
Cewek: gimana lo udah puas ?
Cowok: ya gue puas. Rencana gue selama ini buat ngancurin hidupnya udah berhasil.
Ayana sesak mendengar kata-kata itu,. Jadi selama ini, dia hanya bersandiwara di depannya. Sekali lagi dunianya hancur. Dia hanya ingin menghancurkannya. Ayana sekali lagi menangis. Apa lagi saat dia merasa suara gadis itu sangat tidak asing baginya. Seperti suara milikk.... Tidak... Tidak.. Ayana berusaha mengelak.. Tidak mngkin dia.
Cewek: jadi apa rencana lo sekarang??
Cowok: tentu memastikan dia diusir dari rumahnya. Ohh satu hal lagi, jangan sampai Anya tau gue yang udah perkosa Ayana. Gue ngga mau dia marah dan mutusin gue.
Cewek: kalo takut kenapa harus lo, kenapa ngga bayar orang aja, lagian Anya sama lo kejam banget ngerencanain hal gila ini.
Cowok: karena sangat di sayangkan kalo gue ngga lihat kehancurannya. Bonusnya gue yang renggut kesuciannya dia. Satu lagi. Lo, gue dan Anya itu sama gilanya Dian.
Setelah itu Rion dan Dian berlalu meninggalkan tempat itu. Ya mereka meninggalkan Ayana di rumah yang kosong itu seorang diri. Ayana bisa melihat dengan jelas saat Rion dan Dian memasuki mobil masing. Ternyata mobil mogok hanya alasan Dian saja.
Deg...
Jadi dia... Ayana mematung saat mendengar nama itu. Ayana berusaha kuat. Dia bertekad membalas apa yang mereka lakukan. Ayana tidak bodoh, sedari tadi dia merekam percakapan Dian dan Rion. Ayana kembali menguatkan hatinya kemudian meninggalkan tempat itu. Kakinya terus melangkah tak tentu arah. Pikirannya melayang jauh, mengingat kenangan bersama Rion dan Dian. Tapi bukan lagi kebahagiaan yang dirasakannya melaikan kebencian yang begitu mendalam.
__ADS_1
Ayana berhenti disebuah jembatan. Matanya menatap air yang lumayan deras di bawah sana. Tatapan matanya kosong. Hatinya hancur. Pikirannya hanya satu yaitu mati.
Ayana...
Hikss...hikss
Hiks..hiks...
Kenapa.... Kenapaaaa.. Hikss..hiksss.. Aku harus mati. Tuhan maafkan aku. Aku ingin tenang. Hiks.. Hikss..
Bang Ikbal maafin Ai' ngga bang bisa jaga diri, hiks.. Hiks.. Bang Tomo, Maafin Aya'udah ngecewain abang hikss... Nela, Rena,, maafin Anaya harus pergi hikss. Ayana sayang kalian..
Tanpa pikir panjang kunaikkan kakiku pada pembatas jembatan.
Kampus...
Kok Ayana belum datang ya. Kita kan ada kuliah siang ini. Tanya Rena kepada ketiga sahabatnya.
Tomo mulai gelisa. Dia merasa dadanya sesak, begitupun dengan Ikbal. Dia takut terjadi sesuatu pada adiknya.
__ADS_1
Bal, kok dada gue sesak ya, dari kemarin gue gelisah tapi ngga tau kenapa.
Ikbal yang mendengar itu terdiam. Gue juga dari kamaren gelisah. Dada gue juga sesak.
Hening...
Bal, coba de telpon Ai'. Ikbal langusung menuruti permintaan Tomo. Ikbal mencoba menghubungi Anaya berkali-kali tapi nomor Ayana tidak aktif. Ikbal semakin gelisah pasalnya selama mereka mengenal Ayana, Hp anak itu tidak pernah mati.
Gimana? Tanya Tomo sembari memperhatikan muka Ikbal yang semakin gelisah
Nomornya ngga aktif Tom. Gue takut.. Tomopun semakin gelisa mendengar ucapan Tomo.
Melihat itu Rena dan Nala berusaha menenangkan mereka. Kalian tenang ya. Semoga Anaya baik-baik aja. Padahal jauh dalam lubuk hati mereka juga sangat khawatir.
Ya Tuhan semoga dia baik-baik aja. Doa mereka dalam hati.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
***Hallo guys....
__ADS_1
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak kalian fi sini ya....
love you***.....