
Ayana....
Sudah 3 bulan aku terus melihatnya. Saat membuka mata dia adalah orang pertama yang ku lihat. Dan itu terjadi selama 3 bulan ini. Hari ini aku berjanji padanya untuk tidak menangis lagi. Ntah kenapa aku merasa harus mempercayainya, apa mungkin karena dia adalah orang yang telah menyelamatkanku dari kematian, dia juga yang selama ini merawatku. Intinya aku merasakan ketenangan saat berada di dekatnya. Aku merasakan perlindungan, seperti yang aku rasakan saat bersama bang Ikbal dan bang Tomo.
Bang Ikbal, bang Tomo, Nala, Rena, apa kalian mencariku sekarang. Aku sangat merindukan kalian. Mengingat mereka air mata langsung saja mengalir membasahi pipi ku, aku terus menangis sampai suara lembut mengagetkanku.
Heii bukankah kamu sudah berjanji padaku untuk tidak menangis lagi?? Aku hanya diam menatapnya. Air mataku masi terus mengalir sampai kurasakan tangannya mengusap air mata di pipiku.
Furqan....
Biasanya ketika hari minggu, aku hanya akan berbaring santai di ruang keluarga bersama orangtua dan adikku atau memancing bersama fadhil tapi sekarang aku memilih menemani gadisku, eh apa aku baru saja mengatakan bahwa dia gadisku. Hahaa ada apa denganku? Apa aku mulai jatuh cinta? Ah biarlah semua mengalir seperti air.
Di depan pintu, mataku tertuju pada gadisku yg tengah melamun, ntah apa yang dia pikirkan sampai ku lihat air matanya mengalir membasahi pipinya. Selama ini aku tidak pernah mendengarnya berbicara,, itulah sebabnya sampai sekarang kami tidak tau siapa namanya. Perlahan aku mendekatinya.
Heii bukankah kamu sudah berjanji padaku untuk tidak menangis lagi?? tanyaku dengan suara lembut. Dia hanya diam menatapku. Air matanya masi terus mengalir membuatku tidak tahan melihatnya. Ku angkat tanganku untuk mengusap air matanya. Dia masi saja menatapku. Entah apa yang sedang dia pikirkan.
Heii kenapa menangis lagi? Tanya ku dan hanya dijawab dengan gelengan. Apa kau baru saja mengingkari janjimu padaku? Lalu dijawab dengan gelengen lagi. Apa itu artinya dia menangisi hal yang lain. Ku usap kepalanya, apa kamu mau berbagi denganku? Tanyaku seraya terus mengelus kepalanya. Dia hanya diam. Apa kamu tidak mau menceritakannya kepadaku??
__ADS_1
Aa,,,ku,
Kamu kenapa hmm?
Aku merindukan mereka katanya lalu kembali menangis. Apa yang dia maksud adalah keluarganya. Apa yang kamu maksud adalah keluargamu? Orang tuamu? Kulihat dia tersentak lalu menggeleng dengan kuat. Ya tuhan kenapa dengan gadis ini. Apa dia tidak punya keluarga.
Bang dia kenapa?? Aku menoleh ke arah suara, ku lihat di sana ada papi. Perlahan papi mendekati kami.
Katanya dia merindukan mereka pi. Kataku pada papi. Apa yang kau maksud keluarganya? Mendengar ucapan papi gadis ini semakin histeris. Aku bingung apa yang terjadi padanya. Keyakinan ku semakin kuat bahwa gadis ini tidak mempunyai orang tua.
Papi menyuruh ku untuk berdiri, walau aku bingung aku tetap menurutinya, lalu papi duduk di hadapan gadis ini. Papi mengelus rambutnya dengan sayang. Lalu berkata, jika kamu tidak punya orang tua maka kami akan menjadi orang tuamu, tidak peduli bagaimana keadaanmu dan masa lalumu. Mulai sekarang kau adalah anakku dan aku adalah papimu mengerti??
Ayana...
Furqon terus memandang interaksi antara papinya dan gadis itu. Dia melihat sudut mata papinya basah saat memeluk gadis itu. Hatinya menghangat melihat kasih sayang sang papi. Pandangannya hanya tertuju pada keduanya hingga tak manyadari kehadiran sang mami di sampinga yang juga dari tadi menyaksikan suaminya dan gadis itu. Air matanya ikut mengalir melihat betapa menyedihkannya gadis di depannya ini. Furqan baru menyari ketika sang mami berjalan mendekati papinya. Mami mengelus rambut gadis yang telah terlelap dalam mimpi di pelukan sang papi. Mami membantu papi untuk membaringkan gadis itu agar bisa tidur dengan nyaman lalu menyelimutinya..
Mi, apa mami tidak keberatan jika dia menjadi anak kita??
__ADS_1
Mami hanya tersenyum mendengar pertanyaan papi. Hm papi yang paling tau mami, papi juga tau kalo selama ini mami sangat menginginkan anak perempuan. Lalu kenapa masi bertanya kepada mami. Mami tentu saja setuju dengan ide papi, kita akan merawatnya mulai dari sekarang, mami bahkan berharap kelak dia akan jadi menantu kita. Hehe
Furqan tentunya sangat kaget mendengar perakataan maminya. Beda halnya dengan papi yang hanya tersenyum seolah menyetujuinya.
Mamii.. Ucap furqan yang langsung di potong oleh maminya.
Mami tau anak mami seperti apa. Mami tidak masalah kalo abang mencintainya. Asalkan kamu menjaganya, mencintainya dengan tulus dan selalu membahagiakannya mami pasti merestuinya, tentu saja jika itu juga membuatmu bahagia. Ah sudah, ayo keluar jangan ganggu istrahat putri cantikku. Kata mami yang di balas kekehan oleh kedua laki-laki beda generasi itu.
Sedangkan di tempat tidur, Ayana terbangun saat mami membaringkannya, mungkin karena merasa terusik, tapi Ayana tetap memejamkan matanya karena masi merasa canggung dengan kehadiran mami angkatnya itu. Yah Ayana mendengar semua percakapan mereka. Iya bersyukur dipertemukan dengan keluarga ini. Seulas senyum terukir di bibirnya. Senyum yang sempat hilang gara-gara kejadian itu.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
***Hallooo guyyyssssss.....
Jangan lupa untuk vote ya.....
Like, comment, and support juga ya....
__ADS_1
Terima kasih. love you***