AKHIR

AKHIR
Bab 12


__ADS_3

Gimana?? belum ada kabar tentang Ayanan??


Belum, sudah 3 bulan kita mencarinya. Sebenarnya apa yang terjadi padanya.


Apa kita minta bantuan sama orang tua kita?


Maunya ia, tapikan lo tau sendiri gimana sayangnya mereka sama Ayana. Gue takut penyakit jantung mama kumat.


Ok kita tunggu 3 hari lagi. Kalau belum ada perkembangan kita harus minta bantuan ortu.


Ya selama 3 bulan ini, Ikbal, Tomo, Rena dan Nala selalu mencari keberadaan Ayana. Mereka bahkan harus menyiapkan seribu alasan jika orang tua mereka menanyakan Ayana.


Kediaman Andreas...


Mi.. mami mau ke mana??? Tanya fadhil


Mami mau bawain sarapan kakak cantik dulu dek. Kakak kan belum bisa keluar kamar. Jawab mami sambil berlalu ke kamar Ayana.


Ceklek.. Kamu udah bangun. Tanya mami yang hanya dijawab anggukan oleh Ayana.


Ya udah sekrang sarapan dulu ya. Biar mami yang nyuapin. Mami menyuapi Ayana hingga makannya habis tak tersisa. Ayana merasa terharu dengan perlakuan mami angkatnya. Mungkin karena selama ini Ayana tak pernah dekat dengan bundanya.


Ayana...


Makasih mii... Maaf selalu merepotkan kalian. Makasih untuk semunya. Ucap Ayana dengan air mata membasahi pipinya.


Ngga ada yang merepotkan. Ingat kamu anak mami dan papi. Jadi jangan sungkan sama kami. Apapun masalahmu jangan pernah ragu untuk menceritakannya. Kami selalu mendukungmu karena kamu adalah putri kami. Kamu paham sayang.


Iya mi. Sekali lagi makasih mi.


Iya sayang. Oh ya apa mami boleh tau nama kamu?? Kalo kamu ngga bisa jangan di paksakan.


Ayana. Namaku Ai Ayana Amaor.  Terserah mami memanggilku apa.


Mami tersenyum mendengarnya. Hmm bagaimana jika mami memanggilmu Naya??


Boleh, selama ini belum ada yang manggilku Naya.


Ya sudah Naya, mami mau keluar dulu ya. Yang kubalas anggukan.

__ADS_1


Ayana mulai merasa bosan berada di kamar. Sudah 3 bulan ia mengurung diri. Mungkin sudah saatnya untuk keluar. Banyak hal yang harus iya lakukan. Bertemua sahabatnya dan membalaskan rasa sakitnya. Ayana mengutkan hatinya, dan berkata ini waktunya untuk bangkit. Dengan langkah yang pasti ia keluar dari kamar menuju lantai bawah tempat keluarga Andreas berkumpul. Kebetulan malam ini mereka semua sedang berkumpul di ruang keluarga.


Ayana melangkahkan kakinya dengan canggung..


Kk cantikkk.... Sini, teriak Fadhil sambil berlari ke arah Ayana dan menariknya untuk bergabung. Yang lainnya hanya tersenyum melihat tingkah fadhil.


Furqan...


Kamu baik-baik aja?  Tanyaku pasalnya ini pertama kalinya aku melihat dia keluar kamar.


Iya. jawabnya..


Aku kaget mendengarnya berbicara. Selama ini jika aku bertanya dia hanya akan menggeleng atau menangguk. Tapi kali ini berbeda. Tentu aku sangat senang.


Naya,,  panggil mami


Aku mengerutkan keningku tanda bingung. Siapa Naya yang di panggil mami. Ku pusatkan perhatianku pada seluruh ruangan tapi tak satupun orang ya g ku lihat.


Nayaa .. Kali ini suara mami lebih keras memanggil nama itu..


Iya mi, sahut Anaya.


Jadi nama kamu Naya?? Tanyaku padanya.


Eh iya, namaku Ai Ayana Amaor.  Kalian boleh memanggilku Naya seperti mami.


Apa aku boleh memanggilmu Ai'? Tanyaku yang ditanggapi oleh deheman mami dan papi. Aku jadi salah tingkah dibuatnya. Apa boleh? Tanyaku sekali lagi.


Hmm tidak. Jawabnya yang disambut tawa oleh orangtuaku, tapi aku tidak peduli.


Kenapa?? Kenapa dia tidak mengizinkan.


Hmm itu, anu..


Kenapa??? Aku gemes melihat tingkahnya yang canggung seperti itu.


Itu panggilan khusus dari bang Ikbal.


Ya udah kalo gitu aku akan memanggilmu Aya'. Ok sepakat tak ada penolakan. Kataku memaksa. Sebenarnya aku cemburu kepada Ikbal itu.

__ADS_1


Naya aja ya.. Jawabnya


Kenapa lagi, Ai' ngga boleh, Aya' juga ngga boleh.  Emangnya kalo aku manngil kamu Aya' ada yang marah? Tanya ku karena kesal.


Iyaa..


Hah?? Siapa lagi yang marah.


Itu... Hmm bang Tomo, katanya hanya bang Tomo yang boleh memanggilku Aya'.


Iiiiisss tadi Ikbal sekarang Tomo. Mereka siapanya kamu si??  Aku penasaran dengan mereka. Tidak mungkinkan itu pacar kamu. Masa kamu punya 2 cowok si.


Mereka abang ku..


Oh abang kamu. Bukannya kamu ngga punya keluarga. Hm jangan tersinggung ya, maksudku bukannya , aduh gimana ya ngomonynya, aku jadi bingung. Waktu itu aku tanya kamu merindukan keluargamu, kamu bilang tidak, jadi aku pikir kamu yatim piatu. Apa kamu mau memberitahu kami asal usulmu yang sebenarnya dan kenapa kamu bisa mengalami kejadian itu 3 bulan yang lalu?


Mami dan papi hanya diam menyimak percakapan kami.


Kupandangi Naya yang terlihat ragu. Lalu aku berkata lagi, kami tidak memaksamu. Jangan dipaksakan kalo kamu tidak merasa nyaman.


Namaku Ai Ayana Amaor. Usiaku 19 tahun. Nama orangtuaku Bramasta Sanjaya dan Ririn Rahayu Sanjaya. Aku tertegun mendengarnya.


APA... Kamu anak Bramasta Sanjaya dan Ririn Rahayu Sanjaya?? Tanya papi yang juga kaget dengan fakta ini.


Iyaa. Aku anak bungsu dari dua bersaudara.


Tapi kenapa selama ini dia hanya mengakui 1 putrinya, kata papi lagi.


Karena selama ini mereka tidak pernah melihat kehadiranku. Kata Naya tersenyum miris. Namaku saja tidak bermarga Sanjaya.


Tapi tadi kamu bilang kamu punya abang?? Tanyaku yang kembali penasaran dengan dua orang yang sempat membuatku cemburu.


Bang Ikbal, bang Tomo, Nala dan Rena. Mereka adalah sahabatku. Mereka seperti saudara bagiku. Kami satu angkatan, kuliah di kampus yang sama, jurusan yang sama serta kelas yang sama pula. Bang Ikbal dan bang Tomo lebih tua satu tahun dariku, itulah mengapa aku memanggil mereka abang. Mereka sangat menyayangiku.  Merekalah tempat berlindungku dan aku sangat menyayangi mereka.


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


***TERIMAKASIH GUYS....


JANGAN LUPA UNTUK VOTE YA...

__ADS_1


LOVE YOU***...


__ADS_2