyuruh kita ke sini?? Tanya Rena penasaran
Hmm aku mau pindah.
Pindah kemana? Nala
Jerman.
Kok? Kuliah kamu gimana? Trus kamu tega gitu ninggalin kita. Ikbal
Iya, selama ini kita selalu bareng, tapi sekarang kamu mau pergi.. Kata Nala sedih
Kenapa Aya'? Tomo
Aku menghela nafas panjang. Papi yang minta Naya ke Jerman. Untuk masalah kuliah juga udah papi urus. Naya bakalan lanjutin kuliah di Jerman. Naya juga kaget waktu papi nyuruh Naya pergi. Tapi ini demi kebaikan Naya. Papi tau Naya belum baik-baik aja sekarang, makanya papi nyuruh Naya pindah. Papi takut Naya ketemu mereka kalau tetap tinggal disini. Hanya 1 tahun kok. Kataku sedih
Tapi kamu tinggal sama siapa disana? Kami ngga tenang kalo kamu pergi sendiri. Tomo
Iyaa benar kata Tomo. Apa kita semua harus pinda ke Jerman buat nemenin kamu? Tawar bang Ikbal
Ngga bang, kalian tunggu Naya disini ya. Ngga lama kok. Lagian bang Furqan akan ikut Naya. Kebetulan papi lagi buka cabang perusahaan disana jadi untuk 1 tahun ini bang Furqan akan fokus di perusahaan itu. Kata Naya menjelaskan
Baiklah, kami lega ko bang Furqan ikut denganmu. Kapan kamu berangkat??
__ADS_1
Hmm kata papi lusa... Jadi sebelum Naya pergi kalian nginap ya di sini. Udah lama kita ngga nginap bareng. Jadi malam ini dan besok kalian semua tidur di kamar Naya.
Baiklah.