
Ayana...
Aku mengedarkan pandanganku mencari keberadaan sahabat-sahabatku. Sampai mataku terjudu pada sudut kampus. Di sana ada sahabatku yang begitu ku rindukan. Mereka tidak melihatku. Mungkin karena terlalu fokus dengan pembicaraan mereka. Dari sini aku bisa melihat wajah mendung mereka. Apa itu karena aku menghilang? Kalo ia, aku akan merasa sangat bersalah. Aku terus melangkahkan kakiku mendekati mereka, hingga aku bisa mendengar perbincangan mereka.
Bal, kita harus minta bantuan ortu buat nyari Ayana. Kita ngga bisa kayak gini terus. Kata bang Tomo
Iya gue rasa ini waktunya. Kita udah nyari selama ini tapi belum ada kemajuan sama sekali. Gue ngga bisa tenang kalo belum menemukannya. Itulah yang ku dengar. Sedangkan Nala dan Rena sudah meneteskan air mata. Aku sangat sedih melihatnya, tapi aku juga terharu ternyata mereka benar-benar peduli padaku. Dengan air mata yang mangalir aku berlari dan menghambur kepelukan mereka. Ku rasakan mereka mematung.
Bang hiks... Hiks... Aku sangat merindukan kalian.. Hikss.. Hiks.. Kataku sesegukan. Kurasakan mereka mengertkan pelukannya padaku seolah takut kehilanganku lagi. Setelah beberapa saat aku melepaskan pelukanku, aku menatap mata mereka satu persatu dengan air mata yang terus mengalir. Tangan bang Tomo mengusap air mataku, Bang Ikbal mengusap kepalaku, Nala dan Rena mengusap punggungku. Hatiku menghangat. Kami terdiam.. Berselancar di pikiran masing-masing. Aku tau banyak yang ingin mereka tanyakan padaku. Dan aku sedang berusaha kuat untuk menejelaskan semuanya pada mereka.
Hari ini ngga usah masuk kelas, abang butuh penjelasanmu sekarang. Kita ke rumah abang aja, kebetulan hari ngga ada orang di rumah. Ayo.. Ajak bang Ikbal
Kami hanya menuruti perkataan bang Ikbal.
SKIP...
Di sebuah kamar ada 5 remaja yang sedang duduk dia atas tempat tidur membentuk lingakaran. Ya siapa lagi kalo bukan Anaya dan sahabatnya.
Jadi,, ke mana kamu selama ini? Apa yang terjadi? Tanya Nala
Iya, kami mencarimu tapi tak bisa menemukanmu, apa kamu baik-baik saja? Rena
Apa yg terjadi? Ayo ceritakan semuanya. Tomo
Jangan takut, kami disini untukmu. Percayalah. Bukankah kami adalah keluargamu. Ikbal
Aku yg mendengarnya tak bisa menahan tangis. Untuk kesekian kalinya aku menangis.
Hikss... Hikss... Abang. Hikss.. Maaf. Maaf mengecewakan kalian. Hikss. Maaf Naya ngga bisa jaga diri. Hikss. Hikss. Kata ku terus teisak.
Apa maksudmu Naya? Nela dan Rena
Aku memejamkan mataku berusaha kuat untuk menceritakan semuanya.
__ADS_1
Hikss... Hikss.. Naya udah kotor.. Hiks. Naya ngga bisa menjaga kehormatan Naya. Hikss.. Hiks..
Deg...
Mereka berempat mematung me dengar perkataan Naya. Mereka sangat tau Naya seperti apa. Tidak mungkin Naya melakukan hal diluar batas, tapi ini. Tangan mereka terkepal kuat menandakan emosi yang memuncak.
Bang Ikabal mencengkram bahuku dan bertanya Dengat mata yang memerah seperti sedang menahan amara dan air mata,, apa yang terjadi padamu Ai'? Abang tau kamu, jelaskan Ai'. Cepat jelaskan semuanya teriak bang Ikbal.
