AKHIR

AKHIR
Bab 6


__ADS_3

Ayana.....


Drrrttt drrttr


Panggilan telpon dari seseorang membangunkan Ayana dari tidurnya. Dengan malas Ayana meraih Hpnya dan melihat siapa yang menelpon.


Hmm Dian. Tumben dia nelpon..


Ya halo Dian, ada apa??


Haloo, Ayana, gue bisa minta tolong ngga?? Kata seseorang dari sebrang sana yang tak lain adalah Dian.


Kenapa Dian?? Tanya Ayana bingung pasalnya tumben bangat Dian menelponnya. Biasanya kalo ada perlu, Dian akan meminta bantuan kepada Nela dan Rena.


Tolong temenin gue dong. Nyokap nyuruh gue ke rumah nenek gue ntar malam, tapi gue ngga ada teman. Gue ngga berani ke sana sendirian, temenin gue yaa, please.


Walaupun bingung Ayana tetap mengiyakan pasalnya dia juga ngga ada kegiatan malam ini.


Sedangkan ditempat lain..


Ehh gimana Dian?? Tanya seseorang


Semuanya lancar, loh tinggal siap-siap buat entar malam dan jangan lupa bayaran gue. Kata Dian sambil tersenyum sinis.


Okk, seperti yang loh mau, hahaaa akhirnya gadis sialan itu benar-benar akan hancur.


Gila lo Rion. Btw selamat bersenang-senang bersamanya. Goda Dian


Cihhh yang ada gue mau dia menderita nanti malam hahahahaa.

__ADS_1


Rion dan Dian terus berdiskusi untuk kelancaran rencana mereka nanti malam. Rion tidak sabar untuk menghancurkan Ayana. Rencana yang tanpa disadari akan membuatnya menyesal suatu saat nanti.


Di kediaman Sanjaya....


Ayana saat ini sedang bersiapa untuk menemani Dian ke rumah neneknya. Tapi entah mengapa dari tadi perasaannya tidak seolah-olah ada sesuatu yang buruk yang akan menimpanya. Ayana mencoba menjernihkan pikirannya berharap semua akan baik-baik saja. Ya Allah lindungilah hambamu ini. Doa Ayana dalam hati.


Drtt drrtt


💌 gue udah di depan rumah lo. Ayana langsung turun setelah membaca pesan dari Dian.


Di ruang keluarga....


Ayana berjalan melewati orang-orang yang ada di sana, setelah beberapa langkah suara sang ayah menghentikan langkahnya.


Mau ke mana lagi kamu?? Bentak sang ayah


Aku mau nemenin Dian yah, dia mau ke rumah neneknya.  Jawab Ayana


Nggaa bun. Kata Ayana yang dari tadi menahan tangis, rasanya sangat sesak.


Ayah bunda, udah. Mungkin Ayana memang ngga bohong. Ayana pergilah. Hati-hati di jalan ya. Bela Anya padahal dalam hatinya sedang tertawa melihat kepergian Ayana.  Sebentar lagi kamu akan hancur Ayana. Hahahahaaaa


Malaupun heran dengan sikap sang kakak Ayana mencoba mengabaikannya. Mungkin kak Anya mulai berubah pikirnya.


Ayanaaa ayoooo. Teriak Dian


Eh ia maaf ya lama. Ucap Ayana yang merasa tak enak


Hahaaa santai aja kali kayak sama siapa aja...

__ADS_1


Selama di perjalan keheningan menyelimuti mereka berdua. Kata Dian, rumah neneknya tidak terlalu jauh. Hanya butuh waktu 1 jam untuk sampai di sana. Mobil perlahan menyusuri jalan yang gelap, pantas saja Dian takut pergi sendiri ternyata jalannya sangat sunyi. Batin Ayana.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam sampailah mereka di sebuah rumah sederhana berlantai 1. Rumah itu tampak sunyi, seperti rumah kosong. Mungkin hanyak neneknya saja yang tinggal di rumah ini seorang diri.


Ayanaaa ayo masuk. Ajak Dian dan langsung di ikuti Ayana.  Bentar ya aku mau lihat kamar nenek dulu. Mau ngecek udah tidur apa belum. Kamu tunggu di kamar aku aja ya. Sekalian istrahat, kamu pasti lelah. Kata Dian sambil menunjuk salah satu kamar dengan pintu berwarna putih yang langsung di ikuti Ayana dengan perasaan yang semakin gelisah.


Setelah Ayana masuk kedalam kamar, Dian segera memasuki kamar lain, yang menurut Ayana adalah kamar nenek Dian. Tanpa Ayana ketahui di dalam kamar, sudah ada Rion yang menunggu kedatangan mereka.


Gimanaa Dian? Tanya Rion tanpa basa basi


Hahaaa tenang target udah ada di kamar, lo tunggu aja dia tidur. Hmm kalo gitu gue ke Ayana dulu. Kata Dian lalu meninggalkan Rion.


Ceklekk..


Loh udah tidur?? 


Ehh belum kok Dian. Gimana nenek kamu?? Tanya Ayana.


Nenek gue udah tidur. Oh ya gue keluar bentar ya nyari makanan. Gue laper belum makan dari tadi siang. Loh mau nitip sesutau juga ngga? Tanya Dian


Ahh ngga usah, lo aja. Jawab Ayana, tanpa merasa curiga.


Okk gue pergi dulu ya. Lo tidur aja dulu. Gue ngga lama kok. Setelah itu Dian langsung keluar dan menutup pintu dengan senyum yang menghiasi bibirnya. Hahaa selamat bersenang" Ayana. Batin Dian


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


***Hallo guys,,,,


Jangan lupa tinggalkan jejak ya.

__ADS_1


Love you***....


__ADS_2