
Seperti rencana kemarin. Naya dan yang lain sedang dalam perjalanan menuju rumah orang tua Naya. Hanya butuh 15 menit untuk sampai dirumah itu. Naya dan yang lainnyapun keluar dari mobil dan menghampiri satpam yang sedang berjaga.
Pak buka pintunya dong. Kata Naya.
Ehh ada non Naya. Kemana aja selama ini non? Tanya pak satpam setelah membuka pagar.
Hehe ada urusan pak. Jawab Naya. Ya udah pak saya masuk dulu. Ayokk, ajaknya kepada sahabatnya.
Naya memencet bel bebrapakali, tak la kemudian pintu rumah terbuka. Ehh ada non Naya, kemana aja non. Ayo masuk. Kata bi'ina. Naya dan yang lainpun masuk. Di ruang tamu terlihat beberapa orang sedang berbincang-bincang, tapi perbincangan mereka terhenti saat melihat Naya.
Hah. Masi berani kamu datang ke rumah ini, dasar tidak tau malu. Teriak sang bunda marah. Ayah dan Anya juga sangat marah dengan kedatangan Naya. Sedangkan Rion hanya diam mematung. Sejak insiden itu, ini pertama kalinya dia melihat Naya lagi. Dan menurtnya Naya semakin cantik.
Hmm inikan rumah Naya juga. Jadi apa salahnya Naya berkunjung ke rumah ini. Jawab Naya santai yang membuat mereka sangat marah, berbeda dengan sahabatnya yang hanya tersenyum sinis melihat orang-orang itu.
__ADS_1
Ahh, ada kak Rion juga disini, apa yang sedang kekasihku lakukan disini, ah atau aku harus menyebutnya mantan kekasihhku? Hmm rupanya banyak hal yang terjadi setelah kepergianku. Kata Naya menyindir
Diam kamu. Bentak Anya dengan mawah merah.
Apa yang kamu katakan anak kurang ajar. Rion adalah suami Anya jadi wajar jika ia disini.
Hahaaa.. Jadi seperti itu. Rupanya kak Anya sangat menyukai apa yang aku miliki sampai-sampai kekasihku saja diambil. Apa kak Anya sedang menjadi soerang pelakor sekarang?
Ayah, bunda dan Anya, semakin tersulut emosi. Apalagi Anya yang tidak terima dikatai sebagai pelakor.
Naya dan sahabatnya sangat marah melihat foto itu. Naya bahkan tidak habis pikit saat melihat foto itu. Naya yakin Dianlah yang mengambil foto itu. Naya mengepalkan tangannya.
Hah. Jangan mengancamku dengan foto itu, itu tidak ada gunanya untukku. Kata Naya sinis.
__ADS_1
Plaakkkk.
Sang bunda yang sudah geram menampar Naya, hingga pipi Naya memerah. Naya hanya tersenyum sambil memegang pipinya. Selalu saja menampar, batin Naya.
Pergi kamu dari rumah ini anak sial**n. Jangan pernah menginjakkan kaki ke rumah ini lagi. Aku tidak sudi melihat anak ha**m seperti kamu. Bentak sang bunda.
Apa yang tante lakukan, Naya anak kalian. Tapi kenapa kalian sekejam ini padanya. Kalian orangtua yang berhati iblis. Teriak Rena marah.
Anak kamu bilang?? Asal kalian tau saja dia bukan anakku. Dia hanya anak dari wanita mura**n, yang menghancurkan kebahagiaan kami. Sekarang pergi dari sini. Teriak sang bunda lagi.
Naya syok mendengar fakta ini. Hatinya semakin sakit. Pantas saja selama ini orangtuanya selalu memperlakukannya dengan buruk, ternyata dia bukan anak kandungnya.
Lalu siapa orangtuaku, tanya Naya lirih...
__ADS_1
Mereka sudah mati. Wanita seperti itu mwmang pantas untuk mati. Sekarang pergi dari sini..
Naya langsung berbalik meninggal rumah itu. Rumah yang selama ini menjadi saksi atas semua penderitaannya. Mengetahui fakta bahwa dia bukanlah bagian dari keluarga itu semakin menguatkan tekad Naya untuk mengahancurkan mereka.