
Furqan....
Mataku terus memandangnya, aku melihat binar kebahagiaan saat bercerita tentang sahabatnya. Awalnya aku cemburu kepada mereka, tapi sekarang aku malah bersyukur karena mereka menyayangi Naya.
Oh ya selain mereka berempat, kamu tidak punya teman lain lagi? Atau pacar??
Deg..
Ada. Dia juga sahabatku namanya Dian. Kalian tentu pernah mendengar namanya bukan?
Dian?? Bagaimana aku bisa lupa dengan nama itu. Bukanya Naya selalu menyebut namanya saat histeris. Tapi bagaimana mungkin Naya mengatakan dia sahabatnya.
Tapi,... Aku bingung harus berkata apa, aku hanya terus memandang wajahnya, mengamati setiap perbuhan raut wajahnya.
Ya dia sahabatku sebelum kejadian 3 bulan yang lalu. Semua yang menimpaku, dialah salah satu orang yang harus bertanggung jawab.
Aku hanya diam mendengar semua ceritanya. Tentunya aku kaget, bagaimana bisa seorang sahabat melakukan hal itu.
Tersirat kesakitan, kekecawaan dan kebencian di matanya saat bercerita tentang sahabatnya itu. Kuperhatikan wajah kedua orang tuaku yang juga kaget mendengar cerita Naya. Sebenarnya masi ada yang ingin ku tanyakan tapi aku ragu.
__ADS_1
Rion.. Aku menoleh ke arah Naya saat mendengar nama itu. Nama yang dari tadi ingin ku tanyakan.
Kalian tentunya juga penasaran siapa Rion bukan?? Tanya Naya dengan senyum pahitnya.
Kami hanya mengagguk membenarkan perkataanya. Kulihat dia menghela nafas. Seperti akan menceritakan sesuatu yang sangat berat. Kuraih tangannya dan kugenggam dengan lembut untuk meyakinkannya bahwa seberat apapun masalahnya mereka akan selalu ada untuknya.
Rion, dia adalah kekasihku.
Deg.. Kenapa setiap penjelasan yang keluar dari mulutnya selalu membuat kami syok. Tadi sahabat dan sekarang kakasihnya lalau nanti siapa lagi.
Kami sudah berpacaran selama dua tahun. Aku sangat mencintainya, dia sangat baik padaku, perhatian, sabar, dan selalu mendukungku. Tapi itu juga sebelum kejadian 3 bulan yang lalu. Rion dan Dian yang merencanakan semuanya. Bukan hanya Rion dan Dian tapi Anya Putri Sanjaya juga terlibat, bahkan dialah yang mengatur semuanya.
Apa papi boleh menayakan sesuatu nak? Ku arahkan pandanganku ke papi lalu berbalik ke Naya yang hanya diam.
Papi tau ini akan menyakitkanmu, tapi papi juga tidak bisa tinggal diam. Dan hal ini pula yang selalu ingin papi tau selama ini. Apa boleh nak? Bukannya papi memaksamu untuk menceritakan semuanya, papi hanya ingin tau siapa yang sudah menyakiti putri papi ini. Apa bisa kamu memberi tahu kami siapa yang melakukan hal bejat itu padamu? Kata papi sambil menatap mata Naya.
Naya memejamkan matanya, kueratkan genggaman tangankun. Aku juga kaget mendengar papi menanyakan ini. Jujur saja aku juga sangat ingin tau siapa orangnya tapi aku tidak punya keberanian untuk menyakannya. Siapa sangka papi akan menanyakan hal ini.
Rion. Satu nama yang keluar dari mulut Naya disertai dengan air mata yang terus mengalir.
__ADS_1
Bom.. Bengsek. Laki-laki biadab. Makiku saat mendengar nama itu. Mami yang dari tadi hanya diam memeluk Naya. Naya semakin terisak dalam pelukan mami. Rasa sakit yang dipendam tak bisa dibendung lagi.
Setelah Naya tenang, papi meminta Naya untuk menceritakan begaimana peristiwa itu terjadi. Naya yang merasa tidak perlu menutupi sesuatu lagi akhirnya mencertikan semunya. Mulai dari Dian yang meminta tolong padanya hingga kejadian itu terjadi, yang menyebabkannya berniat bunuh diri dengan melompat ke sugai.
Semua yang mendengar cerita Naya sangat emosi, terutama papi dan Furqan. Mereka bersumpah akan membalas mereka dengan cara yang lebih kejam. Jangan salah, keluarga ini memang hangat, baik dan ramah, tapi jangan coba-coba mengusik orang yang mereka sayangi, karena jika itu terjadi jiwa malaikat mereka akan berubah menjadi iblis yang haus darah.
Siapa nama lengkap Rion? Tanyaku, aku harus tau supaya lebih mudah mencari semua informasi tentangnya.
ARION PUTRA PRATAMA. Kata Naya lirih
APAAAAAAAA.....
Kurang ajarrr.. Papi semakin emosi.
Tangannya mengepal. Emosi ku memuncak mendengarnya. Aku mengenal keluarga Pratama sebab papi pernah bekerja sama dengan perusahaannya. Rion tunggu pembalasankun.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
😘😘😘
__ADS_1