AKHIR

AKHIR
Bab 7


__ADS_3

Ayana....


Duhh kok Dian belum balik juga ya. Gue kok jadi takut gini. Ya Allah lindungilah hambamu ini. Gue ngga boleh takut, ok Ayana semua akan baik-baik aja.  Tapi kok Dian belum balik juga ya.


Ddrrtt drrt


💌 Ayana lo tidur duluan aja ya. Jangan lupa kuncin pintu. Gue pulangnya telat soalnya mobil gue mogok di jalan. 


Ayana yang mendapat pesan dari Dian semakin gelisah, dan takut. Hmm mungkin karena ini pertama kalinya gue kesini makanya gue gelisa dan takut kayak gini. Dari pada mikir aneh-aneh mending gue tidur aja. Setelah sekian lama bergulat dengan pikirannya, Ayana akhirnya terlelap dalam mimpi tanpa dia sadari bahaya sebentar lagi akan menimpanya.


Heninggg....


Cekelek.


Bunyi pintu kamar terbuka. Terlihat seorang pria menggunakan topeng masuk ke dalam kamar yang di tempati Ayana. Pria itu berjalan pelan beusaha tidak menimbulkan suara yang nantinya akan menggagalkan rencananya.  Dibalik pintu ada seorang gadis yang juga menggunakan topeng dengan pakaian serba hitam. Serta kamera yang berada di tangannya.


Kembali ke pria yang sudah mendekati Ayana. Dia mulai membuka pakaian Ayana secara perlahan dan hati-hati agar Ayana tidak bangun.


Mungkin karena merasa terusik Ayana perlahan membuka matanya dan kaget melihat seseorang menggunakan topeng berada di atasnya.


SIAPA KAMUU....


JANGAN MACAMA KAMU SAMA SAYA.  terika Ayana yang mulai ketakutan. Dia mulai membayangkan apa yang akan terjadi setelah melihat kancing bajunya terbuka.

__ADS_1


TOLONGG... HIKS... HIKS..


PERGI... KU MOHON.. JANGAN LAKUKAN INI PADAKU....


Plakkk... Plaakkk... Plaakkkkk.


3 tamparan dilanyangkan ke pipi Ayana. Pipinya merah dan bengkak. Sudut bibirnya robek akibat tamparan yang begitu keras. 


Pria bertopeng itu mulai membuka celana Ayana tanpa memberdulikan Ayana yang terus meronta berusaha melepaskan diri. Di tamparnya Ayana berulang kali sampai pipinya semakin bengkak dan membiru dengan sudut bibir yang terus mengeluarkan cairan kental.


LEPASSSS..... HIKSS..HIKSS...


PERGI... APA SALAHKU.. HIKS...HIKS..


Pria itu berhasil melepaskan celana Ayana.  Ayana semakin meronta-ronta dan hal itu membuat pria itu semakin marah dan melayangkan pukulan ke perut Ayana hingga Ayana tak mampu lagi bergerak. Kediaman Ayana digunakan pria itu untuk melepas celana dalam milik Ayana dan langung menurunkan celananya sendiri agar bisa segera melihat kehancuran Ayana.


Ayana terbelalak saat melihat itu. Ayana semakin menjerit. Ketakutan yang begitu dalam bercampur kebencian.


TIDAKKK.... BERHENTI... JANGANN....


HIKSS..HIKSSS. TUHANN AMBIL SAJA NYAWAKU... HIKS. HIKS...  Teriak Ayana histeris dan terus berusaha kabur, tapi kekuatan pria terlalu kuat sehingga Ayana tak mampu lari.


Tanpa basa basi pria bertopeng itu langsung memasukkan miliknya..

__ADS_1


AKKKHHHH SAKITTT.... HIKSS... HIKSSS...  BAJINGANN... HIKSS... HIKS...AKU AKAN MEMBUNUHMU.. HIKS.. HIKSS..


Ayana seperti ingin mati, air mata terus mengalir membasahi pipinya. Sedangkan pria itu tak memiliki rasa kasian sedikitpun melihatnya.  Dia terus melakukan aksinya. Dia tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Karena dia yakin Ayana pasti akan mengenali suaranya.


Akkkk... Setelah mencapai pelepasannya, pria itu mengelurkan semua spermanya di dalam milik Ayana. Tanpa peduli apa akibat yang dia lakukan. 


Setelah selesai melakukan aksinya. Pria itu melepaskan diri dan memperbaiki celananya.


Ayana merasa dunianya hancur berkeping-keping setelah kesuciannya direnggut secara paksa oleh orang tak dikenalnya. Dia terus melihat orang yang masi ada di depannya dengan penuh kebencian dan tanpa sadar matanya melihat gelang yang dipakai orang itu. Ayana syok. Mengapa tidak. Dia sangat tau gelang itu. Gelang yang dia berikan kepada pacarnya 5 bulan yang lalu. Gelang dengan ukiran nama mereka yang terlihat jelas. Syok, kaget, marah, kecewa, benci dan dendam bercampur menjadi satu. Seseorang yang begitu dia cintai tega melakukan ini padanya. Dengan pandangan kosong Ayana melihat kepergian orang itu. Sekilas Ayana melihat seseorng bersembunyi di balik dinding mengikuti langkah pria itu.


15 menit berlalu, Ayana berusaha bangkit, air mata terus mengalir dari matanya. Sakit pada bagian intinya belum sebanding dengan rasa sakit di hatinya. Ayana berusaha melangkah sekuat tenaga. Tujuannya hanya satu, memberisahkan jejak pria ******** itu dari tubuhnya walaupun tidak bisa sepenuhnya.  Di dalam kamar mandi lagi-lagi Ayana menangis. Dia merasa sangat kotor sekarang, digosok semua badannya hingga merah bahkan ada yang mengeluarkan darah. Setelah itu, Ayana kembali memakai pakaiannya. Dia keluar kamar berusaha mencari pria ******** itu dan orang yang mengikutinya. Iya yakin mereka yang merencanakan ini.


Ayana menjelajahi bagian rumah itu dengan pelan agar tidak menimbulkan suara. Tanpa sadar kakinya melangkah ke bagian belakang rumah. Disana terlihat dua orang sedang berbincang. Ayana meyakini salah satu orang itu adalah seorang gadis, terlihat dari postur tubuh dengan rambut yang dikuncir.  Samar-samar Ayana mendengar percakapan mereka.


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


***Hai Hai.....


Tinggalkan sarannya ya...


like, commet dan jangan lupa votenya..


love you***....

__ADS_1


__ADS_2