AKHIR

AKHIR
Bab 4


__ADS_3

Hari ini Ayana berangkat ke kampus. Memang tidak ada jadwal kuliah hari ini, hanya saja Ayana sudah membuat janji kepada lima sahabatnya untuk bertemu di kampus siang ini.


Ayaanaa,, teriak Ikbal sambil memeluk sahabtnya yang sudah dia anggap adik sendiri, mungkin karena ikbal anak tunggal dan sangat ingin mempunyai seorang adik. Ikbal memang lebih tua 1 tahun dari Ayana. Ikbal sangat menyayangi Ayana demikan pula Ayana yang menyayangi Ikbal layaknya seorang abang. Bukan hanya Ikbal, Tomopun sangat menyayangi Ayana karena Tomo juga anak tunggal dan sangat ingin memiliki adik perempuan. Apa kabar adik abang yang cantik ini? Tanya Ikbal seraya mengelus kepala Ayana.


Tomo yang melihat itu juga menarik Ayana kedalam pelukannya dan mengelus kepalanya dengan penuh kasih sayang.


Seperti yang abang lihat, Ai'sehat. Jawab Ayana sambil tersenyum. Ayana memang memanggil dirinya dengan sebutan Ai' saat berbicara dengan Ikbal sedangkan Tomo memanggilnya Aya'.  Kata mereka si panggilan sayang. Ayanapun tak masalah dengan hal itu dia malah senang.


Hmm hmm mulai de kita dicuekin kalo udah ngobrol berdua. Rajuk Nala kepada mereka berdua yang di balas kekehan oleh Ayana.


Hehe maaf ya calon kakak ipar, Ayana ngga ngambil bang Ikbal kok, goda Ayana kepada sahabatnya itu.


Lehh gaya banget si loh, mau lo ambil juga ngga masalah kok, lo kan adeknya dia hihi. Begitulah Nala menanggapi godaan sahabatnya yang jail itu. Nala memang berpacaran dengan Ikbal. Tapi Nala tidak pernah marah ataupun cemburu kepada Ayana. Bukan karena Ayana memiliki pacar tapi karena Nala sangat percaya dan tau bahwa kasih sayang diantara kedua orang itu layaknya saudara kandung. Jadi walaupun Ikbal lebih mengutamakan Ayana dari pada dirinya, Nala tidak marah sama sekali, karena Nala juga sangat menyangi Ayana. Mungkin itu juga salah satu alasan kenapa Ikbal sangat mencintai Nala.


Ah udah yuk. Ke cafe aja. Ajak Rena kepada mereka. Ayana, Nala, Ikbal, Tomo dan Dian langsung mengikuti Rena ke cafe. Yang tadinya cuma mau nongkrong di kampus sekarang malah berubah haluan ke cafe.


Disinilah mereka sekarang. Di cafe favorit mereka, tepatnya di meja bagian pojok.


Eh Ai' gimana hubungan kamu sama Rion? Kalian pasti tau siapa yg bertanya bukan? Ya siapa lagi yg memanggilnya Ai' kalo bukan abangnya, Ikbal.


Hmm ntahlah. Dia berubah, udah ngga kayak dulu lagi. Udah ngga pernah nanyain kabar atau ngajak jalan. Boro-boro ngajak jalan, kalo bukan Ai'yang chat duluan dia ngga bakalan chat Ai'. Jawab Ayana dengan muka murung.


Ikbal yanh melihat itu kesal sebab dia tidak suka melihat adiknya murung. Udah jangan di pikirin mungkin aja dia lagi banyak urusan.


Mungkin Rion selingkuh tu Ayana, makanya dia berubah. Ucap Dian yangg dibalas lirikan tajam yang lain.

__ADS_1


Apasi maksud lo ngomong kayak gitu heh? Rena yang mendengar ucapan Dian dangat kesal. Bukan hanya Rena saja, Nala, Ikbal dan Tomo juga sanga kesal mendengarnya.