Hikss.. Hiks.. Naya diperkosa bang hikss.. Hiks.. Naya hancur bang.. , kataku dengan berteriak.
Kurasakan tangan seseorang menarikku dan merengkuhku dalam pelukannya. Dia membisikkan kata-kata ntuk menenangkanku. Hei ini bang Tomo, tenanglah. Jangan takut, kami tidak marah padamu. Kami tau kamu adalah gadis yang baik. Jadi tenanglah dan ceritakan semuanya pada kami ok. Aku mulai tenang, ku tatap mata mereka. Kulihat mereka semua menangis mendengar apa yang menimpaku. Dengan sekuat tenaga ku ceritakan semuanya pada mereka tanpa kurang sedikitpun.
Bughh.. Sialan.. Bughh.. Bughh.
Amarah bang Ikbal setalah mendengar semua ceritaku. Sedangkan bang Tomo diam mengertakkan giginya menunjukkan bahwa dia tidak bisa menahan emosinya. Sedangkan Nala dan Rena sudah menangis sesegukaan. Aku menghambur kepelukan mereka. Maaf.. Maaf membuat kalian menangis..
Tidak, harusnya kita yg minta maaf, kita ngga bisa jagain kamu. Kata Nela sesegukan.
Aku menggeleng pertanda tidak setuju. Tidak, ini bukan salah kalian. Mungkin ini cobaan yang Tuhan berikan padaku, kataku sambil berusaha tersenyum.
Oh aku lupa menceritakan tentang aku yang mencoba bunuh diri.
Ai' tinggal di rumah orang tua angkat Ai'bg. Jawabku dengan tersenyum.
Orang tua angkat? Sejak kapan kamu punya orangtua angkat? Nela
Sejak kejadian tiga bulan yang lalu. Kataku.
Jelaskan. Kata bang Tomo dan Rena
Mengalirlah cerita mulai dari aku yang berniat bunuh diri sampai akhirnya ditemukan oleh seorang pemuda dan berakhir menjadi anak angkat orang tua pemuda itu. Aku juga menceritakan bagaimana bang Furqan merawatku selama ini dan bagaimana keluarga mereka memperlakukanku. Awalnya meraka syok mendengar aku berniat bunuh diri tapi akhirnya mereka lega karena aku baik-baik saja.
Naya, Nay.. Panggil Nala
__ADS_1
Hamm knapa??
Lo kan sekarang punya keluarga baru. Na lo kan tau motto kita selama ini. Keluargaku keluarga kalian dan keluarga kalian adalah keluargaku.
Aku mengerti apa yang dikatakan Nela, bedanya selama ini mereka tidak bisa menggap keluarga sebagai keluarga mereka, ya kalian taulah sebabnya.
Hmm ok nanti kita ke rumah orang tua angkat ku ya, kita bicarakan ini sama mereka. Ntar aku minta izin sama bang Furqan pulang bareng kalian.
Ya udah telpon sekarang aja. Suruh Rena tak sabaran.
Hmm baiklah. Kuraih hp ku dan mencari kontak bang Furqan, setelah menemukannya aku langsung menelponnya.
Ttuuttt.....
Halo Nay..
Hmm bang Naya mau minta izin ngajak sahabat Nay kerumah boleh?
Ya bolehlah. Itukan rumah kamu juga.
Kalo gitu abang ngga usah jemput Nay yah, Nay pulang bareng sahabat Nay aja.
Ya udah, hati-hati pulangnya.
Iya bang. Ya udah Nay tutup telponnya ya. Assalamualaikum
Waalaikumsalam.
Udah. Kata abang boleh. Kataku pada mereka. Ya udah ayo, ntar aku di cariin kalo pulangnya telat.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
***Hai... haii....
__ADS_1
Tunggu kelanjutannya ya.....
Love you***....