Gue kan cuma ngomong apa yang ada di pikiran gue, kok loh yang nyolot si. Balas Dian tak kala kesalnya.


Udahlah kita ini kan sahabat harusnya kita saling dukung bukannya malah kayak gini. Kata Nala menasehati keduanya walaupun sebenarnya dia juga sangat kesal dengan Dian. Ntah apa maksud Dia berkata seperti itu.


Cih siapa juga yg mau sahabat sama anak sialan itu. Lihat aja nanti loh akan menderita hahah. Kata Dian dalam hati.


Tomo yg dari tadi diam kayak orang sariawan sebenarnya memperhatikan Dian. Dia merasa ada yang aneh dengannya.


Gua harus hati-hati mulai sekarang, jangan sampai dia berbuat aneh sama sahabat gue. Kata tomo dalam hati.


Bukan apanya, diantara semuanya mungkin Tomolah yang paling peka. Dia bisa merasakan jika seseorang berniat buruk terhadap sahabatnya. Tapi giliran soal cinta dia yang paling tidak peka. Contohnya saja, Rena yang dari dulu suka sama dia tapi sampai sekarang Tomo sama sekali ngga peka. Itulah yang kadang membuat sahabatnya geleng-geleng kepala. Rena saja sampai gemas dibuatnya. Saking gemasnya rasanya dia pengen nimpuk Tomo dengan batu bata.


Dian yang merasa diperhatikan oleh Tomo memiringakan kepalanya dan bertanya, kenapa loh ngeliatin gue kayak gitu.


Tomo yang ditanya hanya diam, merasa tak ada gunanya untuk menjawab pertanyaan yang tidak bermutu dan tidak berbobot itu.


Karena merasa diabaikan Dian makin kesal dan langsung meninggalkan mereka tanpa pamit terlebih dahulu.


Ayana yang melihat Dian pergi merasa heran. Dia kenapa ya, ngga ada badai ngga ada petir kok sensian banget.


Ahh sudahlah biarkan saja dia seperti itu. Dia sekarang bersikap aneh. Kayak ada yang disembunyiin. Kata Nela yang selama ini juga memperhatikan Dian.


Di tempat yang tak jauh dari cafe ada sepasang manusia yang telihat sedang berdiskusi dengan serius.

__ADS_1


Cewek: gimana rencana lo? Kapan lo. mulai menghancurkan gadis sialan itu? Gue udah muak lihat muka dia yang sok suci itu.


Cowok: sabar, gua tinggal nunggu waktu yang tepat, dan loh harus bantuin gue.


Cewek: hahaha ngga masalah. Kapanpun lo butuh bantuan, gue siap bantu lo, tapi ingat semuanya ngga gratis.


Cowok: tenang aja, Anya pasti bakalan bayar mahal untuk ini.


Cewek: gila lo, gue ngga nyangka lo bisa tega ngancurin gadis sialan itu padahal dia cewek loh. Bukannya lo sayang sama dia?


Cowok: hahahaaaa gue itu cuma mainin dia doang. Selama ini gue berusaha buat dia jatuh cinta sama gue, setelah itu bom.. Gue bakalan hancurin dia.


Cewek: gila lo,


Cowok: gue sama aja kayak lo Dian. Ini juga supaya gue bisa bersatu lagi sama Anya tanpa harus kucing-kucingan lagi.


Ya orang itu adalah Rion dan Dian. Kekasih dan sahabat Ayana. Rion ingin menyakiti Ayana karena selama ini Anya selalu marah tiap kali melihat Ayana. Rion berpikir dengan hancurnya Ayana maka Anya akan bahagia. Sedangkan Dian, dia hanya orang suruhan Rion untuk mendekati Ayana dan berpura-pura baik kepadanya.


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


***Hallo guys,,,,


Jangan lupa tinggalkan jejak ya.


Love you***....

__ADS_1


__ADS_2